Mitos-mitos dalam Kepemimpinan yang Berguna bagi Anda

Selalu saja Anda akan berhadapan atau bahkan mengalami beberapa hal mengenai Pengembangan Diri, khususnya tentang Kemampuan Kepemimpinan (Leadership Skill) yang salah pengertian atau Mitos.  Pengertian yang keliru membuat proses belajar akan berlangsung lama, tidak efektif dan boros sumber daya.  Mitos-mitos apa sajakah yang menjadi isu utama dalam Pembelajaran Kepemimpinan.

myth of leadership1.  Mitos Posisi.

Mitos Posisi mengartikan, “Saya tidak akan memimpin jika tidak berada dalam posisi teratas”, akan membuat Anda sebagai pribadi yang opportunist untuk sebuah posisi pemimpin tertinggi.  Posisi tidak mengatur sejauh mana Anda akan memberikan yang terbaik.

2.  Mitos Tujuan.

“Saat saya mencapai puncak, maka saya akan mulai belajar kepemimpinan”.  Apakah dengan meraih posisi pemimpin tertinggi akan membuat Anda berhasil disebut sebagai seorang yang bercita-cita.  Cita-cita adalah tujuan yang ingin diraih, dan dalam konsep kepemimpinan, mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah meraih impian, jika merasa cukup.

3.  Mitos Pengaruh.

Mitos Pengaruh menjelaskan bahwa Anda merasa jika berada di puncak sebagai Pemimpin, maka Anda akan mampu menjadi orang berpengaruh.  Banyak orang akan mengikuti Anda sebagai Pemimpin pada saat Anda bekerja dengan program yang jelas dan terarah, dimana hal inilah yang membuat Pengaruh Anda tumbuh bagi banyak orang.

4.  Mitos Tidak Berpengalaman.

Mitos Tidak Berpengalaman, mengartikan bahwa Anda akan memegang semua kendali organisasi jika berada di puncak struktural.  Namun kenyataan berkata, bahwa banyak sudah orang pada posisi tertinggi dan akhirnya gagal.  Inilah mengapa pengalaman sangat diperlukan dalam Kepemimpinan.

5.  Mitos Kebebasan.

Anda mengartikan bahwa posisi pemimpin, memberikan waktu lebih luang dan membuat Anda tidak lagi dibatasi.  Ini merupakan sebuah analisa yang kontradiktif, dimana dengan posisi puncak, maka Anda akan dituntut lebih banyak terkait kepada para pengikut Anda.  Kebebasan Anda akan semakin terbatas dan terkendali.  Anda harus makin peduli dengan para pengikut dan orang-orang yang ada dalam struktur organisasi.

6.  Mitos Potensi.

“Saya tidak dapat mencapai potenisi terbaik, jika bukan pemimpin tertinggi”.  Ini adalah Mitos berikutnya mengenai Kepemimpinan, yang mengatakan bahwa potensi akan tersalurkan jika Anda sebagai Pemimpinnya.  Hakikatnya Potensi terbaik Anda adalah kesempatan untuk belajar dan bekerja atau berkarya.

7.  Mitos Semua atau Tidak Sama Sekali.

“Jika Saya tidak mencapai puncak, maka akan berhenti berusaha menjadi Pemimpin”. Ini adalah mitos atau kekeliruan yang sedemikian jelas, bahwa posisi adalah pilihan utama Anda dalam Pengembangan Diri dan Kepemimpinan.  Jika Anda tidak menjadi pemimpin teratas, Anda tetap dapat menunjukkan Aktualisasi dan Potensi Diri, yang mana tetap akan memberikan dampak kepada orang sekitar.

Mitos-mitos dalam Kepemimpinan merupakan rangkaian pembelajaran Anda menjadi seorang Pemimpin Sejati yang memahami Hukum-hukum Kepemimpinan dan Perilaku Efektif sebagai seorang Pemimpin.

Leave a Reply