Membangun Nilai Kepemimpinan yang Etis, dengan cara melakukan Hal yang Benar

Membangun Nilai Kepemimpinan yang Etis, dengan cara melakukan Hal yang Benar
Membangun Nilai Kepemimpinan yang Etis, dengan cara melakukan Hal yang Benar

Saat ini nilai kejujuran merupakan sebuah harga yang sangat mahal didapat.  Jujur dalam ucapan dan perkataan, maupun jujur dalam perbuatan dan tingkah laku.  Kejujuran sangat berpengaruh pada reputasi seseorang, dan demi menjaga reputasi maka seseorang akan berusaha menunjukkan “kejujuran”.  Seorang pemimpin harus menjaga reputasinya dan dalam membangun reputasi diperlukan nilai kejujuran.  Sulitnya kedudukan pemimpin adalah Anda akan berada pada posisi sebagai SOROTAN atau PANUTAN.  Tindak tanduk, tingkah laku, tabiat dan kebiasaan menjadi perhatian setiap pasang mata.  Setitik kesalahan dapat berakibat fatal bagi seorang pemimpin, dan sudah banyak contoh yang mengalaminya. Tidak lepas karena kesalahan yang bersifat personal, bahkan kesalahan yang bersifat profesional pun dapat berujung pada Lengser Keprabon.  Inilah mengapa Membangun Nilai Kepemimpinan yang Etis, dengan cara melakukan Hal yang Benar merupakan fundametal dasar seseorang layak disebut sebagai pemimpin.  Pemimpin yang baik dan benar akan membawa armada kapalnya kearah kebenaran dan kebaikan, dan berujung pada keberhasilan atau kesuksesan.  Kepemimpinan Etis adalah fundamental kepemimpinan sejati Anda dalam memimpin orang dan tim.  Kepemimpinan Etis adalah kepemimpinan yang dilakukan dengan BENAR dan melakukan hal yang BENAR.

Dengan berbagai cara dan berbagai rencana, banyak orang mempertahankan reputasi kepemimpinan mereka meski mengabaikan nilai kejujuran.  Inilah uniknya pribadi dan karakter orang, yang akan menjaga nama baik sebagaimana menjaga kehidupannya.  Risiko sebagai pemimpin adalah risiko menjadi orang yang disorot, dipandang dan mungkin ditiru.  Sedemikian Anda perlu menjadi seorang pemimpin dengan gaya Kepemimpinan yang Etis (Ethical Leadership).

Sebagai pemimpin tim Anda perlu menjadikan etika sebagai dasar paling bawah dalam Kepemimpinan.  Dengan melakukan hal yang benar, pada saat yang tepat dan alasan yang akurat, Anda telah menjadi seorang pemimpin yang akan mampu menggerakkan orang lain mendedikasikan diri mereka dalam kepemimpinan Anda.

Bagaimana Anda melakukannya? Dan bagaimana Anda melakukannya dengan baik? Menentukan standar etika organisasi dan menerapkannya dalam praktek diseluruh lini organsasi.

#Definisikan Nilai Organisasi Anda

Memimpin orang adalah dengan karakter dan integritas dan Anda harus menunjukkannya dengan contoh.  Anda adalah pemimpin yang dilihat, sehingga jadikanlah nilai-nilai organisasi selaras dengan nilai pribadi Anda.  Langkah awal adalah pastikan NILAI DIRI Anda sebaik mungkin sama dengan NILAI ORGANISASI.  Jika organisasi mempunyai value INTEGRITY, selayaknya Anda pun berlaku yang sama dengan bekerja secara JUJUR, tidak sering mangkir dengan berbagai alasan, atau mempertontonkan debat kusir mengenai laporan keuangan, dan lain sebagainya.

Untuk itu Tanyakanlah kepada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Apa standar perilaku yang benar-benar penting bagi perusahaan saya?
  • Apa nilai-nilai yang saya kagumi pada diri seorang pemimpin tertentu? Bagaimana cara mengidentifikasikan nilai-nilainya?
  • Apakah Anda masih akan berpegang dengan nilai-nilai tersebut, bahkan ketika mereka menempatkan Anda pada posisi yang dirugikan?

#Mengatur Nada dan Tempo

Ibarat dalam sebuah harmoni musik yang saling melengkapi, setelah Anda paham nilai-nilai organisasi yang penting, selanjutnya adalah mengatur Nada dan Tempo untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tim dan organisasi.  Memimpin dengan contoh adalah sebuah efektivitas kerja, jadi apa yang Anda lakukan akan berada jauh diatas apa yang Anda katakan.  Buatlah standar aturan dalam lingkungan kerja yang mengacu pada nilai-nilai perusahaan.  Sekali lagi, bahwa memimpin dengan contoh adalah cara terbaik untuk melakukan hal ini.

#Kenali Dilema Etika

Dalam sebuah meeting Anda akan melihat kolega yang melebih-lebihkan laporannya demi menarik simpati pimpinan perusahaan.  Semisal target kerja yang sebelumnya Anda ketahui dilakukan dalam delapan minggu, disampaikannya kepada manajemen akan tercapai dalam lima minggu.

Apa yang akan Anda lakukan?  Disatu sisi dia adalah rekan kerja namun disisi lain dia berlebihan menyampaikan sesuatu kepada manajemen.  Apakah Anda akan mendukungnya ataukah Anda akan berkata sejujurnya kepada para eksekutif.  Dilema dalam etika tidak selalu muncul jelas ke permukaan dan dapat disembunyikan untuk sulit terungkap.  Bagaimana Anda mengenali dilema ini?

  1. Identifikasi Pemicu Situasi.  Situasi tertentu memang akan memicu situasi ini, seperti Pembelian, Penyewaan, Pemutusan Hubungan Kerja, Promosi Jabatan, Apresiasi dan lainnya.  Kenali terlebih dahulu pemicunya sehingga akan tepat tindakan Anda selanjutnya
  2. Persiapan di Awal.  Jika Anda mengetahui situasi yang akan dihadapi, maka ada kemungkinan untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang diluar dugaan.  Semisal Anda berada dalam meeting bulanan yang membahas performa buruk rekan kerja, tentunya Anda cukup paham permasalahan yang dihadapinya dan tentu pula Anda dapat mempersiapkan diri dengan jawaban yang diperlukan jika ditanya.
  3. Dengarkan Suara Hati.  Bersikap rasional adalah tindakan yang paling tepat menghadapi situasi dilematis.  Jangan memaksakan diri Anda memanipulasi situasi jika hanya bertujuan menutupi kesalahan rekan kerja atas performa buruknya.
  4. Evaluasi Ulang Keputusan Anda sebelum Bertindak.  Jika Anda dalam posisi sulit dan sulit mengambil keputusan, maka pertimbangkanlah kembali keputusan Anda.

Banyak kasus reputasi yang terungkap buruk pada akhirnya, hanya sebuah permainan kata-kata manis tanpa dasar nilai kejujuran yang hakiki.  Penipuan investasi, transaksi bodong dan masih banyak lainnya yang merugikan tidak hanya sekelompok orang-orang namun berdampak sistemik mengganggu tatanan kehidupan masyarakat.  Kepemimpinan yang Etis menjadi cara membenahi tatanan hidup yang jujur dalam setiap aktivitas Anda.  Lakukan sesuatu yang benar meski tidak populer dan tidak mudah.  Keputusan Anda berdasar nilai dan karakter Anda, dan ini menjadi contoh bagi orang-orang yang Anda pimpin.  Sekali lagi, Membangun Nilai Kepemimpinan yang Etis, dengan Cara melakukan hal yang benar.

Leave a Reply