Menyikapi Karir Profesional sebagai Seorang Ibu

Tidak sedikit Wanita yang Bekerja dan Memilih tetap Bekerja (ber-Karir), walau telah Berkeluarga.  Namun tidak sedikit pula Wanita bahkan yang menjadi Tumpuan Keluarga dalam mencari Nafkah dan Penghidupan.  Terkadang dengan menjadi Profesional seorang Wanita jauh lebih Produktif dan Efektif dalam Karir dan Keluarga.

Tak sedikit Wanita bekerja mengalami kendala karir mereka saat sudah berkeluarga dan memiliki anak. Berdasarkan Fakta Penelitian Lembaga Internasional Accenture terdapat 42 persen responden menyebutkan Kurangnya Kesempatan atau Jenjang Karir yang jelas. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar ketimbang dengan responden yang menyebutkan Tanggung Jawab Keluarga sebagai Halangan Terbesar. Sementara sepertiganya atau 32 persen responden menyebutkan bahwa mereka Tidak Menemui Halangan dalam Kemajuan Karir.

Hal-hal Penting yang memberikan Kontribusi dalam Kemajuan Karir Anda khususnya Wanita seperti Kepercayaan Diri, Soft Skill dan Kerja Keras adalah hal yang paling sering disebutkan sebagai yang Terpenting dalam Kemajuan Karir.

Dengan melihat Fakta tersebut maka Anda sebagai Wanita yang Bekerja dan Bekeluarga dalam mengatasi Kendala Kemajuan Karir Profesional dapat Menyikapinya dengan cara berikut:

1.  Perhatian Keluarga terutama Suami dan Anak sangat menjadi Prioritas.  Hal ini mendorng Anda untuk menemukan Karir Profesional yang mempunyai Waktu Kerja Fleksibel.  Waktu yang fleksibel akan memudahkan Anda mengatur Jadwal terhadap Kepentingan Anak dan Kebutuhan Suami terhadap Diri Anda serta Prioritas Pekerjaan.  Bagaimanapun juga Anda bekerja bukan semata memenuhi Aktualisasi Diri namun juga sebagai Pendukung Keluarga.

2.  Wanita Bekerja memerlukan Fasilitas yang baik agar Pekerjaannya dapat terselesaikan dengan Cepat dan Tepat tanpa mengganggu Aktivitas Keluarga lainnya, semisal seorang Ibu Menyusui yang memerlukan Ruang Khusus Ibu dan Anak di kantornya.  Mungkin pula perlu Adanya Akses Kerja dari Rumah (Telepon, Modem, Internet) selama masa Pemulihan Melahirkan demi tetap memenuhi Target Kinerja yang diminta.

3.  Keseimbangan Waktu Kerja dan Keluarga.  Anda sebagai Wanita Pekerja tentu tetap menjaga Profesionalisme namun tidak melupakan Harmonisme dengan Anak dan Suami.  Ketika waktunya Anda bersama Keluarga tentu tidak perlu menunjukkan Sikap Bekerja bagaikan di Kantor.

4.  Tujuan Anda menjadi Wanita Pekerja.  Sebelum Anda memutuskan untuk melanjutkan Karir Profesional dan agar Kemajuan Karir Anda tidak terhalang permasalahan Teknis, tentu Visi dan Misi Hidup Anda Bekerja dan Bekeluarga harus Selaras.  Apakah Anda telah menentukan Bagaimana Kelangsungan Generasi Keluarga dibandingkan Kelangsungan Karir Pribadi.  Hal ini perlu menjadi Wacana Khusus dengan orang terdekat Anda, seperti Suami dan Orang Tua.

5.  Percaya Diri dan Bekerja Keras.  Kendala Kerja dan Keluarga tentu tidak dapat dihindari, namun masih dapat disikapi dengan Bijaksana.  Anda perlu menjadi seorang Ibu yang Lemah Lembut di rumah namun seorang Wanita Profesional yang Tegas dan Kreatif di kantor.  Kendala Kerja dapat diatasi dengan Semangat Kreatif dan Inovatif serta Mandiri dengan tidak tergantung pada orang lain.  Percaya akan Kemampuan Diri serta Bekerja Keras untuk mempertahankan Karir dan Kinerja.

Menjadi seorang Profesional bagi Wanita tidaklah mengurangi Martabat Anda sebagai seorang Ibu dan Istri dalam Keluarga.  Wanita Pekerja adalah sosok Teladan bagi banyak Keluarga terlebih dengan Keberhasilannya mendidik Anak dan membantu suami dalam mengarungi Bahtera Hidup.  Menyikapi Karir Profesional bagi seorang Ibu adalah dengan menjadikan Kerja sebagai Tujuan dalam Keluarga dan sebaliknya Keluarga sebagai Pendukung Karir.

ikhtisar.com

Leave a Reply