Menghadapi Tantangan Paradigma Kepemimpinan Tradisional yang masih Berlaku

Menghadapi Tantangan Paradigma Kepemimpinan Tradisional yang masih Berlaku

Menghadapi Tantangan Paradigma Kepemimpinan Tradisional yang masih Berlaku

Sebuah organisasi harus dibuat dengan hirarki struktural yang jelas.  Garis komando dan garis komunikasi adalah bentuk kerjasama yang sinergi untuk membangun kekuatan fundamental kepemimpinan.  Dalam organisasi militer, Memimpin dan Dipimpin adalah hal yang umum, dan jika tidak ada perintah yang terjadi, maka akan ada inisiatif dari seseorang untuk mengambil alih kepemimpinan.  Seorang pemimpin bisnis sering menganggap bahwa dengan sebuah sukses dalam bidang kerja mereka, maka akan mudah untuk diaplikasikan pada bidang lainnya.  Inilah yang keliru dalam pemahaman kepemimpinan tradisional.  Paradigma tradisional ini akan menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap pemimpin bisnis masa sekarang.

Setiap orang dapat menjadi pemimpin, dan dapat menjadi pemimpin berkali-kali selama hidupnya.  Apakah sebagai pengusaha, eksekutif ataupun sebagai pemimpin keluarga, hal ini akan terus berjalan dan bergulir.  Menjadi pemimpin, maka ada hal yang perlu dicermati, sehingga Anda akan mampu menentukan prioritas, dan menang dalam lingkungan apapun.

1.  Pastikan Tim Anda paham akan Misi Organisasi

Peran anggota tim dalam melaksanakan misi itu sangat penting dalam pertempuran bisnis. Atau pengaturan mereka ketika sebuah tim harus memiliki tujuan yang akan diraih. Pastikan bahwa Anda memiliki orang yang tepat dan mereka semua tahu akan menuju tempat yang mungkin lebih sulit daripada perkiraannya.

Mengkomunikasikan misi organisasi atau tim adalah sesuatu yang perlu menjadi fokus yang konstan. Setiap keputusan yang dibuat harus sejalan dalam mencapai tujuan spesifik perusahaan.  Komunikasi adalah kunci dari ini semua.

2.  Memprioritaskan Inisiatif Terpenting

Akan selalu ada daftar panjang yang menjadi prioritas, seperti memperbaiki Sistem dan Proses, mengerjakan ulang Inisiatif Penjualan,  Restrukturisasi Bisnis dan lainnya. Apapun prioritas Anda, pilih bagian teratas satu atau dua, dan pastikan seseorang bertanggung jawab dengan hasilnya, dan tetap fokus sampai selesai.

3.  Memproyeksikan Kekuatan pada saat-saat sulit

Menjadi pemimpin dalam bentuk apapun tidaklah mudah. Seperti yang sering dikatakan, bahwa seorang pemimpin bisa kesepian di posisi puncak. Keberhasilan atau kegagalan tim akan selalu jatuh pada bahu Anda.  Semua bisnis mengalami pasang surut sepanjang siklusnya. Itu tidak bisa dihindari.  Pencapaian tinggi akan tampak tinggi dan sebaliknya pencapaian rendah akan dapat rendah sekali.

Karakter seorang pemimpin ditentukan bagaimana mereka bertindak selama masa sulit, mampu bersikap tenang dan mengerjakan masalah, tidak panik atau memunculkan stres di depan tim.

4.  Persiapan untuk Perubahan dan Menuju Kemenangan

Hal lain yang tidak bisa dihindari adalah perubahan. Pemimpin harus bisa merangkul perubahan adaptif dan bersiap ketika hal tersebut mulai terjadi.  Biasanya, pada saat kita menyadari perubahan radikal diperlukan dalam bisnis, kita merasa perubahan itu diperlukan untuk waktu yang lama. Dan orang-orang mungkin telah mengatakan kepada Anda.

Ketika waktu berubah itu datang, segeralah kumpulkan tim, kembangkan rencana, tetapkan peran masing-masing. Menunggu atau membiarkan masalah hanya akan merusak moral tim, dan kemungkinan besar fundamental tim Anda.

Para pemimpin bisnis akan sering menghadapi bermacam tantangan. Beberapa orang pemimpin akan mudah untuk mengatasinya, dan banyak pula yang tidak siap. Namun ingatlah, Anda tidak sendirian.  Mengandalkan tim Anda untuk memecahkan masalah  akan memberikan kepuasan ketika tantangan dapat diatasi.

Leave a Reply