Membuat Kesan Pertama yang Menarik bagi Seorang Introvert

kesan pertama yang hebat bagi seorang introvertDalam sebuah forum atau pertemuan sosial yang baru pertama kali Anda datangi, sebagai seorang introvert mungkin Anda akan canggung dan lebih memilih berada di belakang menjadi sekedar pengamat.  Berbeda dengan ekstrovert, yang secara natural adalah People Person, akan mudah mereka membuka sebuah komunikasi, dan terlibat pembicaraan yang intensif. Ekstrovert akan mudah menikmati suasana baru dan menikmati orang-orang baru disekitar mereka.  Seorang Introvert akan mencari sudut ruangan dan menikmati minuman mereka sendiri sambil mencari-cari orang yang dapat diajak berkenalan karena mempunyai kesamaan.

Dikutip dari inc.com, Nick Boothman, penulis buku terlaris “How to Make People Like You in 90 Seconds or Less” menjelaskan bagaimana untuk membuat kesan pertama yang hebat di sebuah pertemuan sosial.

1.  Sesuaikan Perilaku Anda

Saat berkenalan dengan orang baru seorang introvert akan mudah gugup dan canggung.  Mereka tidak mungkin akan setenang ekstrovert, dan mereka akan mempunyai pergelutan batin yang menjadikannya gugup.  Boothman mengajarkan agar seorang introvert bercermin dan berkata “Great” berulang-ulang dengan nada dan intonasi yang berbeda-beda.

2.  Senyum dan Tatap Mata

Seorang introvert lebih memilih melihat ke bawah atau ke samping manakala bertatap muka dengan orang lain.  Mereka melakukannya karena tidak ingin orang lain tidak nyaman dengan kehadiran mereka, namun dampaknya seorang introvert dapat dinilai arogan dengan tidak memandang mata lawan bicara.  Cobalah secara natural Anda melihat mata lawan bicara, dan perhatikan warnanya.  Hal ini akan mempermudah Anda melawan kegugupan dan rasa canggung berhadapan dengan mereka.  Belajarlah Anda “mengumbar” senyum manakala melihat warna mata lawan bicara.  Cara ini cukup efektif mengurangi rasa gugup Anda.

3.  Bahasa Tubuh Terbuka

Meski Anda seorang introvert yang cenderung tertutup, namun dalam berkomunikasi dengan orang lain, adakalanya Anda perlu belajar terbuka.  Meski Anda jarang berbicara banyak, namun hal ini dapat diperbaiki dengan bahasa tubuh yang terbuka.  Hindari menyilangkan tangan didepan tubuh Anda, atau sikap yang menandakan keraguan dan sikap permusuhan.  Usahakan Anda dapat membuat bahu dan lengan lebih rileks dan santai.  Postur tubuh Anda akan menunjukkan kesiapan Anda dalam memberikan kepercayaan pada orang lain.

4.  Sesuaikan Intonasi dan Gerakan Anda dengan lawan bicara

Jika lawan bicara Anda berbicara cepat, mungkin Anda perlu mengikuti iramanya dengan bicara cepat pula. Jika mereka pelan dalam berkata-kata maka ucapkan pula kata-kata Anda dengan pelan.  Sesuaikan ucapan dan gerakan tubuh Anda dengan lawan bicara, meski tidak harus sama persis.  Hal ini akan membangun sebuah ikatan emosional yang menandakan Anda respek dan peduli dengan mereka.

Seorang ekstrovert akan berlaku tidak sadar atau cenderung spontan dalam menyesuaikan dirinya, namun seorang introvert akan memperlakukannya dengan cara berlatih, yakni latihan intelektual.

5.  Carilah Hal Umum untuk dibicarakan

Daripada berbicara bahasa bisnis yang mungkin tidak nyaman bagi Anda, lebih baik Anda mengajak lawan bicara dengan pembahasan yang umum, seperti acara hiburan, dunia kesehatan dan lainnya, yang sekiranya Anda tidak akan canggung dengan topik pembicaraan.  Setelah Anda saling mendengarkan dan saling bertanya, maka cobalah untuk membuat percakapan santai.  Sebagai contoh, Anda melihat rekan kerja tengah menulis daftar rencana kunjungan wisata, dan kebetulan Anda pernah mengunjungi tempat tersebut, maka Anda dapat berbagi pengalaman kepada mereka.  Percakapan yang dilakukan untuk membahas topik umum akan terbentuk lebih santai dan alami.

Leave a Reply