Pengembangan Budaya Perusahaan dengan Membangun Kompetisi yang Sehat di kantor

kompetisi sehat dalam kantorOrganisasi akan bertumbuh dan berkembang manakala setiap individu didalamnya selalu memberikan atau berkontribusi maksimal sesuai kompetensi mereka. Para ahli marketing dan selling, bergabung dengan ahli financial planning, serta berkolaborasi dengan para risk analyst dan didukung oleh operational team yang solid, akan membuat sebuah organisasi makin kuat dan bertahan lama.
Namun demikian, meski telah tercipta sebuah harmonisasi kerja antar divisi dan departemen, namun semua perlu dipicu dengan sebuah stimulan yang sehat, yakni kompetisi. Kompetisi yang sehat tentunya, bukan sekedar kompetisi untuk menang dan kalah, melainkan kompetisi sehat yang mengedepankan konsep menang-menang dan saling peduli.
Bagaimana Anda sebagai pemimpin perusahaan dapat membangun dan mengembangan budaya perusahaan yang kompetitif antar struktur organisasi namun tetap sehat dan saling menguatkan?. Charles M Schwab, salah satu businessman Amerika pada awal abad 19 mengatakan, “Cara untuk menyelesaikan sesuatu adalah dengan menstimulasi kompetisi”. Menurut Schwab dalam bisnis bajanya, kompetisi berarti mendorong terjadinya kompetisi antara pegawai siang dan malam dengan menuliskan nomor produksi masing-masing tim. Dengan cara ini, Schwab berhasil menjadikan stimulus bagi setiap shift kerja agar makin produktif setiap hari.
Dikutip dari entrepreneur.com, maka taktik dari pabrik baja ini dapat diterapkan dalam strategi manajemen modern, yaitu berupa keseimbangan kerjasama tim dan kompetisi yang sehat.

1. Ingatlah bahwa ini adalah Permainan
Setiap individu akan merasa bergairah dalam sebuah permainan. Jadikanlah cara Anda bekerja bagaikan cara bermain, dimana ada momen-momen yang selalu Anda cari untuk memperoleh kesenangan. Semisal sebagai seorang akuntan, tidak mengharuskan Anda berdiam di belakang meja selama berjam-jam. Anda dapat melakukan analisa akuntansi di kantin kantor sambil mengajak rekan kerja, Anda akan bekerja pada sudut kiri dan rekan Anda pada sudut kanan. Setelahnya masing-masing akan saling mempresentasikan analisanya. Cara kerja ini adalah kompetisi sehat ibarat permainan. Tidak ada menang kalah dalam analisa, karena masing-masing mempunyai penilaian pada obyek yang berbeda.

2. Carilah Kandidat yang tepat
Sebelum Anda membuat kompetisi permainan dalam perusahaan, maka pastikan orang yang Anda libatkan adalah tepat. Meski mereka mempunyai pengalaman yang cukup matang, namun jika karakternya tidak mendukung suasana kompetisi, maka rencana Anda akan sulit terwujud. Kandidat dalam kompetisi yang sehat adalah individu yang menyenangkan dan mempunyai tujuan pribadi. Kandidat yang tepat adalah calon yang mengharapkan mereka akan mendapatkan sukses sebagaimana orang lain memperolehnya.

3. Terjemahkan Pengalaman Atletik dalam Kerjasama Tim
Carilah kandidat yang mempunyai pengalaman dalam dunia atletik, meski bukan seorang atlit profesional. Para atlit adalah individu yang mempunyai motivasi diri yang kuat dalam diri mereka dan hal ini sangat baik dalam membangun sinergi tim dan mengembangkan kompetisi sehat. Atlit merupakan individu yang mau berbagi dengan orang lain bagaimana menciptakan dan meraih tujuan.

Leave a Reply