Membuat Resume Efektif yang berguna bagi Pengembangan Karir Anda

effective resumeProses wawancara adalah kelanjutan dari proses Anda mendapatkan pekerjaan yang telah diidamkan sebelumnya.  Anda akan mencari dari berbagai sumber untuk mendapatkan lowongan kerja yang tengah diinginkan, kemudian mengirimkan aplikasi dan berharap memasuki tahap berikutnya yaitu wawancara.  Banyak sudah saran yang dapat menjelaskan bagaimana seharusnya Anda mempersiapkan diri untuk sesi wawancara, namun perlu diketahui bahwa ada hal terpenting yang akan membawa Anda pada sesi wawancara tersebut yakni daftar riwayat hidup yang disertakan pada surat lamaran.

Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi adalah Anda mencantumkan semua pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki, dimana hal ini akan cukup merugikan diantaranya :

1.  Praktisi SDM akan sulit mengingatnya.

Secara alamiah, otak Anda akan kesulitan merekam dan mengingat banyak hal hanya dengan sekali baca. Tentunya, sulit juga bagi praktisi HRD untuk mengingat siapa Anda ketika Anda menyebutkan bahwa Anda adalah lawyer, marketer, ahli sosial media dan ahli finance pada saat yang bersamaan. Daripada demikian, lebih baik Anda memilih salah satu yang paling penting, relevan dan akan membantu Anda mengerjakan job-desc dari posisi yang Anda lamar.

2.  Narasi yang singkat.

kandidat menyampaikan narasi yang rapih dan memahami bahwa orang tersebut memang kompeten. Dan meskipun kandidat tetap menuliskan skill-skill lain yang ia miliki di dalam resume, ia tidak menekankan pada hal itu. Pelajaran yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah, Anda tidak perlu memamerkan keterampilan sebagai akuntan apabila yang dibutuhkan adalah salesperson. Hal ini justru akan menimbulkan delusi bagi pewawancara dan membuat ia kebingungan menganalisis passion apa yang Anda miliki.

3.  Tampilan tidak profesional.

Anda bisa menemukan banyak artikel tentang bagaimana seharusnya menulis resume. Ada yang mengatakan bahwa untuk melamar di perusahaan IT, pemberi kerja akan sangat membenci resume yang terlalu panjang. Dan sebenarnya bukan hanya IT saja, di perusahaan mana pun, resume yang terlalu panjang tidak begitu diminati. Kemampuan untuk mempersingkat proses hampir menjadi skill terpenting yang menentukan keberhasilan Anda masuk kerja.

4. Tunjukkan Impresi bukan Ceritakan.

Salah satu tips yang dapat Anda gunakan untuk menumbuhkan kesan positif dari pemberi kerja adalah menunjukkan skill Anda, bukan menceritakannya panjang lebar di dalam resume. Misalnya saja, Anda menawarkan sebuah solusi bagi masalah yang sedang dihadapi perusahaan. Atau Anda jelaskan pandangan Anda mengenai cara marketing yang bisa dicoba oleh perusahaan tersebut misalnya. Banyak hal dapat Anda lakukan dan membuktikan kepada calon pemberi kerja bahwa Anda memang berkualitas dan itu bukan dengan menuliskan cerita panjang di resume.

5. Resume Panjang menyiratkan Keputusasaan.

Melamar pekerjaan seperti layaknya Anda berkencan untuk pertama kali. Apabila orang yang Anda kencani terus menerus mengatakan bahwa dia memiliki bakat di bidang apa saja justru Anda akan merasa tidak tertarik. Masalahnya, orang yang berbakat dan bagus di segala bidang itu hampir tidak ada. Yang ada, Anda akan menganggap itu berlebihan dan bohong belaka.

Dengan melihat pada lima hal tersebut, Jika Anda ingin melamar kerja, pastikan mereka akan paham siapa Anda dengan membaca resume. Pastikan bahwa Anda adalah jawaban dari kebutuhan mereka sehingga ingin mendengar lebih lanjut tentang Anda.

Leave a Reply