Kepuasan Karyawan adalah Sukses Anda sebagai Pemimpin Organisasi

kepuasan karyawanTidak mudah mengurus banyak orang, terlebih dengan aneka ragam budaya, ketrampilan dan tentunya latar belakang sosial.  Ketika hal ini menjadi bagian dalam pekerjaan Anda, maka disinilah Anda ditantang menjadi seorang pemimpin organisasi yang handal.  Anda mampu mengenali banyak karakater dan perilaku tim Anda, dan mampu menganalisa kepuasan kerja mereka.  Kepuasan kerja tidak hanya dapat terjadi karena suasana kerja, tempat kerja, lingkungan kerja atau kompensasi kerja, namun juga dapat tercipta dari hubungan personal Anda dan masing-masing karyawan.  Amatilah beberapa rekan kerja Anda dan lihatlah sejauh mana mereka merasakan gairah dan semangat dalam bekerja.  Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan acuan rasa ketidakpuasan kerja karyawan Anda.

1.  Sering Ijin Sakit atau Datang Terlambat.

Bagi Anda yang merasa cukup puas dengan pekerjaan sekarang, tentu kehadiran bukan menjadi halangan atau beban, malah mungkin Anda akan suka atau sering datang lebih pagi dan pulang lebih sore.  Anda coba perhatikan tim Anda yang sering datang terlambat atau sering ijin sakit, tentunya dapat dimungkinkan mereka tengah menghadapi masalah ketidakpuasan atau bahkan ketidakcocokan kerja.  Sering datang terlambat karena urusan pribadi, macet, kesiangan, dan lainnya, merupakan ciri-ciri mereka tengah mencari peruntungan lain karena pekerjaan saat ini tidak lagi menjadi prospek bagi mereka.

2.  Istirahat Siang melebihi waktunya.

Sebanding dengan seringnya datang terlambat atau ijin sakit, maka karyawan Anda yang sering istirahat siang atau waktu jeda meeting menghabiskan waktu lebih lama, mempunyai permasalahan yang sama, yakni kurang puas dengan pekerjaannya saat ini .  Mereka yang fokus dengan meeting, dan mencari manfaat dari sebuah meeting agar produktif, dan mereka yang konsen dengan istirahat makan siang hanya sekedar pelepas penat dan bersegera untuk kembali ke meja kerja, tentunya mereka merasakan manfaat dan daya guna waktu yang ada untuk peningkatan kinerja dan produktivitas.

3.  Produktivitas Menurun.

Dengan mengulur-ulur waktu datang kerja dan istirahat, maka lambat laun, produktivitas kerja karyawan Anda akan menurun.  Datang terlambat dan pulang cepat merupakan indikasi awal penurunan produktivitas atau performa.  Bagaimana Anda dapat melakukan perbaikan bagi mereka yang kinerjanya menurun, tentu sebuah tantangan tersendiri.  Lakukan komunikasi personal dan segera cari tahu faktor apa yang menjadi ketidakpuasan mereka dalam pekerjaannya.

4.  Suka menghindari Rekan-rekan Kerja lain.

Karyawan yang puas dengan pekerjaannya tentu sangat senang berkumpul dan bersosialisasi dengan rekan kerja lain, karena terkait urusan profesional.  Suka menarik diri dari pergaulan kantor merupakan salah satu ciri adanya masalah pribadi dari karyawan Anda, yang mana mungkin saja masalah ketidakpuasan kerja.  Karyawan bermasalah memiliki tingkat emosional yang cukup labil, seperti mudah tersinggung, sensitif, mudah marah dan lainnya.

Dari kondisi tersebut diatas, Anda sebagai pemimpin organisasi dapat melakukan banyak hal memperbaiki atau meningkatkan gairah, semangat dan kepuasan kerja tim Anda. Diantaranya berupa komunikasi yang lebih intensif dan keterbukaan dalam urusan kerja.  Karyawan adalah aset Anda dalam membangun dan mengembangkan bisnis perusahaan, lakukan peningkat kompetensi masing-masing mereka dengan banyak melakukan umpan balik positif, sumbang saran, apresiasi kerja, prospek karir dan lainnya.  Pada akhirnya mereka akan menemukan keseimbangan antara urusan pribadi dan profesi, dan terbentuklah work life balance yang diidamkan.

Leave a Reply