Dampak Luar Biasa ketika Anda Mengelola Eksekusi Strategi secara Efektif

strategy and initiativeBanyak hasil penelitian mengatakan bahwa sedikit dari organisasi yang berhasil melakukan implementasi atau eksekusi strategi mereka, sementara mayoritas lainnya menyatakan bahwa implementasi strategi belum optimal.  Beberapa alasan yang menjadi kendala dalam hal ini adalah :

1.  Tidak adanya unit khusus dalam organisasi yang bertugas sebagai fasilitator pembuatan dan pengawasan strategi serta implementasinya.  Sehingga pada akhirnya sebuah Action Plan hanya akan menjadi Plan dalam waktu tertentu.

2.  Tidak adanya proses baku yang menjadikan strategi dan target program kerja masing-masing Divisi dapat berjalan selaras satu dan lainnya.

Pengelolaan Strategi bertujuan menciptakan sebuah harmoni dalam berbagai macam irama yang ada, agar tercipta keselarasan dan kesatuan.  Seorang pemimpin puncak organisasi mungkin hanya memiliki sedikit waktu dalam memonitor dan mengarahkan implementasi strategi, karena masih banyak fokus lainnya, seperti memenuhi tuntutan dan ekspektasi stakeholder eksternal.  Sedemikian diperlukan sebuah unit khusus yang akan bertugas dalam membantu seorang CEO menjalankan tugas penting ini, Memimpin dan Mengawasi Eksekusi Strategi.

Robert Kaplan dan David Norton memperkenalkan yang namanya SIMO (Strategy and Initiative Management Office), yakni sebuah unit khusus yang berfokus pada pengelolaan implementasi strategi secara efektif dan terintegrasi antar divisi dan departemen yang ada dalam perusahaan.

Peran utama SIMO dalam organisasi perusahaan diantaranya adalah :

1.  Bersama para Direksi melakukan evaluasi serta penyusunan visi, misi dan strategi perusahaan.  Unit SIMO membantu Direksi dalam efektivitas tujuan perusahaan dalam jangka panjang.

2.  Bersama para Direksi membuat dan mensupervisi sistem pengelolaan strategi.  Strategi merupakan panduan yang akan dipergunkan dalam pencapaian tujuan akhir, sehingga perlu pengawasan melekat.

3.  Memfasilitasi divisi dan departemen dalam mengembangkan strategi, indikator kinerja utama (KPI), target, inisiatif dan anggaran.  Unit SIMO memberikan arahan sehingga pembuatan strategi di level divisi akan tetap mengacu pada Corporate Management.

4.  Memfasilitasi penyelarasan strategi dan kinerja di tingkat perusahaan induk, anak perusahaan, divisi dan departemen.  Proses Balancing perlu dilakukan setiap waktu, agar setiap divisi atau departemen dapat saling berkolaborasi dan bersinergi membangun tujuan bersama.

5.  Memonitor kemajuan implementasi strategi perusahaan dan melaporkannya kepada direksi.  Peran SIMO dalam hal ini adalan sebagai Tim Evaluasi dan Review.

6.  Memfasilitasi evaluasi kinerja perusahaan dan unit kerja.  Proses Evaluasi dan Review merupakan sebuah komponen analisa yang mendalam akan sebuah akar permasalahan yang terjadi, sehingga setiap unit organisasi akan bergerak maju ke depan dengan mengindahkan masa lalu.

7.  Bertindak sebagai konsultan internal bagi direksi dan unit kerja lain dalam rangka meningkatkan kinerja.  Fungsi SIMO mungkin bukan pengambil keputusan, namun menjadi sangat penting pada saat perusahaan perlu adanya pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

8.  Mengkomunikasikan strategi perusahaan.  Strategi di level Corporate perlu diturunkan sampai pengertian pada level operasional, agar pengertian setiap level organisasi menjadi sepaham dan sepengertian.

Intinya, SIMO akan memfasilitasi semua proses yang harus dijalankan sehingga eksekusi strategi tercapai secara terintegrasi.  Memastikan agar tiap divisi atau departemen tidak berjalan sendiri – sendiri saat mengeksekusi strategi, namun semuanya selaras sehingga strategi dapat dieksekusikan dan memberikan hasil yang diharapkan.

Leave a Reply