Komplain Karyawan kepada Pemimpin mereka, Apreasiasi dan Perhatian sebagai Jawabannya

komunikasi pemimpin yang gagalSebagai pemimpin dalam struktur organisasi bisnis, Anda akan mempunyai banyak hubungan dengan orang-orang.  Sebagai atasan Anda akan berhubungan dengan bawahan, dan sebagai bawahan Anda akan bekerja kepada atasan. Hubungan timbal balik inilah yang dapat membantu setiap individu membangun dan mengembangkan karir mereka.  Jika suatu waktu Anda menjadi seorang pemimpin perusahaan, maka hindarilah sedapat mungkin komunikasi yang buruk dengan tim Anda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91% karyawan menyatakan bahwa isu komunikasi dua pihak dapat menjatuhkan seorang pemimpin dari posisinya.

Komunikasi adalah “pelicin” dalam setiap urusan Anda, terlebih sebagai seorang profesional yang dituntut mampu membangun kekompakan dan kerjasama tim yang solid.  Komunikasi adalah indikasi dari kecerdasan emosi seseorang.  Komunikasi yang baik mampu menghindari retaknya hubungan struktural dan fungsional dalam organisasi.

Dikutip dari Harvard Business Review, berdasarkan hasil penelitian berikut ini adalah beberapa isu utama yang menjadi komplain para karyawan kepada pimpinan mereka.  Data menunjukkan bahwa mayoritas pemimpin perusahaan gagal terlibat dalam momen-momen krusial yang mengisyaratkan kepada karyawan bahwa mereka dipercaya dalam tugas dan tanggungjawab.

1.  Tidak Tahu Hasil Kinerja Karyawan

Mungkin Anda sibuk dengan Job Desc sendiri dan memberikan kepercayaan lebih dengan delegasi penuh kepada anak buah.  Namun meski demikian adanya, Anda tetap perlu memantau kinerja dan proses yang dilakukan anak buah.  Hal ini menjadi isyarat bahwa Anda peduli dengan mereka dan sangat berharap mereka berhasil dengan beban tugas yang dilimpahkan. Seorang pemimpin disebut gagal manakala mereka tidak tahu apa yang dikerjakan anak buahnya dan tidak tahu bagaimana hasil akhirnya.  Hasil survey menunjukkan 63% pemimpin tidak tahu kinerja anak buahnya.

2.  Tidak memberikan Arahan yang Jelas

Sebagai pemimpin tentunya Anda mempunyai kelebihan sehingga dipercaya oleh stakeholder atau pemilik perusahaan untuk memimpin tim.  Kelebihan Anda dalam kompetensi kerja merupakan sebuah nilai lebih yang harus diberdayakan, caranya dengan memberikan arahan yang jelas kepada anak buah dalam bekerja dan menggapai target.  Jika Anda tidak mampu memberikan arahan yang jelas, dapat menurunkan kredibilitas dimata anak buah, dan mereka akan membangun sebuah nilai ketidakpercayaan kepada manajemen sehingga memilih Anda untuk memimpin mereka.  Hasil survey menegaskan lebih 57% pemimpin tidak memberikan arahan jelas pada anak buahnya.

3.  Tidak ada waktu Bertemu dengan Karyawan

Sebagai pemimpin tim bukan menjadikan Anda sebagai raja yang skaral ditemui.  Dalam konteks dunia profesional modern, sikap dan perilaku feodal tidak dapat dikedepankan dalam memimpin organisasi bisnis.  Jaman milenium saat ini dimana generasi “Z” sudah mulai bertumbuh, mereka dengan mudahnya meninggalkan perusahaan jika komunikasi tradisional masih dominan.  Temuilah karyawan Anda meski mereka hanya seorang staff administrasi.  52% pemimpin tidak mau meluangkan waktunya untuk sekedar bertemu dengan karyawan.

4.  Menolak Berdiskusi dengan Karyawan

Jika Anda tidak mau meluangkan waktu untuk tim, bagaimana Anda dapat berdiskusi dengan mereka, membahas berbagai isu dan kondisi perusahaan.  Menolak berdiskusi menjadi isu selanjutnya dalam komunikasi pemimpin yang efektif.  51% pemimpin menolak berbicara dengan subordinatnya, dan ini menjadi faktor kesekian dalam kegagalan seseorang eksekutif menjadi pemimpin.

5.  Mengakui Ide dari Orang Lain

Ide dan Saran adalah cara orang menunjukkan aktualisasi dan kompetensi mereka.  Namun jika Anda mengambil dan mengaku-ngaku ide tersebut, maka inilah contoh pencurian yang sangat kasar.  Anda tidak mampu menunjukka sikap kesatria dalam bekerja, atau istilah umumnya adalah fairplay.  Inilah mengapa dunia olah raga selalu menjadi contoh dan barometer untuk sikap dan perilaku jujur atau fairplay.  47% pemimpin masih sering mengakui ide orang lain sebagai hasil original mereka.

6.  Tidak mampu Memberikan Kritik Membangun

Pemimpin yang efektif mampu memberi saran, masukan dan umpan balik positif.  Sikap dan perilaku mereka akan membangun suasana terbuka dalam komunikasi.  Dengan demikian setiap orang akan dengan senang menerima masukan dan kritik selama hal tersebut konstruktif.  39% pemimpin masih sulit memberikan saran dan kritikan membangun.  Mereka lebih cenderung spontan dan frontal dengan kata-kata atau ungkapan yang vulgar.  Jika Anda sering mengkritik anak buah, tanpa memberikan masukan positif, maka Anda telah membangun jurang keberhasilan.

Comments
  1. Arini | Reply

Leave a Reply