Kriteria Bos yang dibenci Bawahan

Membuat Karyawan atau Bawahan dalam Tim Kelola merasa Nyaman dan Aman dalam Bekerja, menjadi sebuah Tantangan Anda sebagai Atasan.  Baik Buruknya Anda akan terlihat ketika Performa Tim Tampak Maksimal. Dan Keterlibatan Anda menjadi Pendorong dan Pembimbing anak buah sangat berpengaruh pada Pamor dan Figur Kepemimpinan Anda.

Sebagai manusia biasa, tentu tidak lepas dari beberapa kesalahan, yang tentunya masih banyak toleransi yang bisa diterima.  Namun jika batas Profesional sudah berlebihan, dan manajemen tidak mampu mengakomodir kondisi, akan berakibat Respek dan Sikap anggota tim berubah menjadi Personal.  Pada kondisi Nilai Profesional sudah memasuki ranah Personal, secara langsung berakibat kurang baik terhadap Kondisi Tim Keseluruhan.

Jika Anda menjabat posisi yang lebih tinggi dengan beberapa orang dalam tanggung jawab Anda, maka perhatikan beberapa hal ini untuk dihindari.  Kutipan dari about.com setidaknya akan membantu Anda mendapat gambaran Perilaku Yang Menyenangkan.

1. Tidak tahu Apa yang dikerjakan.

Hal yang berpotensi membuat Anda dibenci bawahan adalah tidak memadainya kompetensi yang dimiliki untuk memimpin. Tanpa kompetensi tersebut, Anda tidak akan dapat memberikan contoh Kepemimpinan yang mereka butuhkan untuk sukses. Anda juga akan kesulitan memberikan informasi yang tepat karena tidak tahu persis bagaimana misi untuk menjalankan target yang sudah ditetapkan di departemen yang Anda pimpin.  Kompetensi adalah Ketrampilan dan Kemampuan Anda mencapai Sasaran dan Tujuan.

2. Tidak Memperlakukan Bawahan dengan Hormat.

Jangan pernah berharap dihargai jika Anda juga enggan menghargai orang lain. Beberapa contoh tindakan bos yang tidak mencerminkan rasa hormat kepada bawahan antara lain, tidak mau menerima inputan, meremehkan ide-ide bawahan, memberikan kritik dengan tidak bijak, menyuruh bawahan mengikuti rapat pada saat last minute tanpa mempedulikan agenda mereka atau menolak izin cuti. Hal-hal tersebut akan membuat karyawan terluka dan mulai membenci Anda sebagai bos.

3. Semua adalah Tentang Dirinya.

Jangan beranggapan bahwa Anda sebagai Pusat dari segalanya dalam Departemen atau Organisasi Anda.  Berpikir bahwa dunia karyawan sebagai bawahan berpusat kepada Anda adalah sangat buruk. Jangan sampai Anda memformulasikan sebuah ekspektasi terhadap karyawan dengan outcome bahwa Anda, sebagai pemimpin, akan terlihat hebat di mata orang lain. Lebih parah lagi jika Anda memarahi karyawan yang membuat kita terlihat buruk di mata orang lain.

4. Menjadi Bos yang Menyebalkan

Adakalanya Anda memarahi karyawan tanpa alasan jelas, mungkin karena masalah pribadi, mood yang kurang baik atau mengacuhkan perasaan mereka ketika memberikan keputusan. Kemudian bos juga menceritakan kelemahan seorang karyawan kepada karyawan lain. Termasuk mempermainkan karyawan dengan memberikan hadiah bagi karyawan dengan hasil proyek terbaik. Hal-hal seperti itu jelas akan membuat bawahan berbuat yang sama kepada Anda.

5. Terlalu Mengatur Karyawan.

Melakukan kontrol kepada karyawan atau bawahan memang perlu, tetapi memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mempelajari dan memahami sendiri cara mencapai goal jauh lebih penting, apalagi untuk karyawan yang memang sudah lama bekerja dan berpengalaman. Untuk karyawan baru memang Anda perlu untuk melakukan coaching maupun bimbingan. Tapi bimbingan tersebut hendaknya Anda kurangi waktu demi waktu, agar mereka merasa diberi kepercayaan sehingga mampu mengoptimalkan kemampuannya.

6. Tidak Mengerti apa yang dikerjakan Karyawan.

Anda memang tidak perlu memata-matai segala hal yang dilakukan karyawan, tetapi Anda perlu tahu perkembangan kerja dari karyawan. Apakah mereka telah melakukan dengan benar atau tidak, termasuk membantu jika mereka memiliki kesulitan. Juga melihat apakah mereka antusias dan tertantang dengan tugas yang Anda berikan atau tidak.

7. Bersikap seolah-olah Karyawan tidak Memiliki Kehidupan Pribadi.

Penting bagi seorang atasan untuk memahami bahwa bawahan memiliki kehidupan lain di luar kerjaan kantor. Implikasinya adalah, Anda harus mempertimbangkan hal tersebut ketika akan memberikan tambahan tugas, lembur atau pekerjaan tambahan lain. Bahkan, bagi karyawan yang terhitung masih muda, adanya time flexibility dan hari libur sangat penting untuk menyalurkan hobi dan personal interest masing-masing.

8. Tidak Memberikan Pengakuan Hasil Kerja.

Untuk setiap hasil kerja yang telah dikerjakan, karyawan berhak atas pengakuan, diakui bahwa itu memang hasil karyanya. Ketika Anda mempresentasikan hasil kerja karyawan di depan umum, maka Anda harus sebutkan siapa penggagasnya.

9. Tidak Mampu Menjadi Back-up bagi Bawahan.

Sering kali bos menyalahkan karyawan di depan umum jika mereka tidak dapat menyelesaikan project dengan hasil yang baik. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan semangat bagi mereka dan menjadi pendukung ketika mereka gagal, sekecewa apapun Anda.

10. Berlaku Kasar terhadap Karyawan.

Berlaku kasar bisa berupa fisik atau psikis. Agar karyawan respect kepada Anda, hal tersebut wajib dihindari.  Kasar menjadikan Anda sebagai Orang yang Tidak Berperasaan.  Bagaimanapun Bawahan adalah Manusia dengan Hati dan Sanubari.

Rasa Hormat adalah Sifat Manusiawi yang diinginkan setiap Individu.  Namun untuk dihormati memang bukan tujuan utama dari seorang Pemimpin, tetapi dengan adanya rasa hormat dari yang Anda pimpin, semua pihak akan melakukan tugasnya tanpa paksaan dan tidak saling menjatuhkan.

ikhtisar.com

Leave a Reply