Bagaimana Anda melakukan Kontrol dan Monitoring Perilaku Pekerja secara Efektif

kontrol dan monitoring pekerjaSebuah perencanaan sebagus apapun tidak akan efektif manakala Anda tidak melakukan kontrol dan monitoring, terhadap karyawan internal maupun pekerja eksternal.  Rencana kerja tidak akan terlihat mana yang sudah berjalan sesuai jalurnya dan mana yang harus dilakukan penyesuaian (justifikasi).  Dengan kontrol dan monitoring akan mengantarkan Anda bersama tim tetap maju melangkanh mencapai masa depan.

Dan sebuah kegiatan konrol, Anda harus memonitor sebuah task berjalan dan selesai.  Perlu adanya komparasi antara hasil yang sudah dicapai dengan perencanaan diawal.  Jika semua berjalan sesuai rencana, maka Anda tidak perlu melakukan apapun selain hanya monitoring.  Berikut ini dikutip dari about.com, beberapa aspek kerja yang perlu ditambahkan dalam kegiatan kontrol dan monitoring. 

1.  Angka bukanlah Kemenangan

Tiada ada gunanya angka yang Anda dapatkan hanya menjadi wacana belaka, sementara tidak ada tindakan nyata untuk merubahnya menjadi angka yang lebih besar atau baik.  Pastikan Anda mengukur hal yang benar dan kemudian mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki masalah yang sudah ditunjukkan angka tersebut. 

2.  Pastikan Nilai Ukuran untuk Anda Kelola

Kecuali Anda mengukur sesuatu yang Anda tidak tahu apakah itu semakin baik atau lebih buruk. Anda tidak dapat mengatur sebuah perbaikan jika Anda tidak mampu mengukurnya untuk melihat apakah sesuatu tersebut menjadi lebih baik dan apakah semakin parah.  Anda perlu tahu bagaimana cara mengukur sebuah pekerjaan, baik dan buruknya.

3.  Jangan Biarkan Proses Larut Dalam Hasil

Jangan Anda hanya fokus pada begitu banyak tugas pemantauan sementara Anda tidak mengambil kendali dan membuat perubahan yang diperlukan.  Kontrol dan Monitoring bukan hanya bersifat delegasi, namun juga boleh menjadi sebuah intruksi kepada tim.

4.  Pelatihan Karyawan: Tahu Kapan Untuk Intervensi

Manajer yang baik akan selalu memantau apa karyawan mereka lakukan, namun tidak melakukan intervensi demi melatih karyawan kecuali dalam keadaan tertentu. Mengetahui kapan Anda harus membiarkan seorang karyawan melakukan kesalahan dan agar mereka bisa belajar dari kesalahan tersebut dan ketika Anda perlu untuk masuk dan menjadi pelatih mereka adalah sebuah tindakan penyeimbangan. Anda harus menyeimbangkan kesempatan mereka untuk belajar dan tumbuh terhadap bahaya yang bisa mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, tim mereka, dan perusahaan.

5.  Memberikan Tanggapan Negatif

Tanggapan tidak selalu bersifat positif, namun dapat berupa sebuah umpan balik negative.  Ketika seorang manajer perlu untuk masuk dan terlibat dalam mengendalikan kegiatan tim atau individu, sering diperlukan untuk memberikan umpan balik negatif. Pastikan untuk Anda melakukannya dengan benar.

6.  Memantau Kemajuan Tim Anda

Bagi banyak orang, Manajemen Proyek adalah peran manajemen pertama mereka. Dalam langkah-langkah untuk sebuah proyek manajemen yang sukses Anda perlu juga melihat tugas pemantauan tim.

7.  Boss Anda pun Menonton Anda

Manajer memiliki kewajiban untuk perusahaan mereka untuk memantau kegiatan karyawan mereka untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan kebijakan yang berlaku. Anda memantau perilaku mereka, ketaatan mereka terhadap cara berpakaian, cara mereka menyapa pelanggan dan lainnya.  Pastikan karyawan Anda tahu bahwa mereka sedang dipantau. Biarkan mereka tahu apa yang sedang dipantau dan mengapa. Biarkan mereka tahu apa yang diterima dan apa yang tidak.

Leave a Reply