Kerja Cerdas lebih Utama daripada Kerja Sibuk

Manajemen tentu dapat menilai seseorang yang menunjukkan Kinerja Baik, berupa Hasil Akhir (Output dan Outcome) dibandingkan kegiatan dan aktivitas yang hanya berisi Kesibukan Belaka tanpa Hasil.  Jika Anda tidak mampu melakukan pekerjaan dalam satu hari kerja berarti pekerjaan Anda terlalu banyak atau Anda adalah orang yang tidak becus bekerja.  Kerja Efektif bukan berarti menghabiskan waktu lebih dari 8 jam sehari, dan Dedikasi bukan berarti Anda bekerja hingga larut malam.  Tingkat Produktivitas seseorang tidak berbanding lurus dengan Jam Kerja, dan Progress Promosi juga tidak terkait langsung dengan Aktivitas Kesibukan.

Dengan “memaksa” Tim Anda bekerja “hanya” 8 jam sehari, maka secara tidak langsung mereka harus berpikir “Bagaimana Menyelesaikan Pekerjaan setiap hari tanpa harus Menunda untuk Esok Hari?”.  Kerja Efektif adalah Kerja dengan Tujuan, sehingga tidak tampak sibuk dengan sesuatu yang tidak jelas.

Beberapa Strategi Manajemen yang dapat Anda kembangkan untuk mengubah Perilaku Aktor Sok Sibuk dengan Sikap Produsen yang Produktif berikut ini.

1.  Pastikan Anda memiliki orang yang tepat dalam Tim.

Ketik Anda tidak memiliki Tim Kerja yang tepat maka dapat dipastikan Anda telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuang waktu dan tenaga.  Anda dapat dengan Sabar dan Motivasi memberikan Pelatihan dan Pembinaan kepada mayoritas pekerja untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

2.  Berikan Sarana kepada mereka dalam Pekerjaan tersebut.

Seseorang tidak lebih baik daripada perkakas kerjanya, artinya ketika Anda tidak memberikan Sarana Kerja yang Layak, maka dapat dipastikan Anda telah menghasilkan Kinerja buruk.

3.  Tentukan Batasan Pekerjaan masing-masing.

Setiap orang memiliki batasan kerja yang jelas agar tidak saling Tumpang Tindih atau Duplikasi Pekerjaa yang jelas akan memboroskan Sumber Daya.  Anda tetapkan batasan masing-masing Individu dalam Timnya agar tercipta Efektivitas dan Efisiensi Kerja.  Seorang Marketing tidak perlu mengerjakan Administrasi Keuangan, walaupun dia seorang Sarjana Akuntansi.

4.  Pastikan orang paham dengan Kontribusi Pekerjaannya.

Pemahaman dan Pengertian akan Job Description sangat berpengarh pada Kinerja Individu dan Kontribusi Tim.  Pentingnya pemahaman kerja bertujuan untuk:

  • Meningkatkan Motivasi Bagaimana seseorang Berkontribusi dan Berharga dalam Pekerjaannya.
  • Menghemat Waktu Kerja karena merasa sebagai Bagian Penting dalam Pekerjaan, sehingga mustahil melakukan penyelewengan

5.  Berikan Perhatian khusus bagi Kinerja Rendah.

Beritahu mereka bahwa Anda sangat peduli dengan kemampuannya untuk Melakukan yang Terbaik dengan Waktu dan Usaha Minimal.  Ingatkan bahwa Penghargaan diberikan kepada Hasil Akhir bukan Cucuran Keringat yang berjam-jam dan Stress Tinggi dengan Tumpukan Kertas.  Ketika Anda melihat kebiasaan kerja yang buruk, berikan pelatihan atau seminar Manajemen Waktu.

6.  Anjurkan Momen Hening (Perenungan).

Berpikir adalah cara yang ampuh untuk tetap Tumbuh dan Berkembang dalam Pekerjaan.  Berikan kesempatan kepada masing-masing anggota Tim Anda untuk merenung sesaat untuk Menuliskan kembali Tujuan dan Bagaimana Bekerja yang Baik.  Meluangkan waktu setiap hari untuk Perencanaan akan mengurangi kesibukan yang tidak jelas.

7.  Waspadai Prosedur.

Prosedur dibuat untuk dijalani dengan Tertib dan Benar.  Pelanggaran Prosedur dapat berakibat Proses yang salah dan Hasil Akhir yang salah pula.  Namun prosedur bukan bertujuan untuk menghalangi Tujuan Apa yang harus dicapai.  Ketika Anda sepakat dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan, maka Prosedur tidak boleh membuat Anda terhambat.  Lakukan Modifikasi dan Persetujuan agar Hasil Rapat dapat segera di Eksekusi bukan di Wacanakan.

8.  Berikan Ijin Pulang bagi yang menyelesaikan Pekerjaan.

Kenapa Anda harus menahan Tim ketika mereka telah menyelesaikan pekerjaannya.  Jika Anda membuat mereka bertahan dikantor maka Anda membuka peluang mereka untuk belajar membuang waktu dan menciptakan masalah lainnya.  Hargai orang yang Bekerja Efektif dengan menyuruh mereka Istirahat sebagai bentuk apresiasi.

ikhtisar.com

Leave a Reply