Memberikan Kebebasan Tanpa Lepas Kontrol dalam Manajemen Strategi

Memberikan Kebebasan Tanpa Lepas Kontrol dalam Manajemen Strategi
Memberikan Kebebasan Tanpa Lepas Kontrol dalam Manajemen Strategi

Sebagai Pemilik Bisnis atau sebagai Pimpinan Top Manajemen sebuah Organisasi tentunya Anda disaat awal akan menggunakan semua potensi yang ada seorang diri, sebelum melakukan pemberdayaan kepada orang-orang yang Anda percaya.  Pada awalnya Anda akan mengontrol sendiri Keuangan, Pemasaran, Desain Produk dan lainnya seorang diri.  Pada akhirnya Anda memerlukan kepanjangan tangan agar hasil kerja lebih maksimal dan Anda dapat meluangkan waktu lebih dalam membangun organisasi kedepannya.  Dalam Manajemen Strategi yang Baik, Anda perlu memberikan Kebebasan kepada Karyawan untuk Berkreasi, namun Kontrol dan Monitoring tidak boleh Lepas.

Dalam pemberdayaan ini tentunya Anda sangat berharap terjadi Kebebasan yang Bertanggung Jawab oleh orang-orang tersebut.  Otonomi yang menjadi kebutuhan dasar setiap manusia menjadi komponen penting dalam lingkup kerja dan usaha.  Otonomi menjadi suatu dorongan bagi kepentingan pribadi dan kenyamanan kerja.  Orang-orang Anda akan merasa lebih Bahagia, Termotivasi, Komitmen dan Stressless.  Manfaat Kebebasan atau Otonomi ini bagi Anda adalah Turunnya Turnover dan Naiknya Produktivitas, Kreativitas dan Inovasi sehingga berimbas pada Kinerja secara Global.

Berikut beberapa Tip bagi Anda dalam memberikan Kebebasan Tanpa Lepas Kontrol:

  1. Tentukan Tujuan (Goals). Ketika Organisasi Anda tumbuh tentu harapannya adalah sebuah bentuk Organisasi yang Adaptif bukan Hierarkis, dan Anda sangat berharap orang-orang yang terlibat mampu bereksperimen dan membuat sebuah permainan dalam pengambilan keputusan (game-time decisions).
    Untuk mendorong kreativitas, berikan pedoman yang jelas tentang kualitas sebuah proyek, tenggat waktu, dan tujuan, tapi tinggalkan selebihnya pada karyawan Anda. Tim Anda mungkin tidak melaksanakan proyek persis seperti yang akan Anda lakukan, tetapi strategi mereka mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik. 
  2. Menentukan Kontrol dan Pertimbangan (Check & Balances). Sebagai pemilik bisnis dan pemimpin organisasi, Anda harus bergairah tentang ide-ide Anda, tetapi antusiasme dapat menjadi kewajiban (baca:beban) ketika tidak adanya pendapat kedua. Setiap pemimpin tentunya memiliki Pemikiran yang Bias dan Perilaku Salah. Anda perlu membangun sebuah mekanisme ketika terbukti adanya kesalahan dan memungkinkan adanya ruang kebebasan untuk memperdebatkan strategi lain.  Untuk itu hindari diri Anda menjadi seorang “Yes-Man”.
  3. Kenali diri Anda (Know Yourself). Sebagaimana Anda memungkinkan kebebasan bagi orang lain dan tanggung jawab, maka memahami diri sendiri akan sangat membantu Anda dalam masa Transisi ini.  Anda harus cukup legowo untuk mengatakan, “aku akan mempekerjakan orang keuangan yang memiliki pengalaman lebih di bidang keuangan daripada saya dan saya tidak akan mengerti segala sesuatu yang mereka lakukan”.  Cobalah lakukan beberapa Test Kepribadian (Personality Test) sehingga Anda mampu melihat secara overall dunia kerja dan lingkup organisasi. Sangat penting untuk memahami perasaan sendiri dan memiliki perasaan tentang apa yang orang lain rasakan di sekitar Anda, yang disebut sebagai Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient). Anda dapat mengidentifikasikan apa yang memotivasi karyawan dan memberdayakan mereka dengan cara mereka sendiri.

ikhtisar.com

Leave a Reply