Inilah tandanya Anda mendapatkan Talenta Pemenang

inilah calon talenta pemenangMenjelang akhir tahun, hampir setiap perusahaan bersiap-siap mencari calon-calon talenta terbaik.  Atau pun sebaliknya, para talenta terbaik akan mulai mencari perusahaan baru yang memberikan lebih dari yang diperolehnya.  Anda pun tidak perlu menutup diri akan hal ini, dimana setiap kesempatan adalah sebuah pilihan, apakah Anda merasa siap mendapatkan yang lebih baik ataukah cukup dengan kondisi sekarang.

Terlepas posisi sebagai atasan atau bawahan, setiap individu merupakan pribadi yang memiliki keunggulan masing-masing.  Dan harapannya adalah seorang atasan mendapatkan pribadi yang unggul dan bawahan pun mendapati diri sebagai menjadi unggulan.  Inilah mutulisme dari hubungan kerja atasan dan bawahan.

Berikut ini, beberapa tips dari inc.com yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur, bahwa calon karyawan Anda mempunyai kriteria sebagai pemenang atau talenta terbaik. 

1.  Bertanya berkali-kali sampai Anda yakin

Dalam sesi wawancara tentu pewawancara akan bertanya mulai dari profil probadi sampai dengan profil profesional.  Jika Anda sebagai calon karyawan maka Anda harus betul-betul menguasai bahan ini, yakni pengalaman pribadi dalam menjalankan seluruh kegiatan kerja, end to end process, atau hubungan kerja dengan orang lain.  Dan jika Anda seorang calon atasan yang mencari talenta pemenang, pastikan Anda mendapat jawaban yang diinginkan.  Tidak perlu ragu bertanya ulang agar jawaban yang dilontarkan adalah pasti dan membuat Anda yakin.  Lakukan beberapa kali wawancara untuk memastikan bahwa calon tim Anda adalah talenta terbaik.  Dengan banyak bertanya secara langsung Anda dapat mengenal perilaku atau karakter calon pemenang tersebut.  Tidak perlu menjaga penampilan dan tutur kata demi sebuah pencitraan, karena yang penting adalah Anda mendapat calon talenta terbaik demi kelangsungan departemen dan perusahaan Anda.  Hindari kesalahan menilai calon talenta terbaik Anda dari informasi luar, tanpa bertemu langsung dan bertatap muka.  Tatap muka tidak akan membohongi penilaian Anda dan tidak akan memaksa calon pemenang mundur dari wawancara. 

2.  Lakukan proses ketat terhadap Kualitas Pribadi

Meski sudah ada test IQ atau test kepribadian lainnya, namun proses yang ketat secara individu tetap harus dilakukan.  Banyak sudah kandidat karyawan yang ahli dalam melewati test IQ, namun sebenarnya kurang mumpuni dalam menyelesaikan pekerjaan.  Proses mencari talenta pemenang dapat dilakukan dengan meminta para kandidat menuliskan skenario pekerjaan, atau hasil-hasil kerja mereka dan lainnya.  Kandidat talenta pemenang tidak akan mundur menjalani proses penerimaan yang ketat.  Dan Anda memerlukan pribadi yang tangguh dalam menjalankan bisnis perusahaan.  Dari hasil test kepribadian, test skenario kerja dan bukti kerja lainnya, dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai pribadi calon tim Anda.  Kualitas pribadi berupa karakter dan perilaku merupakan fundamental utama dalam membangun tim yang solid. 

3.  Ajukan pertanyaan sulit dan menekan

Menjadi calon karyawan mungkin cukup menggelikan ketika Anda dicecar banyak pertanyaan, dan berujung pada pertanyaan menjurus.  Mungkin saja calon yang tidak percaya diri akan mundur dan memilih jalur lainnya yang lebih mudah.  Namun jika Anda seorang pemimpin, dan ingin membangun kejayaan tim, maka tinggalkanlah calon atau kandidat tersebut, yang mundur hanya karena tekanan.  Anda sebagai pemimpin tim tidak perlu ragu menanyakan hal-hal yang menjurus masalah pribadi, karena hubungan kerja nantinya tidak akan lepas dari masalah pribadi.  Tidak perlu takut dan ragu membuat para kandidat tidak nyaman dalam sesi wawancara, dan sebaliknya sebagai calon karyawan, Anda pun harus siap untuk tidak nyaman.  No Pain No Gain adalah stigma yang cukup jelas bahwa dalam sebuah keberhasilan besar akan selalu ada pengorbanan.  Talenta Terbaik hanya akan diisi oleh 2 atau 3 orang dari 10 bahkan 20 kandidat, dan untuk mendapatkan 10 talenta terbaik Anda perlu melakukan wawancara dengan 100 kandidat lebih. 

Dalam sebuah sesi wawancara akan selalu ada ketidaknyaman dan ketidakpastian.  Baik sebagai calon atasan atau calon karyawan, masing-masing harus mampu menjalani proses ketat, penuh tekanan dan tanpa kompromi.  Hasilnya adalah anggota tim yang solid, atasan dan bawahan yang kompak, organisasi yang stabil dan pertumbuhan bisnis yang impresif.

Leave a Reply