Inilah yang diinginkan Karyawan Anda dalam Karir Profesional Mereka

keinginan networking karyawanNaik Gaji adalah keinginan atau bahkan kebutuhan setiap karyawan, karena menjadi acuan bagi mereka dalam menata karir dan profesi.  Namun demikian ternyata gaji semata tidak menjadi jaminan Anda mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam berkarir.  Banyak aspek lainnya yang menjadi pertimbangan para profesional dalam bekerja.  Selain gaji tunai, kompensasi dan benefit lain tentu menjadi pembeda bagi setiap perusahaan dalam mempertahankan talenta terbaiknya.  Berikut beberapa aspek yang dibutuhkan seorang karyawan dalam bekerja. 

1. Tujuan (Misi)

Jelaskan misi dari tim Anda sehingga mereka memiliki arahan dan tujuan jelas dalam mengerjakan tanggung jawabnya.  Jadikan mereka sebagai bagian penting dalam proyek besar perusahaan.  Rasa memiliki akan sebuah tanggungjawab menjadikan kualitas dan kuantitas kerja masing-masing karyawan Anda meningkat.  Ajarkan pula mereka mempunyai misi pribadi yang selaras dengan misi organisasi.  Anda perlu bagi misi dan visi perusahaan kepada karyawan, sehingga menunjukkan kepedulian dalam berorganisasi. 

2. Target dan Hasil

Kebebasan bekerja bukan berarti bebas kapanpun Anda mencapai target, namun tetap dalam koridor aturan yang tegas.  Anda terapkan kepada masing-masing karyawan mengenai target yang dibebankan sebagai tanggung jawab dan wewenang mereka.  Target tidak selalu menakutkan, namun dapat menjadi menyenangkan ketika Anda mampu menanamkan semangat kompetisi dan aktualisasi diri dalam bekerja. 

3. Pemberdayaan dan Kebebasan

Konsep pemberdayaan adalah bagian dari Kebebasan yang menjadi acuan Anda dalam mengembangkan kompetensi dan kapasitas karyawan.  Cara karyawan bekerja adalah hak otonomi yang harus Anda berikan sehingga mereka akan cenderung berpikir kreatif dan inovatif mencari solusi permasalahan yang dihadapi. 

4. Masukan (Input)

Luangkan waktu Anda dalam mendengarkan saran dan masukan karyawan.  Hargai setiap masukan dan umpan balik jika berguna bagi kemajuan tim.  Dan jelaskan dengan simpatik bilamana ide atau saran mereka sulit diterapkan.  Komunikasi efektif akan berguna dalam sinergi tim Anda, yang penting hargai masukan dan saran apapun itu. 

5. Harapan (Ekspektasi)

Selain target dan misi yang tersampaikan dengan baik dan jelas, Anda perlu tegaskan pula ekspektasi dalam departemen atau divisi Anda.  Sehingga masing-masing individu akan berlaku profesional dan memandang tugas sebagai sebuah harapan kemajuan karir individunya.  Jangan ragu Anda menegur karyawan yang kurang disiplin dengan proses dan prosedur, dan jangan pula Anda menutupi perubahan yang tengah terjadi.  Ekspektasi akan dapat dikomunikasikan ketika Anda terbuka dan percaya kepada tim Anda. 

6. Masa Depan

Pekerjaan Anda dan tim tentu mempunyai arah dan tujuan, baik internal atau eksternal.  Pengembangan wawasan dan pengetahuan karyawan Anda sangat penting, tidak hanya secara personal mereka, namun berdampak besar bagi organisasi Anda.  Jangan ragu memberikan pelatihan dan pembekalan kepada karyawan.  Karyawan akan peduli terhadap bisnis Anda jika Anda peduli terhadap mereka terlebih dahulu.  Tidak perlu takut kehilangan karyawan berprestasi, daripada Anda mempertahankan karyawan dengan kompetensi rendah. 

7. Koneksi (Network)

Tim Anda adalah makhluk sosial yang tentu menginginkan hubungan personal dengan orang lain.  Berikan pula kesempatan kepada mereka dalam membangun jaringan sosialnya, meski bukan hanya urusan pekerjaan.  Setiap individu perlu aktualiasasi mengenai keluarga, pribadi atau pun karir profesional mereka.  Meski Anda sebagai pemimpin mereka, bukan berarti mereka akan merasa nyaman jika berdiskusi selain kepentingan kerja. 

8. Konsistensi

Jagalah hubungan komunikasi Anda dengan tim, terlebih dengan beban kerja yang cukup tinggi, dapat mengakibatkan faktor emosional muncul.  Jika Anda sering mengkritik atau menuntut maka lakukanlah dengan cara yang bijak dan empati.  Bersikap adil kepada masing-masing karyawan adalah sikap pemimpin, dan Anda perlu lakukan kepada masing-masing karyawan karena setiap mereka adalah unik.  Kemungkinan terjadinya perlakuan pilih kasih akan makin kecil pada saat semua dapat dikomunikasikan dengan baik.

Leave a Reply