Manajemen Diri : Produktivitas yang Ekstrim

manajemen diri menjadi produktivitas ekstrimKemampuan Anda mengelola diri sendiri secara baik dari sisi Time Management, Performance Management atau Productivity yang ditunjang dengan kompetensi tepat akan menjadikan Anda seorang dengan Produktivitas Ekstrim.  Artinya dengan mampu menguasai diri sendiri, titik lemah dan kekuatan pribadi, pasti membawa Anda dalam jalur cepat pertumbuhan dan pengembangan diri.

Tidak melihat profesi Anda apakah sebagai profesional mandiri ata sebagai employee, ada prinsip dasar untuk meningkatkan produktivitas dalam hidup Anda.  Berikut tulisan Robert C. Pozen yang dirilis oleh hbr.org bagaimana Anda mampu melakukan Managing Yourself untuk memberikan hasil produktivitas yang ekstrim.

Prinsip 1 : Kenali Keunggulan Komparatif Anda

Banyak para pucuk pimpinan perusahaan mampu mengidentifikasikan prioritas perusahaannya, namun belum mampu menjawab manakah keunggulan utama mereka, yang mana hanya mereka satu-satunya yang mampu melakukan hal tersebut.  Terkadang Anda akan mengajukan diri menjadi orang yang mampu mengerjakan beberapa prioritas perusahaan karena ingin unjuk gigi dengan kapasitas atau kompetensi Anda.  Hal ini akan menjadi sebuah kesalahan mendasar, sebab menunjukkan egosentris Anda, yang tidak dibutuhkan organisasi.  Pada dasarnya setiap organisasi membutuhkan hal terbaik yang hanya Anda mampu melakukannya, dan hal tersebut hanya ada 1 atau 2 macam saja.

Anda harus mampu melihat dan mengenali keunggulan komparatif sebagai seorang profesional atau pimpinan perusahaan.  Mungkin Anda seorang eksekutif handal satu-satunya yang mampu mengatasi klien besar perusahaan, atau mungkin pula Anda seorang profesional yang ahli merekrut staf senior manajemen.

Anda harus mampu menahan diri dari mengambil banyak tanggungjawab meski yakin dapat melakukannya dan berhasil.  Nilai komparatif Anda akan menjadi sebuah nilai biasa manakala semua beban tanggungjawab Anda ambil.  Jika Anda ahli dalam bidang keuangan dan pemasaran, sementara perusahaan berisikan orang keuangan yang baik dan lemah dalam pemasaran, posisi strategis yang Anda perlu ambil adalah posisi keuangan. Inilah yang disebut dengan keunggulan nilai komparatif yang akan membuat Anda menjadi seorang dengan produktivitas ekstrim.

Prinsip 2 : Bukan Waktu yang Anda Habiskan, melainkan Hasil yang Anda Berikan

Alokasi waktu sudah jelas, yakni 24 jam sehari.  Anda tidak perlu menjadikan alibi atau alasan bahwa Anda perlu bekerja lebih dari 24 jam untuk mencapai hasil ekselen.  Anda tidak perlu menjadi seorang yang senang bekerja lembur untuk produktif.  Sukses diukur dari hasil yang Anda berikan bukan waktu yang Anda gunakan.

Fokuslah pada hasil akhir dibandingkan alokasi waktu berlebih untuk bekerja sementara alokasi waktu untuk diri sendiri dan keluarga berkurang.  Keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi sudah menjadi fundamental dasar kesuksesan seseorang dalam bidang pekerjaan mereka.

Prinsip 3 : Berpikirlah sebelum Menulis atau Membaca

Kebanyakan para profesional lebih memprioritaskan bekerja, baik menulis atau membaca.  Namun demikian untuk memperbaiki nilai produktivitas Anda, cobalah untuk berpikir sejenak sebelum bekerja.  Anda jangan terpancing dengan banyaknya buku dan bacaan akan memperbaiki bisnis Anda.  Sesungguhnya dengan berpikir advance, akan memperbaiki nilai bacaan Anda sehingga efektif dalam bekerja.

Semisal dalam membaca email, Anda tidak harus langsung membacanya, namun pertimbangkan (pikirkan) mana yang akan dibaca lebih dahulu, dan jika memang sangat petnting untuk segera dijawab maka jawablah segera.

Prinsip 4 : Siapkan Rencana Anda, namun Bersiaplah melakukan Perubahan

Planning and Execution adalah sebuah perangkat kerja yang tidak terpisahkan.  Sebelum Anda bekerja maka persiapkanlah rencana kerja yang baik, namun jika memang diperlukan maka lakukanlah perubahan sebagaimana mestinya.

Prinsip 5 : Berikan Orang lain Ruang Gerak mereka

Menjadi fleksibel tidak hanya berlaku bagi diri sendiri, namun juga terhadap tim Anda.  Anda awalnya mungkin memimpin tim dengan cara direktif, namun seiring berjalannya waktu maka pemberdayaan tim perlu dilakukan dengan memberi ruang gerak lebih kepada mereka.

Leave a Reply