Melakukan Evaluasi Efektif bagi Performa yang Buruk

Evaluasi Efektif bagi Performa yang Buruk

Evaluasi Efektif bagi Performa yang Buruk

Dalam kondisi pasar dan kompetisi yang sangat dinamis bahkan tidak menentu, banyak orang akan memikirkan berubah haluan dalam pekerjaan dan karirnya.  Jika Anda melihat beberapa data hasil survey ternyata cukup mengejutkan, bahwa lebih dari 30% orang akan memilih berganti pekerjaan setiap tahunnya.  Dengan kondisi hasil survey tersebut dapat dipahami bahwa menjaga Performa Manajemen sangat tidak mudah, terlebih dengan banyaknya Tingkat Performa Karyawan yang belum mencapai target.  Kinerja setiap Individu sangat berpengaruh dengan pencapaian Organisasi khususnya, maka perlakuan terhadap kinerja masing-masing karyawan akan menentukan perjalanan organisasi dalam jangka panjang.  Salah satu hal penting dalam mempertahankan Kinerja dan Performa Karyawan adalah Umpan Balik (Feedback) dari Atasan kepada Tim pada saat Evaluasi atau Performance Review, terlebih ketika terjadi Pemburukan Kinerja.  Melakukan Evaluasi Efektif bagi sebuah Hasil Kinerja yang Buruk adalah cerminan Strategi People Development.

Konsistensi Penilaian Kinerja sangat sulit dilakukan ketika Anda sebagai Pimpinan melakukan Review yang terlalu Luas dan Tidak Fokus.  Penilaian Kinerja terlebih yang mencapai hasil buruk harus dilakukan dengan cara yang lebih spesifik sehingga ulasan dapat dilakukan Efektif dan Mudah.  Berikut beberapa Tip yang dapat Anda lakukan dalam melakukan review untuk meningkatkan fungsi sumber daya manusia organisasi Anda.

1.  Keluar dari Belakang Meja

Jangan dibiasakan Anda dalam melakukan Review, hanya berdua dibelakang meja.  Gunakan ruangan khusus yang dapat menyajikan Presentasi dari Performa Buruk tersebut, sehingga Anda mampu melihat lebih jelas secara Helicopter View.  Ruang Konferensi lebih memberikan kondusivitas keadaan dan suasana Netral lebih mampu Memfasilitasi Percakapan dan Komunikasi Anda dan Tim daripada membuat Karyawan seolah hanya dimarahi.  Keadaan tersebut membuat Anda lebih memanusiakan karyawan dan lebih membuka kemungkinan solusi perbaikan yang harus dilakukan.

2.  Pahami Gaya Komunikasi Karyawan

Sebagai seorang Pimpinan atau manajer yang baik Anda perlu mengetahui dan memahami bagaimana cara mereka berkomunikasi baik kepada Anda maupun kepada rekan sesama Anggota Tim.  Beberapa diantara mereka lebih nyaman dengan memulai berbicara mengenai Pribadi dan Keluarga sementara yang lainnya lebih cenderung langsung pada Pokok Permasalahan dan Evaluasi yang akan dilakukan.  Sifat Ekstrovet dan Introvet yang sangat bertolak belakang perlu Anda cermati dalam Forum Review ini, sehingga lebih memungkinkan mereka mendengar Anda dalam Evaluasi tersebut.

3.  Jangan Berlaku bak Karung Pasir

Karung Pasir yang berlobang akan membuang banyak pasir namun tidak dalam waktu singkat,  sedikit demi sedikit dan pada akhirnya akan habis.  Perumpamaan ini menjelaskan kepada Anda, jangan berlaku mengorek kesalahan sedikit demi sedikit dimana pada akhirnya Anda tidak menemukan sedikitpun kebaikan.  Lebih baik Anda berlaku Spontan dan Jujur, dimana ketika Anda melihat maka katakanlah, seperti pada saat berlangsung Diskusi Kerja, Anda dapat langsung memberikan Tanggapan dan Pendapat tanpa menunggu momen dikemudian hari.  Anda tidak perlu menyimpan begitu banyak catatan kesalahan karyawan sepanjang tahun dan menggunakannya sebagai senjata untuk mengentahkan keluhan mereka.  Ketika Anda perlu mengoreksi perilaku, segera dieksekusi ketika Anda melihatnya dan berikan perubahan positif. Ketika Anda ingin memperbaiki Performa Buruk, maka selalu diskusikan Pencapaian Terbaik mereka sebagai Umpan Balik.

4.  Lakukan Percakapan Dua Arah

Komunikasi akan tercipta ketika terjadi timbal balik dalam percakapan atau diskusi.  Berikan tidak hanya Umpan Balik pada karyawan Anda, namun berikan pula Pekerjaan Rumah, sehingga pada saat Anda akan melakukan Review mereka tentu perlu mempersiapkan diri.  Anda tidak perlu meminta Umpan Balik selama proses review, karena tidak semua karyawan memiliki kemauan untuk itu, namun dengan mencari tahu Tantangan Pekerjaannya, sudah cukup Anda dalam memprediksikan Kemauan dan Kemampuan Karyawan dalam mencapai Performa yang Baik.  Berikan kesempatan mereka berpikir tentang Prestasi Terbaiknya sehingga membantu Anda memahami kesulitan, tantangan dan prioritas kerja mereka selama setahun terakhir.  Percakapan Dua Arah akan membangun Semangat dan Motivasi dibandingkan Adjustment yang justru membuat Demoralisasi.

Performa Buruk bukan akhir dari sebuah Pencapaian, karena akan tiba saatnya Anda dan sebagian orang mengalami Kemunduran dalam Kinerja, sehingga perlu Refleksi dan Introspeksi untuk kembali mengejar Ketertinggalan.  Performa Buruk perlu didiskusikan dengan cara-cara unik dan bijak, terlebih jika performa buruk terjadi karena kondisi Internal Organisasi maupun kondisi Individu yang terlibat didalamnya.  Lakukanlah Evaluasi Kinerja dan Performa Buruk secara Personal.

Comments
  1. danu adji | Reply
    • Ikhtisar | Reply
  2. pusatkonveksisby | Reply

Leave a Reply