Mengasah Ketrampilan Komunikasi dalam Rutinitas Kerja

Terlepas Anda seorang Magister Management dari sebuah Universitas Ternama di Indonesia atau bahkan Lulusan Harvard University, namun ketika berhadapan dengan dunia kerja nyata, akan banyak ditemui berbagai macam perilaku dan karakter orang, baik level pekerja paling bawah seperti Office Boy, Security, pekerja di area Front Line seperti Customer Service, Teller ataupun pekerja level Middle Up seperti seorang Supervisor, Manager dan General Manager.  Bekal Imu Pengetahuan Anda harus dikombinasikan dengan Psikologi Manusia agar terjalin hubungan Komunikasi yang Smooth.  Melulu mengandalkan Otak Brilian hasil didikan Ilmu-ilmu Strategis dan Ilmiah tidak cukup membantu Karir Kerja Anda, terlebih ketika itu baru langkah pertama Anda berkecimpung dalam sebuah Organisasi Bisnis.

Ketrampilan Komunikasi merupakan sebuah Soft-Skill yang mutlak Anda kuasai dan pahami dalam percaturan “Politik Kerja”.  Beberapa sumber dapat Anda pelajari dalam meningkatkan Communication Skill ini dalam membangun Karir Kerja yang lebih baik.  Komunikasi adalah Ketrampilan nomer wahid dalam Dunia Bisnis saat ini.

Komunikasi yang Efektif adalah cara tepat dalam menjalin hubungan antar sesama (Interpersonal Skills) dan berikut beberapa pokok ulasan penting dalam komunikasi:

  • Mendengarkan secara Efektif (Effective Listening)
  • Pertanyaan (Question)
  • Bahasa Tubuh (Body Language)
  • Halangan dan Hambatan (Barrier)

Mendengarkan secara Efektif dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan Karakter dan Perilaku Anda, namun ada beberapa saran sebagai berikut:

  • Mengulang Kalimat, yang berisi penegasan atau penjelasan.  Dalam pembicaraan cukup efektif Anda melakukan sesekali Penegasan atau Pengulangan kalimat yang menunjukkan atensi terhadap lawan bicara.
  • Pendorong, dengan pengulangan satu kata atau kalimat pendek, anggukan kepala, dan ucapan “YA”, “BAIK” dan lainnya.  Pendorong meyakinkan lawan bicara bahwa Anda sangat perhatian terhadap jalinan pembicaraan yang berlangsung.
  • Berdiam Diri, mendengarkan sampai akhir kalimat serta memberikan celah ruang antara dua percakapan.  Jangan terburu-buru dengan pernyataan Anda sebelum yakin mengenai makna dan isi kalimat yang diutarakan lawan bicara.
  • Ikhtisar, yaitu menyimpulkan hasil pembicaraan dan perkataan dan jika diperlukan wujudkan kesepakatan.  Kesimpulan adalah hasil Komunikasi yang Efektif agar tidak terjadi Salah Persepsi (miscommunication)

Selanjutnya Anda perlu membuat Komunikasi berlaku dua arah dengan menambahkan pertanyaan. Pertanyaan yang membantu dalam Komunikasi yaitu seperti:

  • Pertanyaan Terbuka, Bagaimana, Apa, Kapan, Dimana, Siapa, Yang Mana, Mengapa
  • Pertanyaan Hipotesis, yang memancing Imajinasi
  • Pertanyaan Tertutup, yang bisa di jawab “YA” dan “TIDAK”

Mengembangkan Ketrampilan Komunikasi memerlukan tidak hanya Latihan Kata-kata namun harus dibarengi pula menjaga Bahasa Tubuh (Body Language) yang mendukung dalam Komunikasi itu sendiri, seperti:

  • Suara (Nada Suara).  Jelas dan Sedang, tidak seperti sedang berteriak atau berbisik.
  • Kebiasaan Menghambat, Batuk-batuk, Menggaruk-garuk, Memainkan Jari.
  • Kontak Mata, yang setidaknya dilakukan dalam beberapa detik ( 5 atau 10 detik).
  • Postur Tubuh (Penampilan) yang sesuai kondisi tempat, suasana dan acara.

Setelah mampu melatih dan mengendalikan Bahasa Tubuh selanjutnya hindari adanya Hambatan dalam Komunikasi agar membantu terjalinnya Komunikasi yang lebih efektif, diantara:

  • Membandingkan, kalimat dan kata yang keluar dalam hubungan komunikasi harus menghindari adanya perbandingan, terlebih jika menyangkut lawan bicara.
  • Mata Terbuka Pikiran Tertutup atau istilah lainnya Kurang Perhatian.  Jikalau Anda sedang dalam kondisi tidak siap berkomunikasi sebaiknya ambil langkah mundur dan persiapkan diri kembali.
  • Penggunaan Bahasa yang Tidak Tepat.  Begitu luasnya pergaulan di zaman Y Generation ini sudah mengaburkan Bahasa Resmi dan Formal yang ada.  Tata kembali kosa kata Anda dalam menjalani hubungan antar personal.
  • Pengalihan Perhatian perlu juga dihindari dalam Komunikasi.  Pengalihan perhatian memberi kesan Anda tidak berminat dengan Topik Pembahasan atau Lawan Bicara.

Ketrampilan Komunikasi semakin berkembang dengan makin maraknya informasi yang cepat melalui Teknologi Informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun.  Begitu banyaknya frase-frase dalam komunikasi perlu disikapi dengan cermat Waktu, Tempat dan Lawan Bicara Anda.  Komunikasi adalah sikap yang menempatkan lawan bicara sebagai orang penting, sahabat dekat yang memerlukan kesabaran dalam mendengar, mengamati perasaan dan pikirannya serta tetap fokus pada topic pembicaraan.

One thought on “Mengasah Ketrampilan Komunikasi dalam Rutinitas Kerja

  1. nurul huda mustaqim December 4, 2013 at 10:39 AM

    great article

Leave a Reply