Manfaat Membangun Kepercayaan Diri Karyawan Anda

percaya diri karyawanMengutip dari ungkapan Johann von Goethe yang pernah mengatakan bahwa, “treat people as if they already are competent, and you’ll help them to become so.” Anda sebagai pemimpin organisasi harus memperlakukan orang seolah-olah mereka sudah berkompeten sehingga hal ini akan membuat mereka benar-benar kompeten.

Tidak ada bedanya dengan cara Anda menumbuhkan rasa percaya diri karyawan, semakin meningkat percaya dirinya, semakin meningkat pula ketajamannya dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan dan bahkan kinerja dan performanya akan membaik.

Sebagai seorang manager atau supervisor, Anda dapat menumbuhkan rasa percaya diri karyawan dengan berbagai cara, misalnya:

1. Memberikan pujian

Ketika mendapati karyawan melakukan tugasnya dengan baik, memberinya pujian adalah tindakan yang tepat. Memberi pujian pun ada seninya, kita tidak cukup hanya mengatakan, “kerjaan kamu bagus”, tetapi juga memberikan feedback di dalam pujian tersebut. Misalnya saja, “Ide kamu untuk membuat brosur sangat bagus, kemarin ada klien kita yang minta untuk diberikan kepada teman-temannya”. Dengan pujian yang lebih spesifik, karyawan akan merasa lebih dihargai karena hasil karyanya benar-benar dilihat oleh atasan.

2. Memberikan tugas sesuai kompetensi

Sebagai seorang manager, harusnya Anda memahami kompetensi anak buah atau anggota tim yang Anda pimpin. Dalam memberi penugasan atau delegasi, Anda perlu sesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki. Seiring dengan bertambahnya kompetensi, Anda bisa memberikan tugas dengan kesulitan yang semakin bertambah secara bertahap.

3. Memberikan Pelatihan

Training sesuai kebutuhan akan meningkatkan kompetensi karyawan. Dengan kompetensi tersebut, karyawan akan lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugasnya.  Pelatihan tidak harus dilakukan diluar atau oleh vendor, namun pelatihan yang bersifat manual dengan memberikan buku adalah cara yang cukup efektif meningkatkan kompetensi karyawan.

4. Berilah tanggung jawab yang Memiliki Nilai

Contohnya resepsionis. Meskipun tugas utama mereka adalah mengangkat telepon masuk atau menerima tamu, berilah resepsionis tersebut kehormatan untuk menjadi ambassador perusahaan. Berilah kebebasan baginya untuk mengantarkan tamu berkeliling ruangan kantor jika itu diperlukan.

5. Memberi Semangat pada Karyawan ketika Menghadapi Kegagalan

James E. Tingstad dalam bukunya “How to Manage the R&D staffs” mengungkapkan bahwa satu kata penyemangat setelah kegagalan sama harganya dengan kata-kata pujian setebal buku setelah kesuksesan. Jadi, Anda jangan ragu untuk memberikan kata semangat bagi karyawan.

6. Terima Karyawan apa adanya

Dalam melihat seorang karyawan, lihatlah kepribadiannya dan bukan semata-mata bagaimana kinerjanya. Kita harus menahan diri untuk tidak memberi tahu terus-menerus apa yang harus dilakukan oleh seorang karyawan. Biarkan ia belajar dari proses dan berikan ruang untuk trial and error bagi mereka.

Leave a Reply