Manual Praktis dalam Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

manual praktis pengambilan keputusan yang lebih baik
manual praktis pengambilan keputusan yang lebih baik

Banyak orang punya kendala dalam pengambilan keputusan, namun demikian dalam sebuah bisnis pengambilam keputusan adalah sangat krusial.  Anda tidak mungkin berlama-lama dalam mempertimbangkan berbagai aspek, sehingga baru membuat keputusan setelah momen berakhir atau menjelang akhir.  Pengambilan keputusan merupakan sebuah seni dalam Manajemen Strategi.  Jika terlalu cepat dan prematur, mungkin akan terjadi kesalahan, dan jika terlalu lama, maka berdampak kerugian lainnya.  Ketepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan adalah seni manajemen strategi yang perlu dipelajari.  Pengambilan Keputusan merupakan sebuah Manual Praktis yang dapat dipahami dengan lebih baik, seiring semakin seringnya Anda menghadapi berbagai kondisi dan situasi bisnis.

Tidak peduli apa bisnis Anda, dimana posisi Anda, atau sebanyak apa pengalaman Anda, ketrampilan pengambilan keputusan dapat dilakukan semakin baik setiap saat.  Membuat keputusan yang lebih baik akan mendekatkan Anda pada pencapaian goals, memperluas perspektif, meningkatkan kenyamanan dan memperbanyak apresiasi diri dalam hidup.  Bagaimana menjadi seorang profesional yang mampu membuat pengambilan keputusan yang lebih baik?

Konsep Pengambilan Keputusan yang Baik

Definisi dari kualitas keputusan tergantung dengan dampak akhir atau outcome setelahnya.  Dan semakin tingginya level subyektivitas terjadi, maka akan semakin sulit menilai kualitas keputusan yang sudah ditetapkan.  Kualitas keputusan perlu dilihat sendiri apakah memberikan efek yang lebih baik atau lebih buruk, sehingga kelak saat Anda berhadapan pada pilihan untuk pengambilan keputusan, maka Anda dapat memprediksikan potensi yang akan berdampak positif.

1.  Keputusan Logika diatas Emosional atau Perasaan

Jika emosi sudah berada diatas logika, maka sebuah masalah akan tampak bias dan tidak jelas.  Keputusan harus dilandasi dengan logika dasar, untuk menunjukkan obyektivitas, dan didukung melalui fakta serta data yang valid.  Pengambilan Keputusan yang lebih baik wajib berdasarkan fakta dan data, serta harus obyektif menurut logika.

2.  Keputusan berdasar Pemikiran dibandingkan Impulsif

Anda telah menghabiskan banyak waktu menghadapi berbagai masalah, maka tentu akan sangat mudah bagi Anda mengerti dan paham terhadap keadaan yang terjadi.  Saat anda tengah menghadapi kondisi pengambilan keputusan, maka lakukan pemikiran yang seksama, jangan semata-mata bergerk menurut kata hati.

3.  Keputusan yang Fleksibel daripada yang Absolut atau Mutlak

Banyak hal berubah dengan cepat dan sering terjadi, sehingga dalam pengambilan keputusan, perlu Anda sikapi dengan fleksibilitas atau opsi-opsi yang menyesuaikan keadaan.  Keputusan yang absolut atau mutlak akan sulit mengikuti perubahan yang juga bersifat absolut.  Perubahan tidak mungkin dicegah atau dihindari, sehingga keputusan Anda lah yang perlu menyesuaikan dengan perubahan.

Leave a Reply