Kesalahan Inovasi Perusahaan Anda yang perlu dihindari

kesalahan inovasi perusahaan Anda yang harus dihindari
kesalahan inovasi perusahaan Anda yang harus dihindari

Inovasi tiada henti, adalah sebuah slogan yang sering terngiang dalam percaturan bisnis.  Dan slogan ini menjadi pedoman bagi setiap lini bisnis, perusahaan baru pun perusahaan besar, untuk mampu bertahan dari perubahan yang sangat dinamis.  Banyak sudah contoh betapa Inovasi merupakan senjata wajib bagi siapapun yang ada di kolong organisasi bisnis agar tetap eksis dan terus bertumbuh berkembang.

Anda perlu memperlakukan program atau pola inovasi secara berbeda dari pada aktivitas operasi harian.  Jangan sampai kesalahan inovasi perusahaan Anda akan menghambat perkembangan bisnis.  Banyak kesalahan inovasi perusahaan yang dapat Anda hindari, sehingga tidak menguras energi berlebihan, artinya akan tercipta Inovasi Efektif dan Efisien, atau Inovasi Tepat Guna.

Salah satu hal yang guru startup Steve Blank sering mengatakan bahwa “no business plan survives first contact with a customer”, artinya kurang lebih : Tidak ada sebuah Rencana Bisnis yang mampu bertahan dari kontak pelanggan pertama kali. Apa yang dia maksudkan adalah setiap gagasan itu salah. Terkadang kesalahan itu sedikit namun kadang-kadang terlalu banyak juga, tapi tetap selalu salah dan semakin cepat kita menemukan kekurangannya, semakin cepat kita bisa membuatnya bekerja.

Hal ini selalu berlaku bahkan ketika sebuah ide itu adalah revolusioner, seperti listrik atau PC (Personal Computer). Selalu ada celah antara sebuah gagasan dan dampaknya. Sebenarnya, rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk beralih dari penemuan awal ke efek signifikan pada kehidupan kita. Itu berarti bahwa “hal besar berikutnya” biasanya sekitar 29 tahun!

Jadi sebenarnya tidak akan ada kondisi waktu yang kekurangan ide-ide brilian, namun sebagian besar organisasi bisnis gagal berinovasi. Masalahnya bukan kurangnya kecerdasan atau ambisi – perusahaan yang dapat bertahan lama dalam bisnis tentu saja memiliki keduanya – namun inovasi tersebut sangat berbeda dengan menjalankan operasional, yang menyebabkan banyak manajer membuat empat kesalahan inovasi perusahaan yang cukup fatal

1. Mencari Hanya Pasar Besar

Setiap rencana bisnis selalu dimulai dengan asumsi. Anda perlu memperkirakan Biaya, Penjualan dan Pertumbuhan selama bertahun-tahun sebelumnya. Jelas, semakin menguntungkan asumsi Anda, akan semakin baik rencana bisnis terlihat dan semakin besar kemungkinannya untuk menarik investasi, maka Anda “ingin” membangun sebuah kasus untuk nilai Penjualan tinggi, Pertumbuhan yang cepat dan Biaya rendah.  Ini adalah salah satu Kesalahan Inovasi Perusahaan saat membuat produk atau program baru, Intervensi pasar besar, dengan tingkat agresivitas tinggi.

Tentu, untuk menjadi sukses, Rencana Bisnis juga perlu terlihat Realistis. Biaya perlu mencerminkan harga pasar. Pendapatan harus didasarkan pada tren belanja aktual. Perlu ada analisis yang berakar pada tolok ukur nyata, Anda tidak bisa menarik benda dari udara yang tipis dan berharap bisa meyakinkan siapa pun bahwa rencana Anda layak dilakukan.  Rencana Bisnis adalah diatas kertas, dan aktualisasinya perlu waktu dan tahapan yang konsisten.

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah dengan menargetkan pasar terbesar yang dapat Anda temukan. Di pasar tersebut yang mungkin bernilai miliaran, carilah beberapa poin pangsa pasar bisa terlihat layaknya asumsi Anda yang sangat masuk akal dan dengan demikian angka Anda akan mulai bekerja. Misalkan Anda masuk pasar dimana ada 5 pemain besar dengan market share 65%, dan sisanya diperebutkan oleh 20 pemain lainnya.  Menilik pasar tersebut, dimana Big Player sudah mengambil rata-rata 12% maka selayaknya Anda ditahapan awal mengincar angka 3% pangsa pasar.  Ini merupakan kajian sederhana, dimana Anda cukup “bermain” mengalahkan 2 pemain lainnya di segmen 35% tersisa.  Dari pijakan kecil itulah, Anda bisa mempertahankan dan menunjukkan pertumbuhan yang stabil selama bertahun-tahun.

Sayangnya, dunia bukan spreadsheet Excel. Tidak peduli seberapa besar pangsa pasar, seseorang (konsumen) harus membeli apa yang Anda jual. Jadi jika produk Anda benar-benar baru dan berbeda, Anda hanya perlu membuatnya dalam jumlah sedikit (target minimal), bukan jumlah banyak (target optimis) – karena pelanggan yang sangat membutuhkan produk Anda lah yang akan mengabaikan berbagai kekurangan (produk/layanan) diawal.

2. Terperangkap di P & L Anda

Profit & Lost adalah harga mati dalam sebuah bisnis tentunya. Jika bisnis Anda tidak memberikan keuntungan yang cukup, maka nilai sebuah bisnis tersebut tidak layak dikerjakan.  Inilah Alasan mengapa para eksekutif merasa tertekan untuk mengidentifikasi pasar yang besar sebagai praktik operasional yang baik. Padahal belum tentu pasar besar akan memberikan keuntungan besar, pun sebaliknya. Bila Anda ingin mengembangkan bisnis Anda, adalah masuk akal untuk mencari pelanggan lebih banyak. Namun, ada perbedaan mendasar antara Inovasi dan Optimasi yang sering diabaikan oleh pemimpin.

Kesalahan Inovasi Perusahaan yang kedua adalah melihat profit diawal, bukan potensi keuntungan saat bisnis berjalan. Ketika Anda bekerja untuk memperbaiki bisnis yang ada, Anda memiliki banyak informasi untuk dikerjakan. Anda sudah memiliki Pelanggan dan harus memiliki Pemahaman yang baik tentang bagaimana mereka menggunakan Produk atau Layanan Anda. Jadi, mengidentifikasi sejumlah besar pelanggan baru yang memiliki kebutuhan serupa adalah cara yang masuk akal untuk tumbuh.

Namun, ketika Anda berusaha menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan berbeda, Anda pastinya tidak memiliki cara untuk mengetahui bagaimana permintaan pasar. Yang benar adalah bahwa Hal Besar berikutnya selalu terlihat seperti tidak ada sama sekali. Jadi, jika Anda membatasi diri hanya pada peluang yang bisa Anda hitung, Anda tidak akan pernah mencapai sesuatu yang lebih dari sekedar peningkatan bertahap.

Dalam buku berjudul Mapping Innovation dijelaskan bahwa inovator terbaik selalu berinvestasi dalam hal ketidakpastian (uncertainty). Meskipun mereka tetap disiplin mengenai sumber daya dan mengelola risiko secara efektif, mereka memastikan mencurahkan sumber daya untuk mencari jelajahan daerah baru tanpa gagasan bagaimana hasilnya nanti. Dan hal ini jarang dilakukan banyak pemimpin perusahaan manakala mereka membuat inovasi produk dan layanan baru.  Kesalahan Inovasi Perusahaan bisa terjadi hanya karena faktor operasional yang tidak populer.

Sebuah ide baru dapat memberikan hasil yang layak dinilai pada hitungan beberapa bulan setelah diluncurkan.  Misalkan Anda mempunyai layanan pelanggan berupa tele-servis, dimana pelanggan akan didukung layanan selama 24 jam dan 7 hari seminggu.  Melihat produk layanan ini, tentu Anda mengeluarkan biaya operasional yang tidak sedikit untuk beberapa bulan kedepan, dan setelah satu semester Anda dapat memberikan penilaian apakah produk ini berdaya guna ataukah hanya pemborosan.

Jika sebuah produk baru meluncur kepada pelanggan, perlu dipahami bahwa pelanggan pun perlu menelaah benefit produk tersebut bagi mereka, dan itu mengambil waktu dalam hitungan bulan, bukan mingguan atau bahkan harian.  Inilah mengapa faktor P&L diawal inovasi perusahaan, tidak boleh menjadi acuan utama.

3. Gagal Melihat di Luar Kemampuan Internal

Prinsip dasar manajemen yang baik adalah Anda ingin meningkatkan kemampuan Anda sebanyak mungkin. Misalkan sebuah cabang baru yang berhasil memberikan revenue positif dalam hitungan 9 bulan, akan menjadi barometer dalam manajemen strategi perusahaan untuk membuka cabang baru lainnya.  Sebagai contoh, saat Amazon belajar menjual buku secara online lebih baik daripada orang lain, mereka langsung memanfaatkan kemampuan yang sama untuk kategori produk lain dan mencapai kesuksesan serupa di pasar yang diperluas.  Ini cara manajemen melihat kemampuan internal mereka dalam pergerakan bisnis.

Jadi, tidak mengherankan, hal pertama yang kebanyakan perusahaan cari adalah kepemilikan aset atau kemampuan bisa mereka terapkan ke pasar baru. Itu sangat masuk akal, tapi juga sangat membatasi diri, karena perusahaan “bisa” mengabaikan sejumlah besar kemampuan dan aset di antara pelanggan, mitra, vendor dan platform lainnya.  Melihat kedalam adalah hal penting, sebab semua bisnis proses akan ditentukan sejauh mana kemampuan internal mengerjakannya.  Namun setelah proses internal dikuasai, maka Anda perlu melihat keluar dan melakukan pengembangan lanjutan.

Pendiri Sun Microsystems Bill Joy pernah terkenal berkata, “tidak peduli siapa Anda, sebagian besar orang terpandai bekerja untuk orang lain.” Itu sangat benar, tapi tidak cukup untuk bergerak jauh. Yang terbaik hampir semuanya selalu berada di tempat lain, jadi dengan membatasi diri Anda terhadap apa yang Anda miliki secara internal, Anda hanya menempatkan diri pada posisi yang tidak menguntungkan.  Potensi diluar internal masih cukup masif untuk diberdayakan bagi inovasi perusahaan berkelanjutan.

Keunggulan Kompetitif bukan sesuatu yang Anda mulai, tapi sesuatu yang Anda bangun dari waktu ke waktu. Jadi, kurangi fokus pada Aset dan Kemampuan internal yang Anda kendalikan dan fokus lebih pada sesuatu yang dapat Anda akses diluar sana. Dengan menggunakan keseluruhan ekosistem inovasi, Anda dapat sangat memperluas kemampuan Anda untuk berinovasi.  Kesalahan Inovasi Perusahaan dimulai ketika hanya melihat sisi kekuatan internal dan lupa dengan perubahaan yang sangat dinamis diluar.

Banyak sudah cerita perusahaan korporasi yang bertumbangan karena melihat posisi mereka sebagai Market Leader, dan lupa memperhatikan perubahan dan pergerakan pasar yang lambat laun justru menjadi tren baru.  Nokia dan Kodak adalah sekelumit contoh yang umum dipergunakan sebagai hikmah bagi manajemen dalam membuat strategi yang sustain.  Ingat! Perubahan itu adalah Abadi.

4. Mencari Ide Hebat Bukan Masalah yang Baik

Pada waktu tertentu, ada banyak gagasan yang berdengung di sebuah organisasi daripada ide yang bisa dikejar. Saat meeting berlangsung, akan muncul berbagai macam ide yang brilian, aneh, out of the box, dan lainnya.

Perubahan teknologi yang cepat, tren pasar dan perilaku konsumen hanya menyiram minyak kedalam api. Dengan segala sesuatu yang terjadi tampaknya potensi inovasi tidak terbatas dan memang begitu adanya. Setiap tahun bermunculan startup baru yang didanai dan tak terhitung jumlahnya dan demikian pula produk-produk baru diluncurkan.

Kebanyakan mereka gagal. Hanya karena Anda memiliki ide tidak berarti itu layak atau Anda dapat membuatnya berhasil. Yang benar adalah bahwa inovasi bukanlah tentang gagasan semata, Inovasi berbicara tentang Pemecahan Masalah. Sesungguhnya tidak ada yang peduli dengan ide Anda, mereka peduli dengan masalah yang dapat Anda selesaikan untuk mereka dan disitulah Anda perlu memusatkan energi.  Kesalahan Inovasi Perusahaan disebabkan salah satunya hanya berfokus pada ide-ide baru, ide-ide besar dan lupa dengan Pemecahan Masalah yang ada.

Buku Mapping Innovation, berisikan puluhan cerita dari setiap industri dan kondisi lapangan yang ada dan selalu dimulai dengan adanya seseorang yang menemukan masalah yang ingin mereka selesaikan. Terkadang, memang hal itu terjadi secara kebetulan, namun dalam banyak kasus Anda akan menemukan bahwa inovator hebat secara aktif mencari masalah yang menarik perhatian mereka.  Bukan berbicara mengenai Ide namun berbicara tentang Masalah dan Solusinya.

Itulah mengapa perusahaan-perusahaan yang mampu berinovasi secara konsisten – bukan keajaiban sekali saja tapi mereka mewujudkannya melewati tahun dan melewati dekade – memiliki proses yang Sistematis dan Disiplin untuk selalu mengidentifikasi masalah baru. Cara kerjanya sangat bervariasi, namun konsep inti tetap sama.  Inovasi berelasi dengan Masalah, dan inovasi bekerja secara konsisten.

Inovasi adalah kemampuan untuk Mengidentifikasi dan Memecahkan Masalah penting yang mengubah gangguan menjadi peluang. Kesalahan Inovasi Perusahaan dapat Anda hindari dengan memperhatikan berbagai faktor eksternal, mencari solusi masalah berkelanjutan dan memulai dari hal kecil sehingga tidak mengganggu potensi keuntungan perusahaan Anda.

Leave a Reply