Inilah yang Menyebabkan Anda belum mendapatkan Pekerjaan

alasan aplikasi kerja anda ditolakMenjadi sangat sulit kondisinya manakala Anda belum juga mendapatkan pekerjaan.  Dan semakin sulit kondisinya jika Anda belum dapat mencari tahu penyebab apa yang membuat Anda gagal memperoleh pekerjaan.  Mungkin Anda sudah mengirimkan ratusan aplikasi lamaran kerja, dan belum satupun yang berhasil.  Bahkan Anda sudah pernah melakoni sesi wawancara, dan merasakan kemungkinan berhasil, namun ternyata belum juga menghasilkan.

Mencari pekerjaan adalah sebuah mutualisme antara pemberi kerja dan penerima kerja, dan merupakan sebuah pencariaan yang tidak mudah bagi kedua pihak. Jika posisi Anda sebagai pencari kerja, jawaban penolakan adalah sebuah kegagalan, namun sungguh beruntung jika Anda memperoleh Rejection Letter atau informasi penolakan, dibandingkan tidak ada informasi sama sekali mengenai aplikasi lamaran kerja Anda.

Banyak alasan mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan dan cukup sulit menggambarkan sejauh mana kemungkinan Anda memperoleh sebuah posisi kerja.  Mungkin Anda dapat menghubungi pihak perusahaan dan menanyakan alasan penolakannya, namun jarang perusahaan yang memberikan detil penolakan, dan menggantikannya dengan pernyataan yang umum, “Anda adalah kandidat yang tepat namun kami menemukan kandidat yang lebih baik”.  Mendengarkan jawaban seperti ini hanyalah akan membuang waktu Anda dan bisa menambah beban psikologis jikalau Anda seorang Jobless.

Dari kutipan about.com, ada beberapa alasan utama mengapa Anda tidak cocok dengan pekerjaan yang tengah diincar.  Pengalaman mencari pekerjaan adalah pembelajaran mengenai teknik mencari kerja yang harus sesuai atau merefleksikan diri Anda sesungguhnya.  Jika Anda sulit menggambarkan diri sendiri maka akan sulit juga mencari pekerjaan yang tepat, sehingga untuk menghindari hal tersebut, Anda dapat mencari masukan dari teman, kolega atau professional lain dalam industri yang Anda minati.

1.  Apakah Anda Memiliki Kualifikasi Pekerjaan tersebut

Mencari kerja tidak asal mencari pekerjaan dengan gaji dan benefit yang lebih baik, namun harus sesuai dengan kompetensi (pengalaman dan pengetahuan) Anda dan pastinya sesuai dengan karakter atau perilaku Anda.  Seorang teknisi sipil cukup sulit bekerja dalam bidang akunting, meski gaji yang ditawarkan berlipat dua kali atau tiga kali.  Gaji dan Kompensasi tidak semata-mata menjadi pilihan utama.  Demikian pula sebaliknya bagi pemberi kerja, mereka tidak akan memaksakan posisi seorang akunting kepada seorang teknik sipil, meski fungsi kerjanya hanya sebagai seorang manajer (Control and Monitoring) bukan seorang pelaksana (Officer).  Pasar kerja yang kompetitif akan mencari kandidat yang mempunyai Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman yang tepat untuk berlanjut pada proses wawancara.

2.  Apakah Surat Lamaran Anda sudah Lengkap

Sebuah surat lamaran akan dikesampingkan manakala informasi yang terdapat didalamnya tidak sesuai dan tidak tepat.  Pemberi kerja mencari orang yang tepat, sehingga mereka akan membaca aplikasi lamaran kerja pertama kali sebelum bertatap muka untuk proses wawancara.  Jika Anda melamar posisi seorang Kepala Cabang, maka surat lamaran kerja Anda perlu menjelaskan Pengalaman Anda sebagai Kepala Cabang dan Kinerja yang pernah diraih.  Tidak perlu ragu menuliskan prestasi yang pernah Anda raih meski hal tersebut belum menjamin Anda diterima.

3.  Apakah Anda melakukan Kesalahan dalam Aplikasi Lamaran

Pembuatan Surat Lamaran Kerja tidak boleh menuliskan kesalahan sekecil apapun.  Beberapa pemberi kerja akan mengecek satu persatu, bahkan baris per baris surat lamaran kerja Anda.  Pengalaman kerja Anda sebelumnya dapat menjadi modal memperoleh kerja. Pemberi kerja pastinya akan mengecek keakuratan informasi yang Anda tuliskan sebelum menentukan jadwal wawancara jika cocok.

4.  Apakah Resume sudah Sesuai dengan Kompetensi Anda

Resume yang Anda buat harus sesuai dengan target pekerjaan yang Anda incar.  Seorang ahli komputer atau programmer tentunya akan melamar kerja sebagai kepala bidang pengembangan IT dibandingkan kepala bidang operasional.  Resume Anda akan semakin menjual jika Anda mencantumkan Ketrampilan (Skills) dan Pencapaian (Accomplishments) yang relevan dengan pekerjaan Anda.  Hal ini akan mempertegas nilai tambah kompetensi Anda bagi pemberi kerja.

5.  Apakah Resume Anda terstruktur Rapi

Pastikan ketrampilan paling sesuai Anda letakkan paling atas, sehingga mudah dibaca pemberi kerja dalam tahap Screening.  Anda pastikan pula susunan resume dibuat sedemikian rupa sehingga enak dibaca dan dimengerti. Mendapatkan pekerjaan bermula dari proses administrasi sebelum berlanjut tahap wawancara dan finalisasi.

6.  Apakah Surat Lamaran Anda sesuai dengan Lowangan Kerja

Apakah surat Lamaran Kerja Anda menuju pada posisi yang jelas dan definitif.  Semisal Anda menuliskan “Saya tertarik bergabung dengan perusahaan bapak/ibu sebagai karyawan” tidak lebih dilihat dibandingkan “Saya tertarik bergabung sebagai Manajer Operasional PT. XYZ yang bapak/ibu pimpin”.  Pastikan pula surat lamaran Anda mencantum pengalaman dan pengetahuan Anda akan pekerjaan yang ditawarkan.

7.  Apakah Surat Lamaran Anda cukup Jelas

Sebuah surat lamaran adalah Cerita Singkat tentang Diri Anda.  Idealnya Anda membuat surat lamaran dalam 3 – 5 paragraf, tertata jelas, rapi dan tidak lebih dari 8 baris masing-masing paragraf.  Pastikan pula spasi antar paragraf sehingga menjelaskan cerita yang ingin Anda sampaikan.

8.  Apakah Dokumen Pendukung bebas kesalahan

Jangan sungkan meminta teman Anda mereview surat lamaran, sehingga Anda memperoleh masukan awal dari surat lamaran yang dibuat.  Surat lamaran kerja tidak boleh mencantumkan kesalahan ketik, kosa kata atau tanda baca.

9.  Apakah Anda sudah Mencari Referensi

Jika Anda tengah mengincari posisi kerja dalam sebuah perusahaan alangkah baiknya jika Anda mencari tahu siapa dari rekanan atau kenalan Anda yang sudah berada didalamnya sebagai bahan referensi bagi Anda nanti.  Informasi orang dalam menjadikan Anda tidak ragu untuk memutuskan sebuah pekerjaan, manakala cocok Anda akan menjalaninya dengan semangat dan manakala tidak sesuai Anda tidak terjebak didalamnya.  Informasi orang dalam pastinya Akan mempermudah Anda memastikan mengapa aplikasi lamaran kerja Anda ditolak atau diterima.

10.  Apakah Anda sudah Memperoleh Referensi

Jika Anda diminta untuk memberikan surat referensi kerja dari perusahaan lama, maka pastinya pemberi kerja telah melakukan Cross Check dengan mereka sebelumnya. Sehingga pada saat Anda meminta dibuatkan Surat Referensi Kerja atau lebih dikenal dengan paklaring, informasi yang dicantumkan haruslah sebenarnya dan sesuai dengan Surat Lamaran Kerja Anda sebelumnya.  Hal ini akan memperkuat posisi Anda sebagai seorang professional yang jujur.

Mencari pekerjaan saat ini sangatlah beragam caranya, mulai dari mengirimkan surat lamaran dalam amplop, mengirimkan melalui surat elektronik, atau bahkan langsung bertatap muka dengan User (Pemberi Kerja) dan menyelesaikan proses administrasi kemudian.  Namun secara umum, Anda dapat belajar bagaimana agar surat lamaran kerja Anda menjadi prioritas dalam proses awal (Screening) dan berlanjut pada tahapan wawancara.  Hindari kesalahan dan tuliskan secara jelas target posisi, resume dan kompetensi serta pengalaman Anda, yang pastinya harus sesuai dengan Posisi Kerja yang diincar.

Leave a Reply