Membangun Fundamental Kerjasama yang Berkelanjutan dalam Organisasi Bisnis

membangun-fundamental-kerjasama-tim-yang-solid-berkelanjutan

membangun-fundamental-kerjasama-tim-yang-solid-berkelanjutan

Sebuah tim dikatakan berhasil jika mampu bekerja bersama dan menghasilkan lebih dari yang dicanangkan.  Dan dalam hal ini Anda akan mendengar istilah Teamwork, Kerjasama Tim atau ujung-ujungnya berupa Sinergi.  Membangun tim dan menjadi sebuah Teamwork bukanlah perkara mudah, dan bukan pula hal yang mustahil atau sulit dilakukan.  Rumus dasarnya adalah bagaimana masing-masing orang dalam tim mau dan mampu berperan dalam bidangnya tersebut, sekaligus ada leader yang akan mengkombinasikannya menjadi sebuah mahakarya tim yang solid.  Membangun fundamental kerjasama yang berkelanjutan (ever lasting) dalam organisasi bisnis merupakan tagline yang common dipergunakan, dan Anda sebagai pemimpin tim wajib tahu bagaimana mewujudkannya.

Dalam bisnis dan kehidupan, tidak ada kemitraan atau kerjasama yang selalu cocok sempurna. Itu sebabnya Anda harus memiliki proses yang solid di tempat dimana tantangan, badai dan halangan akan selalu muncul.  Kemitraan dalam bisnis tidak melulu berbicara antar dua entitas, namun juga terkait dengan kerjasama pengembangan produk, peningkatan pelayanan nasabah dan lainnya.

1.  Mulailah dari Hal Kecil

Saat Anda ingin membel mobil, tentu lebih tepat jika Anda melakukan Test Drive, sehingga penggunaan kendaraan dalam jangka panjang dapat diantisipasi hal-hal yang akan terjadi.  Pengenalan awal selalu dimulai dengan hal kecil, dan berlanjut kepada yang lebih komplek.  Mulailah Anda terlibat dalam  hal-hal kecil, sehingga lambat laun tercipta sebuah chemistry, dan siap menjajaki kerjasama yang lebih besar.

2.  Lakukan secara Tertulis

Sebelum masuk ke agenda kerjasama yang besar, dan sebelum Anda mulai berbagi informasi dan strategi yang berkaitan dengan perusahaan Anda, lakukanlah kesepakatan bersama. Dapat berupa sesuatu yang lebih dari sekadar informal seperti Nota Kesepahaman (MOU), atau perjanjian layanan yang menetapkan manfaat Kualitatif dan Kuantitatif dari kesepakatan Anda.  Ini jika Anda tengah berhubungan dengan pihak luar perusahaan.

Namun jika dalam organisasi perusahaan yang sama, gunakanlah sebuah Project Chapter yang sudah disepakati, agar masing-masing melihat dan mengingat tugas dan tanggungjawab peran mereka dalam tim.  Kesepakatan dapat dinegosiasikan pun dapat pula dikompromikan, namun sekalinya sudah dipahami bersama, dan siap untuk dieksekusi, maka masing-masing pihak perlu berkomitmen dengan apa yang sudah dituliskan tersebut.  inilah mengapa untuk membangun fundamental kerjasama yang solid dan berkelanjutan, perlu dilakukan secara tertulis dan dituangkan bersama.

3.  Mengelola Harapan dan Berkomunikasi

Komunikasi adalah alat utama sebuah keberhasilan.  Jika Anda dan anggota tim salah mentafsirkan sesuatu, maka komunikasi tidak berjalan baik, dan jika komunikasi gagal selaras, sudah pasti proyek yang digadang-gadang dapat tersendat bahkan terhenti.

Sudah saatnya Anda melihat kenyataan. Coba dipahami hal-hal apa saja yang menstimulan setiap bisnis ingin keluar dari kemitraan atau kerjasama? Jangan Anda hanya membatasi diri dari persamaan sisi bisnis, Anda perlu juga saling terbuka akan hal-hal yang berpotensi menjadi friksi dan kebuntuan.

Masing-masing perlu memikirkan harapan dan perilaku yang diinginkan, seperti kecepatan, ketepatan, waktu penyelesaian, penanganan isu-isu, layanan pelanggan, budaya dan lainnya.  Ceritakan kemitraan kerjasama Anda yang lalu, baik yang berhasil dan sukses maupun yang gagal berantakan.  Komunikasi terbuka sejak awal, dan bangunlah nilai-nilai integritas.

Leave a Reply