Kekuatan Tim Sinergi (Lanjutan)

Kekuatan Tim Sinergi yang terdiri dari beberapa elemen dasar yang membangunnya seperti Tujuan Berfokus Hasil (Result-Focused Goal), Kesenyawaan Tim (Team Chemistry), dan lainnya akan diuraikan lebih lanjut untuk memudahkan Anda dalam membangun Kekuatan melalui Tim Sinergi.

1.   Result Focused Goal

Adalah aspek pertama dalam pembentukan tim sinergi, yang akan dipergunakan untuk mengarahkan tim dalam satu tujuan yang sama.  Orientasi atau Fokus pada tujuan bukan berarti mengindahkan proses yang ada yang harus dilakukan dengan cara yang benar, dimana keduanya harus berjalan simultan dan seimbang (balance) agar terwujud istilah “Dicipline in Process and Ambitious in Result”.  Sumber daya yang besar dengan sejumlah Key Performance Indicator (KPI) yang berbeda harus diarahkan dan digiring pada sasaran yang sama (Common Goal).

Result Focused Goal akan menjadi perangkat ampuh mobilisasi SDM dan memerlukan beberapa persyaratan yaitu Pertama bahwa tujuan organsasi merupakan bagian dari tujuan individu, dan Kedua bahwa tujuan organisasi akan memberikan rasa bangga (sense of pride).  Dengan demikian masing-masing anggota tim akan memberikan usaha terbaik untuk mencapai hasil.

Langkah yang perlu ditempuh untuk membangun Tim Berfokus Hasil adalah:

  • Misi dan Visi, dengan penyamaan persepsi setiap individu yang terlibat maka akan dapat diredam konflik dan perbedaan yang ada.  Misi dan Visi akan mendorong hubungan positif (Positive Relationship) dan Kebersamaan (Partnership) antar anggota.
  • Tema Strategis, yang tergambarkan untuk kurun waktu lima tahunan agar menjadi daya tasrik dan imajinasi masing-masing anggota.  Tema Strategis akan membangun pola pikir yang seragam mengenai tujuan Tim.
  • Rencana Tahunan dan Rencana Lima Tahunan, sebagai manifestasi Misi-Visi dan Tema Strategis.  Rencana Tahunan yang bersifat Jangka Pendek menjadi program evaluasi bagi Rencana Lima Tahunan yang bersifat Jangka Panjang.

2.  Team Chemistry

Aspek kedua setelah Tim yang Berfokus Hasil adalah Kesenyawaan Tim (Team Chemistry) yang merupakan bentuk kesesuaian gen masing-masing anggota tim, sehingga tercipta nilai dan pandangan serta pola pikir yang homogen.  Keseragaman nilai ini akan memuluskan Konsensus, Pengertian dan Kebersamaan.  Team Chemistry merupakan kekuatan pengikat ke dalam dan kekuatan keluar sebagai pencair friksi yang muncul.

Mewujudkan Team Chesmistry dengan cara berikut:

  • Nilai-nilai (Shared Values) yang saling diyakini anggota tim.
  • Kebersamaan Tim dalam Aktivitas yang dilakukan berkala.
  • Mekanisme pembentukan Tim yang Fleksibel.

3.  Team Empowerment

Memberikan kebebasan bertanggung jawab dalam penyelesaian Misi dan Tugas adalah cara pembentukan Team Empowerment (Pemberdayaan).  Adanya pemberdayaan akan lebih membuat Efektif sebuah tugas dan meningkatkan Performa dan Kinerja.  Pemberdayaan menyangkut dua aspek yaitu faktor internal berupa Sumber Daya Anggota Tim dan faktor eksternal berupa Otorisasi dari Manajemen.

Proses Pemberdayaan Tim terjadi melalui sebuah siklus yang melibatkan tiga komponen yakni Kompetensi (Competence), Kepercayaan (Trust) dan Delegasi (Delegation).

4.  Synchronized Collaboration

Kekuatan Tim Sinergi tidak hanya terletak dari semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan, namun juga sifat masing-masing anggota yang sinkron satu dan lainnya.  Dengan latar belakang berbeda dari masing-masing individu, terjadi sinkronisasi yang kolaboratif sari Top Manajemen sampai Level Terbawah.

Mewujudkan Sinkronisasi Kolaborasi dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • Aligned KPI, Penyelerasan KPI satu dan lainnya, agar setiap departemen bertindak dan bekerja sesuai dengan kepentingan tim dari departemen lainnya.  Keterkaitan satu dan lainnya menuntut kebersamaan dan keterbukaan dalam mencapai KPI masing-masing.
  • Integrated PDCA Cycle, pelaksanaan Review Bulanan dalam format PDCA disetiap departemen atau divisi dengan agenda utama membahas isu dan masalah serta perumusan solusi atau tindakan perbaikan.
  • Team Synchronizer, yang berperan sebagai fasilitator bagi semua aspek agar berbagai kepentingan, perbedaan pendapat, proses komunikasi dan alokasi sumber daya berjalan tepat seperti yang diharapkan.

5.  Team Recognition

Pengakuan atau Penghargaan adalah hal krusial dalam pembentukan dan pengembangan tim.  Dengan adanya reward and recognition akan menyentuh sisi emosional anggota tim dalam mencapai performa.  Bukan mengesampingkan penghargaan individu, namun penghargaan secara tim akan lebih produktif kedepannya.

Membangun Team Recognition dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Team KPI, ukuran keberhasilan berdasarkan Key Performance Indicator yang berorientasi pada tim.  Penilaian Kinerja individu akan memasukkan faktor yang menyangkut dalam tim, seperti Team Work, Komunikasi, Adapatasi dan lainnya.
  • Assessment Process, yang terdiri dari Performance Appraisal (Penilaian Kinerja )dan Assessment untuk Promosi Pangkat dan Jabatan.
  • Recognition, penghargaan yang bersifat financial atau non financial.

Kekuatan Tim Sinergi mempermudah Anda dalam membangun organisasi untuk jangka panjang dan siap menghadapi berbagai perubahan dunia.  Tim Sinergi menjadi kekuatan sebuah Organisasi yang melakukan Lompatan Raksasa dalam persaingannya.

Leave a Reply