Mengubah Pembeli menjadi Pelanggan

Bagaimana Anda tidak senang dengan banyaknya pembeli Toko Kue Anda atau Toko Kelontong, yang Anda buka di depan rumah.  Apakah Anda sadar bahwa ternyata banyak pula mereka yang kembali berbelanja di Toko Anda. Contoh lain mungkin dapat Anda temui di Minimarket seperti Indomaret atau Alfmart yang dimana banyak orang yang selalu kembali berbelanja di Indomaret tersebut, dan para Pembeli telah menjelma menjadi Pelanggan.  Apakah yang telah dilakukan Indomaret ternyata dapat Anda terapkan dalam Bisnis apapun pula yang sangat bergantung pada Customer.

Coba Anda perhatikan apa yang dilakukan Kasir pada para Pembeli mereka, para Kasir sangat Komunikatif dengan Pembeli, Menjelaskan Proses Transaksi, Memastikan Jumlah Barang Transaksi dan Menawarkan Program lainnya.  Selain itu juga menyebutkan Uang Kembalian dan Menutup dengan Ucapan Salam kepada Pembeli.  Pada Akhirnya Pembeli akan kembali berbelanja di tempat tersebut dan menjadi Pelanggan.  How to create a buyer become a customer.  Inilah sebuah contoh Standar Operating Procedure (SOP) Customer Service yang di terapkan dengan Cara Manis dan Praktis.

Pelajaran Apakah yang dapat Anda petik dari Contoh diatas?.  Menjadikan Pembeli sebagai Pelanggan adalah sebuah Program yang sangat Cerdas mempertahankan Pasar yang mudah Berubah.  Pembeli adalah orang yang hanya sekali-kali bertransaksi, sedangkan Pelanggan adalah Pembeli yang terus-menerus berbelanja.

#Berawal dari Customer Oriented

Pengalaman Berbelanja atau Shopping Experience sering tersisih pada posisi terakhir Fokus dan Prioritas para Pengelola Pasar Modern. Terlebih berbicara soal ‘Customer Service’, rasanya sudah tidak memungkinkan. Sepertinya setiap Meeting Manajemen lebih mengejar ‘progress’ mendapatkan sponsor penjualan (biasa disebut Buying Income), Gross Margin, Stock Gudang atau Logistic Barang Jual yang tersendat. Tak ada yang salah, karena perusahaan bisa rugi jika hitungan meleset. Pertanyaannya, tak adakah waktu tersisa untuk memikirkan konsumen.  Berawal dari Memikirkan Konsumen inilah sebuah Paradigma akan berubah dari pembeli menjadi Pelanggan.

# Belajar dari Pedagang Tradisional

Pernahkah Anda memperhatikan seorang pedagang sayur di pasar, yang selalu memiliki Pelanggan Tetap, walau banyak pedagang sayur lainnya. Mengapa?, Banyak Pedagang yang menerapkan Prinsip Customer Service, yakni Menyapa saat Pembeli Tiba, Langsung dilayani tanpa Menunggu, Selalu dipilihkan Sayur yang Bagus-bagus. Pembeli pun diajari ciri-ciri Sayur Segar yang baru dipetik, kadang diberi Bonus Timbangan lebih bahkan kadang boleh ‘berhutang’ jika uang yang dibawa kurang.  Pedagang Tradisional pun telah mengerti akan Prinsip Pelayanan Konsumen, tentu Anda dengan Metode Modern lebih mampu mengimplementasikannya lebih baik.

Pengalaman Berbelanja adalah ‘hubungan interpersonal’ antara Penjual dan Pembeli hingga saatnya Pembeli menjadi Pelanggan.  Perhatian lebih pada Pembeli Barang dan Jasa Anda akan mengubah Pola Pikir mereka menjadi Pelanggan jauh lebih baik daripada sekedar Pemebeli Putus.  Inilah Konsep Manajemen Strategi dalam Pelayanan Konsumen.

ikhtisar.com

Leave a Reply