Bagaimana Anda dapat Menghadapi dan Mengelola Konflik dalam sebuah Meeting

mengelola dan menghadapi konflik dalam meetingDalam pekerjaan Anda akan terjadi banyak pertemuan kepentingan, baik pribadi ataupun kelompok.  Sebuah proyek marketing akan menghadapi kelompok finansial atau akunting terkait dengan keluar masuk keuangan, atau menghadapi tim procurement terkait dengan perlengkapan sarana prasarana promosi, misalnya.  Dengan banyaknya hubungan antar individu atau departemen dalam sebuah organisasi, maka akan rentan terjadi konflik kepentingan.  Konflik yang disebabkan karena perbedaan cara pandang atau bahkan perbedaan tujuan dan obyektif tim.  Menghadapi dan mengelola konflik, terlebih dalam sebuah meeting adalah ketrampilan yang penting dipahami, dimana Anda akan banyak belajar mengenai komunikasi dan negosiasi.

Banyak diantara Anda yang sering bertemu dengan konflik kepentingan, dan diantaranya menjadi sebuah hal yang menyenangkan atau menguras energi atau bahkan menyakitkan anggota tim.  Konflik dalam organisasi berpotensi pula menurunkan mental dan semangat kerja individu dan mengganggu performa tim keseluruhan.  Meski Anda tidak selalu berhasil mencegah konflik dalam meeting, namun banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari ketidaksetujuan yang merusak moral atau tujuan tim.  Berikut beberapa langkah mudah yang patut dipertimbangkan dalam meeting Anda.

  • Apakah Anda dapat mengatur meeting yang berisiko terjadinya konflik.
  • Apakah Anda dapat mengalihkan tensi dan konflik menjadi kondisi positif dan memberikan hasil lebih baik.
  • Apakah Anda dapat meredam pengaruh negatif akibat konflik yang terjadi.
  • Apakah Anda dapat membuat orang menerima kondisi yang ada sementara keputusan bersama tidak tercapai.

Dengan memahami kondisi tersebut sebelum Anda melakukan meeting, maka risiko terjadinya konflik yang berujung pertengkaran dan masalah berkepanjangan dapat dihindari atau bahkan dihilangkan.

Tipe Konflik dalam Meeting

Konflik dalam meeting selalu dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yakni :

1.  Perbedaan Profesional

Konflik dalam meeting terjadi karena perbedaan secara profesional yang sebenarnya.  Prakteknya konflik jenis ini tidak berpotensi menjadi konflik terbuka, karena masing-masing saling memahami dan mengerti tugas dan kewajibannya.  Namun demikian sebuah konflik profesional dapat berakibat panjang dan merusak hubungan tatkala hasil akhir atau outcome menjadi sangat penting diperjuangkan.  Keputusan akhir yang salah akan berakibat buruk tidak hanya bagi salah satu kelompok namun pada semua organisasi.  Jenis konflik ini lebih sering terjadi pada level pengambil keputusan seperti top manajemen atau pemilik saham.

2.  Kekuasaan dan Masalah Pribadi

Konflik ini diakibatkan kepentingan masing-masing kelompok yang merasa terancam.  Konflik ini dominan karena masalah personal dibandingkan pengambilan keputusan.  Hubungan antar individu yang dipicu oleh subyektivitas merupakan salah satu penyebabnya.

Leave a Reply