Pemanfaatan Konsep Pareto pada Sistem SDM Perusahaan

Konsep Pareto pada Sistem SDM Perusahaan
Konsep Pareto pada Sistem SDM Perusahaan

Konsep Pareto adalah alat bantu untuk kerja lebih EFEKTIF dan EFISIEN. Pemanfaatan Konsep Pareto pada Sistem SDM Perusahaan memberikan kemudahan pemetaan karyawan sesuai kompetensinya.

Perusahaan menjadi SUKSES dengan adanya manajemen yang solid dan pengelolaan Sumber Daya Manusia yang handal. Keduanya harus berkesinambungan sehingga mengantarkan perusahaan menjadi lebih baik pada setiap BISNIS PROSES. Untuk mewujudkan keduanya tentu dibutuhkan tim yang siap bekerja keras. Salah satunya adalah tim HRD (Human Resource Development).

Menjadi bagian HRD tentu bukan hal mudah sebab Anda memikul tanggung jawab baik buruknya kualitas SDM perusahaan. Anda harus terus mencari SOLUSI untuk menghadapi persoalan individu karyawan. Tidak hanya itu, Anda juga harus bertanggung jawab supaya kinerja karyawan menjadi semakin PRODUKTIF, EFEKTIF, dan EFISIEN. Untuk menghadapi tuntutan dalam peningkatan dan perbaikan proses, Anda bisa menggunakan DIAGRAM PARETO. Konsep Pareto pada sistem SDM akan memudahkan penggambaran efektifivitas dan efisiensi kerja organisas perusahaan.

Diagram Pareto diambil dari konsep pareto yang dapat digunakan untuk menganalisa permasalahan untuk dipecahkan. Konsep Pareto mengemukakan bahwa jumlah kejadian memberikan efek yang 80%-nya berasal dari 20% penyebabnya. Tentu ini akan sangat membantu Anda sebagai HRD dalam mengatasi berbagai permasalahan. Diagram Pareto merupakan diagram dalam mode batang yang memberikan gambaran relasi dari suatu kejadian atau keadaan.

Diagram ini dibuat dari yang paling tinggi kemudian paling rendah. Hal tersebut dilakukan mulai dari sisi kiri. Sehingga kejadian yang paling sering terjadi berada di sisi kiri. Diagram ini memang sudah banyak digunakan sebagai alat manajemen kualitas. Dengan ini Anda menjadi lebih mudah dalam mengidentifikasi masalah yang harus dipecahkan berdasarkan frekuensi kejadian. Cara ini akan memudahkan Anda dan tim untuk melihat kejadian sehingga mudah pula untuk memecahkan dan menentukan prioritas  kejadian atau permasalahan.

Cara membuat diagram Pareto pun tidak rumit. Berikut ulasan langkah pembuatan diagram pareto.

  • Mengumpulkan data kejadian baik sifat maupun jumlahnya.
  • Jenis metode yang akan digunakan untuk menganalisis
  • Kelompok kejadian berdasarkan frekuensi dengan menggunakan persen
  • Membuat diagram batang dan urutkan dari frekuensi paling banyak
  • Jangan lupa dalam mengidentifikasi masalah, Anda harus mem-breakdown sampai pada akarnya. Oleh karena itu, lengkapilah konsep pareto dengan moetoda 5W+1H, yaitu:

What : Apa permasalahan dan faktor yang berpeluang memunculkannya

When : Kapan kejadian tersebut paling sering muncul

Where : Dimana kejadian tersebut sering muncul

Who : Siapa pihak yang paling banyak mengalami persoalan tersebut

Why : Mengapa permasalahan menjadi sering terjadi

How : Bagaimana permasalahan bisa terjadi dan berapa dampak keuangannya.

Poin-poin di atas akan memudahkan Anda dalam menemukan akar dari suatu persoalan. Dengan begitu data diagram akan semakin padat dan akan terlihat jelas dampak Pareto yang dihasilkan. Setelah itu, Anda dan tim akan lebih mudah untuk memecahkannya. Pilihlah solusi yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan sehingga tidak akan berulang kembali.

Leave a Reply