Kepatuhan dan Komitmen Karyawan agar Termotivasi

Kepatuhan dan Komitmen Karyawan Anda
Kepatuhan dan Komitmen Karyawan agar Termotivasi

Kepatuhan dan Komitmen Karyawan dalam bekerja kadang sering dipertanyakan.  Padahal mungkin, saat mereka direkrut pertama kali, semangat dan inisiatif mereka cenderung besar.  Dan seiring waktu mulai terjadi deterioration atau perlambatan bahkan pemburukan.  Tugas seorang Leader untuk mendorong Kepatuhan dan Komitmen Karyawan agar termotivasi setiap saat.

Ada cara yang cukup mengejutkan untuk menarik dan mempertahankan Top Performer dalam tim Anda.  Ada kutipan bijak Lao Tzu yang dengan cemerlang meringkas penggambaran zaman modern. Definisi Kepemimpinan Otentik adalah sebagai berikut :

  • ## Mengetahui yang lain adalah Kecerdasan
  • ## Mengetahui Diri Sendiri adalah Kebijaksanaan
  • ## Menguasai orang lain adalah Kekuatan
  • ## Menguasai diri sendiri adalah Kekuatan Sejati.”

Tidak disangkal bahwa dalam banyak peran Kepemimpinan, elemen kekuatan selalu diharapkan. Bagaimana Anda melatih pengaruh Anda untuk mengilhami tingkat rasa hormat merupakan masalah yang sama sekali berbeda. Bertentangan dengan apa yang Anda percaya, bahwa hubungan Atasan dan Bawahan tidaklah satu arah atau sepihak.

Kenyataannya bahwa di tempat kerja, karyawan selalu memiliki pilihan untuk bergabung dengan Anda atau organisasi serta menghasilkan karya terbaik mereka. Suka atau tidak suka, karyawan akan memutuskan apakah mereka mengizinkan Anda untuk memimpin atau tidak. Atau apakah mereka cukup menghormati Anda untuk menerima gagasan Anda atau tidak.

Karyawan bisa menjadi sekutu Anda, tanpa lelah bekerja menuju tujuan bersama, atau bertekad untuk melawan Anda. Mereka akan memilih untuk mempercayai perintah Anda – atau membatasi kemajuan Anda. Ini berarti jika Anda melangkah maju secara impulsif, dan mencoba secara paksa melaksanakan sebuah hasil tanpa mengindahkan kehendak kolega Anda, kemungkinan besar Anda berada dalam perjalanan yang sulit.

Karyawan Anda mungkin PATUH – tapi apakah mereka KOMITMEN?

Jika Anda ingin memecahkan “Kode Motivasi” – cobalah tunjukkan sedikit kerendahan hati. Kerendahan hati adalah penangkal keyakinan bahwa kekuatan posisional adalah kekuatan “nyata”. Bagi beberapa pemimpin, kekuatan posisional hanyalah dalih untuk kemegahan, keangkuhan, dan mentalitas “menara gading”. Tetapi pemimpin yang rendah hati adalah pemimpin yang berpusat pada hati yang menempatkan karyawan mereka di depan mereka, dan sangat menyadari bahwa karyawan melakukan pekerjaan terbaik mereka ketika ada tingkat komitmen yang tinggi terhadap perusahaan mereka dan kepemimpinannya.

Kemampuan untuk memanfaatkan kekuatan kepemimpinan Anda untuk “kebaikan” bisa bersifat transformatif, jika Anda dapat secara positif mempengaruhi kehidupan yang Anda jalani. Untuk memahami bagaimana menginspirasi tim Anda dan meningkatkan motivasi, tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apakah karyawan Anda menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka?

Tujuan adalah hal pertama yang Anda perlu cari tahu dari karyawan.  Jika mereka hanya bertujuan mencari penghasilan, akan dapat diprediksi bahwa mereka tidak mempunyai komitmen dan loyalitas. Kompetensi mereka hanya seharga upah yang diminta.

2. Apa yang Anda lakukan untuk menunjukkan pentingnya mereka dan pendapatnya?

Komunikasi dan Konsolidasi yang Anda lakukan akan memperkuat visi misi mereka bekerja.  Dan ketika Anda sebagai pemimpin dapat menunjukkan sikap peduli dan perhatian kepada kinerja mereka, prestasi yang dicetak adalah sebuah bentuk tanggungjawab moral karyawan kepada perusahaan.  Jika Anda mampu memberikan contoh dan menjadi Role Model, karyawan pasti tidak akan pernah merasa terpaksa memberikan kinerja gemilang.

Apakah Anda sudah menganggap  mereka penting bagi kinerja perusahaan..??. Ataukah Anda masih menjadikan itu hal yang lumrah mereka lakukan karena sudah digaji..??.

3. Kapan terakhir kali Anda membuat tim Anda bangga dengan pekerjaan mereka?

Membangun soliditas tim diperlukan adanya komando yang terstruktur baik, dan dengan komunikasi yang solid akan tercipta sinkronisasi dan irama yang selaras dalam tim.  Atasan dan Bawahan akan saling mengerti dan saling memahami apa yang harus dilakukan. Pada akhirnya akan terbentuk rasa tanggung-jawab dan bangga terhadap pekerjaan.

4. Seberapa sering Anda merayakan dampak karyawan terhadap kesuksesan perusahaan?

Sedikit banyaknya, karyawan pasti mempunyai kontribusi terhadap sukses perusahaan; kecil atau besar.  Dan Anda perlu melakukan selebrasi, tidak harus perayaan besar namun sebuah momen kecil dengan minuman ringan dan saling bersulang sudah cukup. Selebrasi merupakan tanda bahwa Anda sangat konsen terhadap performa tim dan partisipasi mereka.

Kepatuhan dan Komitmen Karyawan akan semakin kuat manakala apresiasi menjadi sebuah pembenaran.  Tidak melulu reward tour, atau plakat perak, cukup dengan publikasi e-mail, atau blasted di WA grup atau bahkan memo personal. Semakin sering dilakukan, akan menjadi candu; namun positif bagi lingkungan kerja.

5. Apa yang Anda lakukan untuk memberi Inspirasi, Apresiasi, dan Stimulasi kerja?

Sebagai pemimpin Anda akan melakukan berbagai upaya membangun semangat dan etos kerja positif.  Inspirasi, Apresiasi dan Stimulasi dalam bekerja adalah hak dan kewajiban Anda agar tim semakin kuat dan solid.  Bentuk motivasi kata-kata, Hadiah kecil dan E-mail ucapan selamat adalah satu dari sekian banyak cara yang akan membuat Anda tampak peduli kepada mereka.

Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda menggali kumpulan pikiran rekan kerja Anda lebih dalam, dan lebih sadar akan motif di balik tindakan dan perilaku mereka. Jika Anda menerapkan kebajikan dalam kerendahan hati, Anda mengundang orang-orang yang Anda pimpin untuk mengambil peran sebagai kontributor yang diberdayakan dan peduli kepada tim.  Kepatuhan sedikit bertolak belakang dengan Komitmen, karena Anda sungguh membutuhkan karyawan yang mampu memberi atau berkontribusi optimal bagi tumbuh kembang perusahaan.  Mereka perlu berkomitmen dengan fungsi, tugas dan tanggungjawabnya.  Kepatuhan dan Komitmen Karyawan merupakan alat pelengkap keberhasilan perusahaan.

Leave a Reply