Komponen Komunikasi Membangun Budaya Organisasi

Komponen Komunikasi Membangun Budaya Organisasi Efektif
Komponen Komunikasi Membangun Budaya Organisasi secara Efektif

Komponen komunikasi membangun budaya organisasi tidak lain agar TUMBUH KEMBANG perusahaan berlangsung turun temurun.  Budaya perusahaan adalah fundamental, sekali lagi, menjadi dasar kokoh berdirinya perusahaan dalam JANGKA PANJANG.

Tujuan bisnis hanya akan menjadi WACANA di atas kertas jikalau budaya perusahaan RAPUH dan LABIL.  Budaya perusahaan harus KUAT, KOKOH, SOLID dan INTEGRAL. Dan terbentuk dari INTISARI tujuan berdirinya sebuah perusahaan.

Komponen komunikasi membangun budaya organisasi yang efektif selalu berbicara mengenai HUBUNGAN antar individu yang terikat secara PROFESIONAL.  Meski masing-masing mempunyai peran dan tugas yang berbeda, namun budaya yang akan mempersatukannya.

Pemahaman terhadap budaya perusahaan adalah KUNCI SUKSES membangun budaya itu sendiri.  Budaya menjadi alat ESENSIAL, dan bahan MATERIAL yang diperlukan untuk menjaga mesin produksi perusahaan berjalan baik, berkesinambungan dan berkembang.

#KOMUNIKASI

Komunikasi antar individu adalah konstruksi dasar yang melandasi kekuatan budaya perusahaan.  Adanya komunikasi yang terjalin SIMULTAN, TERBUKA, DUA ARAH dan JUJUR merupakan bahan dasar peletakan batu pertama konstruksi bangunan budaya perusahaan.  Apa saja yang menjadi bagian dari komunikasi membangun budaya ini?

1. PESAN (Messages)

Komunikasi perlu dilakukan dengan penyampaian PESAN yang jelas dan terarah kepada setiap individu.  Pesan harus jelas SUBYEK dan OBYEK serta isinya, MAKSUD dan TUJUAN yang akan disampaikan, WAKTU dan SUMBER DAYA terkait.  Jangan membuat AMBIGUITAS kepada lawan bicara Anda, rekan kerja atau kolega.

Pesan yang disampaikan adalah perwujudan dari VISI MISI perusahaan.  Kejelasan akan mempermudah setiap insan mengeti dan paham.  Sehingga proses transformasi yang diharapkan dapat berjalan selaras pada setiap fungsi organisasi perusahaan.  Komunikasi membangun budaya selalu diawali dengan persamaan POLA PIKIR atau mindset.

2. KATA-KATA (Pronouns)

Budaya perusahaan yang kokoh dibangun dengan komunikasi yang erat antar masing-masing individu.  Penggunaan kata-kata “KITA”, “KAMI” lebih diutamakan dan harus lebih sering dipakai daripada kata-kata “SAYA”, “AKU”.  Pemilihan kata majemuk untuk subyek manusia akan lebih menguatkan pesan bahwa budaya perusahaan ini selalu melibatkan setiap orang, bukan peran satu orang saja.

Kata-kaya dapat mengubah pandangan seseorang terhadap sebuah kondisi dan situasi.  Jikalau Anda sebagai atasan selalu menempatkan tim dan anak buah didepan, maka mereka akan merasa PENTING, dan merasakan HADIR dalam perusahaan.  Kata-kata dalam mengembangkan konstruksi budaya perusahaan yang hebat dimulai dari pimpinan tertinggi, sehingga menjadi ROLE MODEL.

3. PERTEMUAN (Meetings)

Membangun komunikasi budaya untuk dijadikan dasar pengembangan yang KONSTRUKTIF perlu difasilitasi dengan meeting-meeting yang PRODUKTIF.  Meeting atau rapat yang membahas agenda perusahaan harus selalu bertujuan untuk kepentingan bersama, bukan hanya sebagian kelompok atau divisi tertentu.

Pertemuan atau rapat dapat dilakukan secara RUTIN, TENTATIF, DADAKAN. Bahkan pertemuan informal, bisa menjadi kerangka penciptaan komunikasi ATRAKTIF dan AKTIF antar individu.  Meeting yang diatur agendannya harus punya TUJUAN, TEPAT WAKTU, PARTISIPATIF, agar berjalan efektif dan masing-masing orang bertanggung jawab dengan perannya dalam meeting tersebut.

Dalam sebuah rapat yang dibahas BUKAN masalah INDIVIDU,  melainkan KINERJA Tim atau Organisasi.  Pembahasan utama dalam meeting tentunya masalah KINERJA, SOLUSI dan TARGET pencapaian.  Pimpinan meeting adalah orang yang mempunyai kapasitas sebagai FASILITATOR atau MEDIATOR yang mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak.

4. BAHASA (Language)

Sumber daya manusia dapat berfungsi sebagai ALAT namun dapat pula berfungsi sebagai MANUSIA.  Komunikasi dijalankan dengan fungsi antar individu sebagai human being bukan hanya sebagai human resources.  Apakah Anda berperilaku sebagai PENDAMPING atau Anda memposisikan diri sebagai BOSS.  Bahasa yang dipakai dalam komunikasi harus berupa bahasa antar orang yang saling membutuhkan.

Komunikasi membangun budaya memerlukan DISKUSI dua arah, antara atasan dan bawahan.  Posisi yang setara akan memperkuat wacana membangun budaya perusahaan yang SOLID.  Dengan saling menyadari peran yang sebanding ini, maka bahasa yang digunakan tentu mempunyai fungsi keterikatan personal.

5. BAHAN BACAAN (Reading Material)

Komunikasi dalam membangun konstruksi budaya yang kokoh dapat dimediasikan juga dengan alat bantu berupa majalah, jurnal dan bahan bacaan yang terkait dengan Visi, Misi, Nilai dan Prinsip perusahaan yang dijalankan.  Visi dan Misi perusahaan perlu dipampang sebagai bahan kampanye pengembangan budaya perusahaan yang diimpikan semua pihak.

Majalah dinding, atau runnning text pada layar komputer adalah cara kampanye yang EFEKTIF.  Brosur atau pamflet yang rutin disebarkan bisa menambah semangat kebersamaan setiap orang untuk turut serta membangun budaya perusahaan.

6. INOVASI (Innovation)

Komunikasi dapat terjalin dengan adanya media untuk berbagi ide, masukan dan umpan balik positif bagi perusahaan.  Adakah setiap orang dapat mengungkapkan ide-ide brilian mereka untuk membuat inovasi baru bagi perusahaan.

Inovasi yang terakomodir baik membuat setiap individu merasa menjadi BAGIAN perusahaan yang PENTING.  Inovasi selalu berawal dengan kesempatan bagi setiap orang.  Kesempatan untuk BERBICARA, menyampaikan UMPAN BALIK dan kesempatan berkreasi.  Dukungan manajemen sangat krusial untuk mengembangkan budaya inovasi dalam perusahaan.

Komunikasi membangun budaya perusahaan memerlukan inovasi berkelanjutan. Inovasi yang efektif selalu dimulai dari masing-masing individu.  Individu yang kreatif akan mengembangkan sebuah budaya inovasi yang kokoh.  Budaya inovasi merupakan bentuk TRANSFORMASI organisasi yang sangat diperlukan untuk tetap TUMBUH, BERKEMBANG dan BERTAHAN.

Komponen dasar dalam pengembangan konstruksi budaya perusahaan yang kokoh dimulai dengan adanya KOMUNIKASI.  Komunikasi membangun budaya menjadi tanggungjawab semua pihak.  Komponen tersebut harus terbangun dan terjaga disemua bagian penting perusahaan, sejak level paling bawah, hingga level pengambil keputusan di Top Manajemen.  Komponen Komunikasi merupakan dasar efektivitas pengembangan Budaya Perusahaan yang kukuh dan kokoh.

Leave a Reply