Cara Anda Menentukan Target Improvement dengan menggunakan Metode SMART

SMART TargetSetiap Langkah-langkah Improvement (Perbaikan, Pengembangan, Inovasi, dll) berpijak pada Target yang akan dicapai.  Sebelum melakukan Progres Perbaikan tahap demi tahap, Tim Improvement perlu menentukan dimuka target yang ingin diraih.  Target dan Tema menjadi acuan dalam melanjutkan Continuous Improvement dalam setiap lini organisasi yang berkeinginan bertumbuh kembang dan ini perlu ditetapkan diawal proyek.

Penetapan Target perlu direncanakan dengan baik melalui metode SMART (Spesific, Measure, Achievable, Realistic, Time Bond).  Lebih lanjut kita ulas mengenai Metode SMART dalam menentukan Target Improvement.

Spesific – Spesifik

Target yang akan diraih harus Jelas dan Rinci, bukan sekedar Hasil yang bersifat Umum atau Global atau sekedar lebih baik.  Misalkan Anda akan memperbaiki Waktu Service Level Standard Pelayanan Nasabah dalam pembukaan Rekening Giro di suatu Bank.  Data mengatakan bahwa Rata-rata History pelayanan Pembukaan Rekening Giro Nasabah Baru periode 3 bulan terakhir adalah 20 Menit, sejak Nasabah Duduk sampai dengan Kembali Berdiri untuk pulang.  Maka tetapkanlah Target dari “20 Menit” menjadi “15 Menit”, bukan “Kurang dari 20 menit”.  Sehingga Target Improvement Anda akan berbunyi “Memperbaiki SLS Pembukaan Rekening Giro dari 20 menit menjadi 15 menit”.  Inilah yang disebut SPESIFIK (Spesific).

Measurable – Terukur

Anda pasti berharap hasil yang luar biasa lebih baik daripada kondisi sebelumnya, dan ini adalah wajar bagi setiap individu atau tim yang ingin berkembang.  Namun dalam perjalannya tentu akan ditemui Halangan dan Rintangan, sehingga penentapan Target pun haru bersifat Measure atau Terukur.  Mulailah dengan melihat sejarah kebelakang dari Tren Kinerja sebelumnya.  Misalkan dalam suatu Manufakturing Spare Part kendaraan bermotor, data mengatakan bahwa setahun terakhir produksi Spare Part “A” berjumlah 120 unit per bulan, dan kapasitas Produksi masih dapat ditingkatkan menjadi 150 unit per bulan, karena sesuai dengan Kapasitas Mesin Produksi.  Sedemikian jika manajemen pabrik ingin meningkatkan Produksi Spare Part “A” dapat diambil angka antara 120 – 150, bukan 160 atau lebih karena tidak dapat diakomodir oleh Mesin Produksi.  Angka 130 atau Angka 140 adalah Angka yang Terukur – Measurable yang masih dapat terjangkau oleh Mesin serta Operator Mesin.

Achievable – Dapat di Raih

Keterukuran akan sebanding dengan kemudahan dalam meraihnya.  Inilah yang dimaksud dengan Achievable – Dapat dicapai dengan Proses dan Prosedur yang telah berlangsung selama ini.  Achievable atau istilah lainnya Attainable adalah mengidentifikasikan target secara jelas berdasarkan kondisi aktual yang ada sebelumnya.  Misalkan Anda berkeinginan mencapai Profit Sales Barang “XY”diangka 100Juta per bulan, dimana rata-rata keuntungan per bulan 1 tahun terakhir masih dikisaran 20Juta per bulan.  Tampak jelas bahwa Target ini tidaklah Achievable, dikarenakan pencapaian bulan-bulan sebelumnya cukup jauh dari Target yang diharapkan.  Bukan hal yang mustahil, namun peningkatan 5X lipat bukanlah perkara mudah, sehingga perlu dilakukan koreksi target menjadi 30 Juta per bulan, dimana angka ini masih dalam jangkauan secara Angka atau Achievable.

Realistic – Realistik

Target mampu mencerminkan Arah dan Tujuan Improvement dan memperjelas proses dan progres yang harus dilalui.  Semisal Anda ingin menjadi Perusahaan nomer satu dalam waktu 3 bulan sementara posisi saat ini adalah peringkat 100, dan gaps antara perusahaan Anda dengan peringkat diatasnya masih jauh, maka hal tersebut dapat dikategorikan Tidak Realistis. Adalah Realistik jika Anda ingin bergerak mencapai Peringkat 99 atau 98 pada bulan depan.  Realistic menentukan Target Improvement lebih memberi Semangat atau Passion dalam mencapainya.  Contoh lainnya adalah Jika Perusahaan Anda bergerak dalam Bidang Otomotif dan ingin beralih fungsi bulan depan pada Bidang Agro Bisnis dengan Sumber Daya yang ada merupakan hal yang tidak masuk akal atau tidak Realistik.

Time Bond – Batas Waktu

Target perlu diperjelas dengan Waktu Pencapaiannya, baik setiap minggu atau setiap bulan.  Hal ini akan mempermudah Anda menjalani tahapan kerja perbaikan secara progresif dan kontinyu.  Tetapkan batas waktu yang akan dicapai secara periodik dan lakukan monitoring dengan konsisten.  Misalkan Anda berharap Angka Pencapaian Sales Barang “XYZ” di bulan Desember berada pada kisaran 1500 Unit dan posisi saat ini bulan Agustus ada di angka 1000 Unit, maka Anda dapat menetapkan waktu pencapaian sebagai berikut:

  • September         –> 1125 Unit
  • Oktober               –> 1250 Unit
  • Nopember          –> 1375 Unit
  • Desember           –> 1500 Unit.

Target Improvement yang ditetapkan melalui Metode SMART lebih membuka wawasan Anda menjalani proses-proses Improvement dengan baik.  Target perbaikan harus berpatokan pada Angka yang Jelas (Spesific), Terukur (Measurable), Realistik (Reliastic), Dapat di Raih (Achievable)dan Bertenggat Waktu (Time Bond).

2 thoughts on “Cara Anda Menentukan Target Improvement dengan menggunakan Metode SMART

  1. Dimas February 17, 2015 at 5:25 AM

    Masukan, jika memberikan contoh dalam masing-masing tahapan tersebut dimohon satu contoh yang berkesinambungan. Misal dari awal contoh adalah perusahaan otomotif sehingga tahapan SMART adalah target perusahaan otomotif, jangan tahap S perusahaan ini, tahap M perusahaan in, tahap A perusahaan ini.
    Jika contoh tidak berkorelasi tidak akan memberikan efek pemahaman yang memadai bagi pembaca. Terimakasih.
    Anyway good article.

    • admin February 18, 2015 at 8:19 AM

      Terima Kasih atas atensi Sdr. Dimas, sebuah masukan produktif

Leave a Reply