Jadikan Stres Anda sebagai Motivasi Kerja demi Karir tetap Cemerlang

stress managementDalam menjalani pekerjaan, tentu ada saatnya Anda merasakan tekanan atau stress.  Tekanan karena jumlah dan tumpukan pekerjaan, dateline yang makin dekat, tuntutan pelanggan atau ternyata stress dapat juga diakibatkan karena Anda jenuh dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.  Kejenuhan dapat diatasi dengan mencari motivasi diri melakoni hari demi hari.  Namun jenis stress akibat hubungan komunikasi yang kurang baik, kompensasi dan benefit yang tidak sesuai atau jenis pekerjaan yang tidak cocok dengan kompetensi Anda, merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah diselesaikan.  Anda perlu mencari tahu pilihan terbaik yang harus dilakukan demi keberhasilan Anda sebagai pribadi atau kesuksesan Anda dalam bekerja sebagai profesional.

Banyak cara yang dapat Anda lakukan demi mengelola stress lebih baik.  Stress dalam pekerjaan dapat Anda modifikasi menjadi sebuah motivasi dalam bekerja lebih bersemangat.  Berikut ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengelola tekanan lebih baik, sehingga pengembangan karir profesional Anda tidak terganggu.

1.  Tentukan Prioritas Utama dan Terpenting.

Mengutip dari pelajaran Stephen R Covey tentang Perilaku Efektif, maka Anda harus menentukan Tujuan Akhir dalam bekerja, sehingga jalan dan langkah yang ditempuh adalah sebuah kepastian dan proses yang dapat dilalui.  Meski banyak banyak proyek yang harus deliverables dalam satu semester, namun Anda tetap menentukan pilihan pertama dari sekian banyak proyek.  Jika Anda memang merasa bahwa sebuah proyek tidak mungkin terjadi dalam waktu yang telah ditetapkan, maka alangkah bijak jika Anda mengungkapkannya diawal daripada hasil akhir yang tidak optimal nantinya.

2.  Rencana Kerja yang Rapi.

Anda harus membuat agenda kerja yang rapi dan teratur setiap saat.  Sehingga target yang perlu diselesaikan dapat terpantu jelas dan sesuai dateline yang ada.  Target yang jelas tampak dalam agenda kerja, akan memudahkan Anda dalam membuat perencanaan yang matang dan proses kerja yang lancar.  Meski menjadi seorang yang bertanggungjawab dengan aktivitas lapangan, bukan berarti Anda tidak paham akan masalah administrasi.

3.  Komunikasi Intensif dengan Tim Terkait.
Meski  rencana kerja telah tersusun dengan matang, namun adakalanya tidak bisa berjalan mulus, sebab hubungan dengan tim terkait yang tidak lancar. Anda perlu menyampaikan masalah ini pada orang-orang yang berkaitan dengan pekerjaan Anda. Mungkin saja ada rekan kerja yang bisa membantu Anda menyelesaikan tugas tersebut.

4.  Bangun Jaringan Kerja yang Solid.
Menjalin kerjasama dan pertemanan dengan rekan kerja dari divisi lain bisa sangat berguna untuk memperlancar pekerjaan. Proyek Anda mungkin tidak bisa berjalan sempurna dengan kekuatan sendiri, sehingga bantuan dan kompetensi tim lain sangat membantu Anda menyelesaikan proyek.  Sesekali luangkan waktu untuk makan siang bersama atau hang out sepulang kerja untuk menjalin kekompakan.  Hubungan personal yang hangat sangat berdampak pada keberhasilan sebuah proyek.

5.  Delegasi Tugas dan Wewenang.
Jangan meragukan potensi rekan kerja Anda, dan berikan kesempatan kepada mereka menunjukkan tanggungjawabnya. Dengan demikian Anda bisa mendelegasikan tugas dan wewenang agar pekerjaan bisa sesuai lebih cepat. Salah satu tujuan dari delegasi tugas kepada bawahan memang sangat berguna untuk mengurangi stres. Meski begitu Anda tetap harus mendampingi agar tidak terjadi kesalahan.

Stress dan Tekanan adalah bagian dari pekerjaan Anda sehari-hari.  Meski penuh dengan beban dan tanggungjawab yang besar, bukan berarti Anda tidak dapat mengelola dan bahkan mengurangi tekanan kerja.  Tekanan kerja dapat Anda jadikan motivasi memberikan hasil yang lebih optimal.  Stress dapat membantu Anda tetap fokus pada pengembangan karir dan pekerjaan.

Leave a Reply