Memahami Pentingnya Ketrampilan Komunikasi bagi Pengembangan Diri Anda

memahami pentingnya ketrampilan komunikasiHubungan antar personal akan terjalin baik jika komunikasi kedua pihak berjalan baik dan saling memahami satu sama lain.  Komunikasi sangat krusial posisinya dalam hubunganantar individu, baik urusan pekerjaan atau urusan pribadi lainnya.  Komunikasi bertujuan untuk memastikan sebuah pesan tersampaikan dan dipahami oleh lawan komunikasi.  Karena itulah usaha pihak yang terlibat, baik pemberi pesan maupun penerima pesan sangat saling bergantungan.  Jika pemberi dan penerima mendapatkan informasi yang sama maka itulah hasil yang diharapkan dari sebuah komunikasi.

Untuk berhasil dalam komunikasi perlu beberapa faktor yang Anda harus ketahui, diantaranya adalah Pemahaman dari Isi Pesan yang akan disampaikan, Pemahaman akan penerima yang Anda tuju, pemahaman bagaimana cara Anda menyampaikannya.  Hambatan dalam komunikasi dapat terjadi pada setiap tahap, seperti pengirim pesan, isi, channel , penerima, umpan balik dan context.

Berikut tahapan-tahapan yang Anda perlu pelajari agar dapat mengurangi hambatan dan menjadikan Anda handal berkomunikasi. Dikutip dari “The Mathmatical Theory of Communication”, University of Illinois, berikut diagram tahapan komunikasi yang Anda akan lalui.

Communications Process#Source (Sumber Informasi)

Sebagai sumber informasi, Anda harus jelas tentang tujuan Anda berkomunikasi ada apa yang diinginkan.  Anda perlu percaya diri dengan isi pesan yang akan disampaikan, dan yakin bahwa informasi tersebut bermanfaat dan tepat (akurat).

#Message (Isi Pesan)

Isi dari informasi yang akan disampaikan.  Pastikan informasi Anda singkat, jelas dan akurat.

#Encoding (Pemilihan Kata)

Sebuah proses mentransfer informasi yang ingin Anda komunikasikan menjadi bentuk yang dapat dikirim dan benar diterjemahkan kepada penerima.  Hal ini tergantung pada kemampuan Anda dalam menyampaikan informasi secara jelas dan sederhana, dan pada kemampuan Anda mengantisipasi dan menghilangkan sumber kebingungan, seperti budaya, asumsi keliru, dan informasi yang hilang. Bagian penting dari encoding adalah mengetahui audiens Anda: Kegagalan untuk memahami dengan siapa Anda berkomunikasi akan menghasilkan penyampaian pesan yang salah paham.

#Channel (Cara)

Pesan yang Anda sampaikan akan melalui channel (saluran), dapat berupa penyampaian lisan (tatap muka, telepon dan konferensi video) dan tertulis (surat-menyurat, email, memo, dan laporan).

Saluran yang berbeda memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda. Sebagai contoh, memberikan daftar panjang secara lisan, atau mengkritik seseorang melalui email.  Cara yang tidak tepat hanya akan menambah masalah Anda.

#Decoding (Pengartian Kata)

Sama dengan encoding, ketika pesan Anda telah sampai pada penerima, namun dengan kemampuan dan analisa yang terbatas, maka informasi yang tersampaikan memiliki pengertian yang berbeda.  Keterlibatan penerima pesan seperti membaca lebih teliti, atau mendengarkan lebih fokus, sangat berperan memberikan hasil penerimaan informasi yang valid dan tepat.

#Receiver (Penerima Pesan)

Sebagai komunikator yang baik Anda perlu tahu audiens penerima pesan, karena masing-masing orang akan mempunyai tanggapan yang berbeda dengan pesan Anda.  Jangan pernah berharap setiap orang akan menerima pesan yang sama.

#Feedback (Umpan Balik)

Setiap pendengar dan penerima pesan akan memberikan umpan balik pada pesan Anda, baik secara lisan ataupun tulisan.  Perhatikan dengan seksama masukan dan inputan mereka, karena dengan inilah Anda tahu apakah mereka paham atas informasi Anda ataukah tidak.  Ketika Anda melihat adanya kesalahpahaman maka ada kesempatan Anda menjelaskan lebih lanjut.

#Context (Situasi)

Pesan Anda terkirim dalam kondisi dan situasi tertentu, jika suasana hati penerima tidak baik, pesan Anda tidak akan tersampaikan secara aktual, pun sebaliknya jika suasana hati Anda kurang stabil, penerima pesan pun akan menanggapinya berbeda.  Kondisi lingkungan sangat berpengaruh pada pesan dan informasi yang akan Anda sampaikan.

Leave a Reply