Maaf dan Terima Kasih : Kata-kata mumpuni sebagai Perilaku Efektif Anda

Hal yang paling sulit mungkin Anda ucapkan dalam sebuah Hubungan Komunikasi dan Interaksi dengan orang lain adalah Ucapan Maaf yang Tulus dan benar-benar mengakui kesalahannya.  Tidak semua orang sanggup dengan Jujur dari dalam hatinya mengakui kesalahan dan mengalirkan Maaf yang Murni.  Sedemikian wajar jika kata “maaf” masih menjadi barang langka hingga kini.  Seolah perlu usaha ekstra keras untuk mengucapkannya.  Hal yang cukup sederhana ini tidak hanya terjadi dalam lingkungan kehidupan semata namun sering pula dijumpai dalam kehidupan kerja dan profesional.  Selanjutnya kata kedua yang cukup sulit diucapkan adalah “Terima Kasih” dengan tulus dan ikhlas sebagai ungkapan perasaan Anda telah mencapatkan bantuan atau pertolongan dari orang lain.  Ungkapan terima kasih yang sering terdengar mungkin sekedar bumbu pelengkap dalam sebuah komunikasi, bukan merupakan bagian dari ungkapan perasaan.

Keengganan banyak orang dalam mengucapkan Maaf dan Terima Kasih, terkait dengan latar belakang ingin selalu tampak sempurna dihadapan orang lain.  Bagaimanapun sikap dan perilaku tersebut tidak akan cukup membantu Anda dalam Pengembangan Diri lebih lanjut didunia Kerja atau Profesional.  Cara sederhana namun efektif dalam membangkitkan rasa jujur dan tulus dalam ucapan Maaf ataupun Terima Kasih dapat dilakukan sebagai berikut:

responsif#Responsif

Tidak banyak orang yang mampu menerima kenyataan bahwa mereka salah dan tampak tidak sempurna dihadapan orang lain.  Namun demikian kejadian yang diluar perkiraan Anda tentu menjadi hal yang tidak terlewatkan, sehingga jika kejadian tersebut berpotensi menjadi kesalahan, maka mau tidak mau Anda perlu mengakuinya.  Sikap responsif adalah salah satu Perilaku Efektif dalam Interaksi Manusia, sehingga pada saat Kesalahan muncul, segeralah Anda mengakuinya dan menemui pihak yang merasakan kerugian akibatnya.  Tidak perlu dibiarkan berlarut-larut hingga sampai sang atasan Anda sendiri mengetahuinya dari pihak lain.

#Jujur

Kejujuran adalah modal dasar Anda dalam membangun Karir Profesional, dan dalam Pengembangan Diri salah satu faktor utama yang tidak dapat dilewatkan begitu saja adalah Sikap Jujur.  Jujur dalam segala hal pada akhirnya tidak akan merugikan siapapun.  Anda tidak perlu menutupi kesalahan atau bahkan menyalahkan orang lain, karena setiap orang pasti melakukan kesalahan, baik sengaja atau tidak.  Cukup bersikap bijak dengan menceritakan Kronologis yang sebenarnya dan berjanji kepada atasan bahwa hal ini tidak akan terulang kembali.  Anda pun tidak semata mengucap maaf, namun perlu Bertanggung Jawab atas konsekuensi yang terjadi dan bertekad untuk memperbaikinya.

#Semangat

Rangkaian kesalahan tentu akan sedikit mengganggu Mental dan Perasaan Anda, namun Anda jangan putus asa dan berhenti di tengah jalan.  Jadikan sebagai Tantangan dan Cambuk untuk berlaku lebih baik kedepannya.  Penyesalan yang berlarut akan menghambat Produktivitas dan menjadi Demotivasi berlebihan.  Tetap semangat setelah beberapa hari Anda melakukan introspeksi diri.

Maaf dan Terima Kasih adalah kata-kata yang sangat Mumpuni membangkitkan Semangat dan Hubungan yang kuat satu dan lainnya.  Namun Maaf dan Terima Kasih adalah kata-kata sederhana yang cukup sulit diucapkan.  Belajar dengan Tulus berkata Maaf dan Terima Kasih adalah Perilaku Efektif Anda dalam mengejar Sukses Pribadi dan Profesional.

ikhtisar.com

Leave a Reply