Menjadi Pemimpin yang Kuat, Anda Harus Memberi Karyawan Anda Hadiah Ini

pemimpin yang kuat akan memberi hadiah kepada karyawannya

pemimpin yang kuat akan memberi hadiah kepada karyawannya

Apresiasi selalu terkonotasi dengan hadiah besar, reward, plakat dan lainnya yang cukup bernilai.  Namun sebenarnya, apresiasi, dapat berupa ungkapan jujur, ucapan tulus, senyuman manis bahkan sekedar memo kecil.  Menjadi Pemimpin tidaklah mudah, namun Pemimpin dengan pola pikir langka ini akan menciptakan keunggulan kompetitif secara langsung.  Menjadi Pemimpin yang kuat Anda harus memberi karyawan Anda hadiah.

Salah satu fitur kepemimpinan yang inspiratif yang benar-benar membedakan antara atasan yang baik dari yang rata-rata atasan adalah bakat dalam membangun komunitas.  Ketika atasan mengatur tempat kerja menjadi sebuah komunitas yang sehat, maka pasti akan muncul tim berkinerja tinggi. Orang-orang Anda sebenarnya tidak terlalu peduli seberapa banyak Anda tahu (competence) sampai mereka tahu seberapa besar Anda peduli (care).

Membangun komunitas tidak berasal dari daftar kerja yang harus Anda lakukan, dan ini bukan sistem atau proses untuk diterapkan. Ini adalah Pola Pikir Kepemimpinan.  Pemimpin yang memiliki level tingkat kepercayaan hingga mampu mengatakan, “Saya akan menumbuhkan lingkungan dengan budaya kepedulian yang bertumbuh dan berkembang”.

Lantas bagaimana membangun komunitas? Bagaimana Anda mengubah ide membangun komunitas ini menjadi tindakan nyata?

Membangun Komunitas melalui Pengembangan Relasi

Pertama-tama, agar komunitas berdiri teguh dan berkembang, maka harus didirikan pada budaya hubungan pribadi yang kuat. Para pemimpin harus menginvestasikan waktu dengan anggota tim mereka yang paling berharga untuk mengetahui siapa mereka sebenarnya dan apa yang membuat mereka nyaman.  Pada gilirannya, ini menghasilkan kolaborasi yang hebat. Ini adalah usaha tim, dan tidak ada yang menang dengan mengorbankan tim. Pemimpin yang membimbing tim semacam ini akan memastikan perbedaan bernilai dan dihargai.  Mengakui adanya keragaman Pendapat, Gagasan, dan Perspektif.

Berlatih Mendengarkan

Anda tidak bisa cukup stress tentang pentingnya mendengarkan untuk mengembangkan hubungan personal yang kuat. Faktanya inilah yang terjadi: di suatu tempat di sepanjang jalan sampai Anda dewasa, kita cenderung berhenti mendengarkan dan belajar dari orang lain. Sebenarnya, kondisi ini lebih buruk dari itu. Anda mulai memberi tahu semua orang tentang apa yang harus dilakukan – dan kemudian latahnya kita menyebutnya Kepemimpinan. Sayangnya, tidak ada yang bisa dibenarkan dengan cara seperti itu.

Jika semua yang Anda lakukan telah teratur, terencanakan, dan menerapkan sistem Anda serta memberi tahu orang apa yang harus dilakukan, sesungguhnya Anda memiliki masalah. Itu bukan Kepemimpinan – itu Manajemen. Pendekatan itu menghilangkan kebutuhan dan kesempatan bagi tim Anda untuk berkontribusi, berpartisipasi dan berkolaborasi dalam meggapai hasil.

Satu-satunya cara Anda akan memperluas kesempatan itu dan membuka pintu bagi hubungan personal ini untuk berkembang, adalah mendengarkan – dengarkan kontribusi orang lain.  Robert Greenleaf, pendiri gerakan kepemimpinan pelayan modern, menyebutkan dalam ajarannya bahwa para Pemimpin harus memiliki penghormatan yang mendalam untuk diam. Dia berkata, “Jangan bicara … kecuali jika Anda bisa Improve dalam Kesunyian.” Greenleaf mengajarkan bahwa pemimpin harus mendengarkan dahulu, dan berbicara terakhir. Sesuatu yang ajaib akan terjadi di sini: saat Anda mendengarkan dengan penuh hormat, dan memperlambat untuk merangkum apa yang orang lain inginkan atau butuhkan, mereka mulai mendengarkan dengan hormat; seiring waktu, orang mempelajarinya sebagai keterampilan yang berharga.

Dekat secara Pribadi

Silakan Anda mengajukan pertanyaan pada diri sendiri: Seberapa baik Anda mengenal orang-orang di tim Anda? Apakah Anda tahu kejadian kehidupan mereka yang telah membentuk siapa mereka sekarang? Jika Anda akan menghabiskan sebagian besar minggu mengerjakan sebuah proyek, Anda mungkin ingin mengenal mereka dengan baik. Apakah Anda tahu impian mereka untuk masa depan? Kekuatan mereka, Hasrat mereka, Hadiah mereka, dan apa yang mereka bawa ke meja kerja lebih dari transaksi yang Anda jual saat proses wawancara?

Anda akan terkejut melihat betapa banyak bakat yang Anda miliki di bawah atap yang akan menguntungkan perusahaan dengan cara baru. Artinya Anda menciptakan margin dalam rutinitas harian Anda berupa menghabiskan waktu bersama orang-orang Anda, dan bukan untuk keuntungan pribadi Anda sendiri. Ini tentang menginvestasikan waktu dengan karyawan Anda yang paling berharga untuk mengetahui siapa diri mereka sebenarnya.

Tapi jangan hanya berkumpul bersama untuk nongkrong dan berbagi cerita mengenai hobi. Fokusnya adalah untuk memperdalam keterkaitan – dengan berbagi informasi tentang diri Anda dan organisasi, mengungkapkan bahwa Anda menghargai mereka dan pekerjaan mereka, dan mendiskusikan maksud Anda secara terbuka mengenai sasaran kinerja dan strategi kerja.

Ada juga manfaat luar biasa dalam membangun hubungan pribadi di komunitas saat seseorang pindah ke perusahaan yang berbeda. Bila Anda membutuhkan bantuan, sumber daya, nomer kontak, Anda bisa menjangkau orang lain dan mereka tentu akan membalasnya – ada sejarah, rasa hormat dan kepercayaan dari sebelumnya saat bekerja sama. Ada kekuatan jaringan yang luar biasa saat Anda membangun komunitas yang akan bertahan bertahun-tahun.

Selebrasi

Anda perlu perayaan. Anda tidak bisa memiliki komunitas yang kuat jika Anda tidak merayakan prestasi sepanjang perjalanan – besar atau kecil. Perayaan bisa bersifat pribadi atau profesional – ini bisa menjadi perayaan individu atau tim.

Jangan pernah berhenti mencari cara untuk merayakan hidup bersama – itulah esensi komunitas. Pikirkanlah sekarang: Apa yang telah Anda, atau apa yang akan Anda capai bersama tim, itu adalah alasan untuk melakukan perayaan.

Terhubung

Kita harus menerima bahwa kita hidup di era digital dan orang-orang bekerja dari jarak jauh, jadi penting untuk mempertimbangkan bagaimana membangun komunitas untuk terhubung dalam komunitas maya, baik melalui aplikasi kolaborasi seperti Slack dan Hipchat, wiki dalam intranet perusahaan, atau pada Halaman Facebook perusahaan Anda atau di LinkedIn.

Apapun media Anda untuk terhubung dengan orang lain, itu harus menjadi tempat di mana Anda berbicara tentang pekerjaan dan berbagi kemenangan, gagasan, tantangan dan masalah, dan sedekat mungkin untuk mereplikasi pengalaman berada di kantor bersama.  Akan ada rasa kebersamaan di sana.

Tapi inilah masalahnya: Transparansi dan Kepercayaan adalah kunci dalam mengembangkan komunitas virtual. Apa yang Anda bagikan dengan satu, Anda berbagi dengan semua. Dan itu dimulai dengan para pemimpin memodelkan perilaku kepercayaan dan transparansi.

Hubspot, perusahaan otomasi pemasaran digital global, mendefinisikan kembali apa artinya menjadi transparan dalam bisnis. Mereka sekarang dikenal sebagai salah satu yang mempunyai budaya perusahaan terbaik.

Ada kekuatan luar biasa dalam membangun komunitas (masyarakat) di tempat kerja. Dan alasan mengapa hal ini sangat penting adalah karena orang secara alamiah terhubung untuk sebuah relasi – itulah yang telah terbukti menjadi katalisator penggerak kinerja manusia. Ketika para pemimpin membuka jalan bagi terbentuknya komunitas terdekat, lihatlah siklus ini akan terjadi: Kepercayaan Meningkat, Moral Bertambah, Kolaborasi Menguat, dan Produktivitas akan mencapai Tingkat yang lebih tinggi.  Pemimpin harus memberi karyawan mereka hadiah ini, Komunitas Kerja yang sehat dan kuat.

Leave a Reply