Membangun Budaya Peduli dalam Organisasi dengan Cara Sederhana

budaya-peduli-dalam-perusahaan

budaya-peduli-dalam-perusahaan

Budaya sudah merupakan tatanan organisasi yang tidak terganti untuk dibangun, dikembangkan dan dipertahankan agar menjadikan perusahaan selalu bertumbuh berkembang sesuai visi misi.  Budaya perusahaan yang kokoh merupakan salah satu pilihan utama bagi para talenta profesional menentukan tempatnya berkarir.  Salah satu faktor yang bisa dijadikan budaya perusahaan yakni kepedulian atau caring.  Membangun budaya peduli dalam perusahaan atau organisasi bisnis tidak lepas hanya kepada karyawan semata dan pelanggan Anda.  Lebih luas ternyata budaya peduli meliputi : Pemimpin peduli kepada Karyawan, Karyawan saling peduli satu sama lain, Karyawan peduli pada Pelanggan dan semua orang peduli kepada Tujuan Perusahaan.  Kepedulian setiap lini organisasi akan mempermudah perusahaan dalam menerapkan manajemen yang solid dan berdaya guna.  Budaya perusahaan sudah menjadi salah satu Manajemen Strategi yang banyak dijadikan dasar arah tujuan perusahaan dibangun.

Budaya perusahaan penting karena berdampak secara mendasar yakni Employee Engagement, dan ini berpengaruh pada Absensi, Retensi dan Produktivitas.  Demikian pula budaya juga berpengaruh pada Customer Experience, yakni karyawan yang bahagia akan berpengaruh terhadap pelayanan pelanggan dan memberikan pelanggan mengalami hal yang sama pula.  Budaya peduli sekali lagi akan menjelaskan “apa yang mendasari seseorang melakukan tindakannya”, “apa yang mereka yakini dan sejauh mana dampaknya”.  Inilah yang menjadi pertanyaan dasar sehingga Anda dapat membangun Budaya Peduli dalam Perusahaan agar selalu berkembang berkelanjutan.

1. Jelaskan dan Komunikasikan Tujuan Anda

Memperjelas tujuan dan komunikasikan tujuan Anda. Bagian dari membangun komunitas yang peduli adalah dengan menyelaraskan apa yang Anda percaya sebagai perusahaan dengan apa yang Anda lakukan dan bagaimana Anda melakukannya. Karyawan harus memahami bisnis ‘tujuan Anda untuk membantu mencapainya. Pelanggan harus percaya pada tujuan itu dalam rangka untuk terlibat dengan merek Anda. Ini adalah tentang memahami bukan hanya apa produk adalah bahwa perusahaan Anda atau merek membuat atau memberikan, tapi peduli tentang mengapa hal itu penting

2. Pemberdayaan dan Keterlibatan

Jadi bagaimana cara Anda mendapatkan karyawan, pelanggan dan dunia luar untuk terlibat dengan apa yang Anda yakini? Anda tidak bisa memaksa keyakinan kepada semua orang, dan Anda tidak bisa memaksa karyawan dan pelanggan untuk peduli terhadap tujuan Anda.  Inilah yang mewajibkan Anda membuat sebuah alat bantu agar setiap karyawan merasa terlibat dalam tindakannya membantu perusahaan.

3. Diluar Manual

Tentu saja, pemberdayaan bukan semata tentang menyediakan manual dan skrip kerja yang kaku. Kadang-kadang pemberdayaan adalah tentang menyediakan izin kepada seseorang berlaku diluar standar baku.  Standar baku yang mungkin tidak aplikatif dapat dimodifikasi secara spontan dengan tetap melihat aspek risikonya.

Leave a Reply