Kesalahan Umum yang sering dilakukan Perusahaan dalam Inovasi

Kesalahan Umum yang sering dilakukan Perusahaan dalam berInovasi
Kesalahan Umum yang sering dilakukan Perusahaan dalam berInovasi

Inovasi adalah bagian dalam pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Jika ingin bertahan dalam agresifitas pasar dan ingin bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, maka Inovasi adalah jalan keluarnya. Perusahaan dapat tumbuh dengan memaksimalkan Efektivitas Kerja atau Efisiensi Biaya, dan dalam beberapa kondisi perusahaan perlu melakukan Inovasi bahkan Transformasi. Inovasi adalah aktivitas strategis sehingga menciptakan sebuah proses baru atau produk baru, dan banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan inovasi. Terlepas dari kondisi yang dihadapi, terdapat beberapa Kesalahan Umum yang sering dilakukan Perusahaan dalam Inovasi. Dikutip dari hbr.org inilah kesalahan yang umum terjadi saat melakukan inovasi.

1.  Meminta Karyawan mengeluarkan Ide tanpa Mekanisme yang Jelas

Manajemen Atas sering terpengaruh dengan cerita perusahaan seperti 3M atau Google yang selalu mendatangkan 15% – 20% ide-ide dari karyawan sebagai bagian dari Project mereka. Tanpa adanya kejelasan bagaimana Anda menampung ide dan saran karyawan, maka ide-ide tersebut hanya akan menjadi daftar panjang tanpa juntrungan. Semua akan sia-sia dan hanya wacana dalam lembaran kertas. Perlu kiranya membuat sebuah alur proses bagaimana ide dari karyawan dapat diberdayakan dan ditingkatkan fungsinya menjadi sebuah action plan.

2.  Meminta Jawaban tanpa adanya Definisi Masalah yang Jelas

Sebagaimana diatas, bahwa karyawan Anda perlu adanya mekanisme dalam memberikan ide dan saran, demikian pula untuk jawaban atau solusi masalah. Karyawan memerlukan kejelasan masalah yang tengah dihadapi yang pantas diselesaikan. Inovasi selalu berhubungan dengan nilai, dan nilai adalah penyelesaian dari masalah penting. Manajemen perlu mengarahkan bagaimana nilai dari sebuah masalah akan menjadi penting, dengan memperhatikan lebih spesifik masalah yang dihadapi dan inovasi apa yang harus dilakukan.

3.  Mengedepankan Risiko dibandingkan Kegagalan Komersial

Saat sebuah proyek tidak mencapai hasil yang dicanangkan, atau gagal sama sekali, dengan hasil nol besar, mengeluarkan biaya tanpa adanya pemasukan, kemudian perusahaan “menghukum” mereka yang terlibat dan “memutuskan” menghentikan sebuah proyek, disitulah sebuah titik balik kegagalan perusahaan akan terjadi dalam jangka panjang. Setiap kegagalan akan selalu memberikan minimal satu langkah kemajuan atau “pembelajaran”. Selalu ada hal baru yang dapat dijadikan pengalaman untuk perbaikan. Jika perusahaan menghukum sebuah kegagalan tanpa adanya evaluasi yang bijak, maka sebagian besar karyawan akan “bermain aman” dan tidak berani melakukan INOVASI. Inovasi akan selalu disertai dengan RISIKO, namun sejauh mana risiko dapat ditolelirlah yang penting dijadikan acuan.

4.  Berharap Percobaan tanpa adanya Materi Uji Coba

Inovasi sudah jelas membutuhkan beberapa percobaan, dan percobaan akan membutuhkan sumber daya (biaya, waktu dan tenaga). Meskipun sudah banyak cara-cara cerdas melakukan percobaan untuk menciptakan sebuah prototipe, namun percobaan tetap membutuhkan sumber daya. Eksperimen selalu diperlukan sehingga akan menghasilkan sebuah bentuk inovasi yang paling baik bagi perusahaan. Bagaimana Wright Bersaudara akhirnya justru memberikan Nilai Tambah berupa terciptanya Terowongan Angin bagi eksperimen mereka bisa membuat Manusia Terbang. Contoh nyata dari Wright Bersaudara ini menegaskan bahwa eksperimen atau percobaan adalah hal yang lumrah dilakukan dalam sebuah Inovasi.

5.  Meminta Terobosan tanpa adanya Alokasi Sumber Daya Tim yang Solid

Seperti diatas, bahwa percobaan dan eksperimen memerlukan material dan bahan baku untuk membuat prototipe. Demikian pula dalam melakukannya, diperlukan orang-orang yang handal dan siap membuat terobosan-terobosan demi terwujudnya inovasi. Perusahaan muncul denga beragam ide brilian, namun tidak mempersiapkan orang-orang yang akan mengaktualisasikannya. Inovasi adalah kerja keras.

Jelas ada banyak nilai untuk mendorong banyak ide, mendorong eksperimen, dan membangun terobosan. Namun hubungan yang logis dalam organisasi Anda perlu dipertimbangkan lebih matang. Berpikir sistematik akan membantu Anda untuk memaksimalkan dampak positif didepannya.  Perusahaan perlu dan bahkan wajib melakukan inovasi, namun demikian beberapa Kesalahan Umum perusahaan dalam Inovasi perlu dieliminasi terlebih dahulu.

referensi : hbr.org

Leave a Reply