Inilah Risikonya Jika Anda Membawa Pekerjaan Kantor ke Rumah

Risiko Membawa Pekerjaan Kantor di Rumah

Risiko Membawa Pekerjaan Kantor di Rumah

Pekerjaan kantor pasti terus-menerus akan selalu ada. Kita sebagai karyawan harus mampu mengatur strategi dalam menyelesaikan pekerjaan di kantor agar tidak sampai membawa pekerjaan tersebut ke rumah. Adanya tenggat waktu pekerjaan kantor yang harus segera diselesaikan terkadang membuat kita harus membawa pekerjaan tersebut ke rumah. Berikut adalah beberapa risiko baik dari segi fisik dan psikis, apabila kita membawa pekerjaan kantor ke rumah.

  1. Fisik
  • Tidak mendapat uang lembur

Umumnya perusahaan mempekerjakan karyawannya dengan jam kerja tujuh hingga delapan jam tiap harinya. Hal ini pun sudah sesuai dengan ketentuan peraturan dari Disnakertrans, dimana telah disesuaikan dengan batas kemampuan individu dalam bekerja dalam satu hari. Apabila di luar jam kerja, karyawan tetap harus menyelesaikan pekerjaannya tersebut di kantor maka perusahaan akan memberikan uang lembur yang setimpal. Berbeda kondisinya jika kita mengerjakan pekerjaan tersebut di rumah. Kita tidak akan memperoleh kompensasi atau keuntungan secara finansial atas jerih payah kinerja kita karena perusahaan juga tidak dapat mendata jam bekerja kita saat kita berada di rumah.

  • Kelelahan

Rumah adalah tempat kita melepas lelah sepulang kita bekerja, namun jika rumah dijadikan “kantor kedua” tentu intensitas kelelahan kita akan jauh lebih meningkat dua kali lipat. Adanya tuntutan atau kebutuhan yang diminta oleh anggota keluarga lainnya terhadap kita membuat energi yang harus kita keluarkan akan ekstra bertambah. Selain kita harus berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang kita bawa pulang, pasangan dan anak Anda tentu juga membutuhkan figur Anda saat Anda berada di rumah. Kondisi ini akan memberikan dampak negatif pada berkurangnya jam beristirahat Anda dan waktu bersama keluarga.

  1. Psikis

Adanya penelitian oleh Dr. Karin Olson dari Universitas Alberta, Kanada (2010, dalam Musbikin) yang menyatakan bahwa kelelahan secara fisik biasanya akan dibarengi dengan gejala psikis seperti depresi, sulit berkonsentrasi, mudah cemas, dan lebih sensitif. Kondisi semacam ini cenderung berefek menurunkan motivasi kita untuk bekerja. Pola hidup kita akan terasa seperti terjebak dalam lingkaran pekerjaan yang tiada habisnya. Kita bahkan tidak dapat menikmati hasil jerih payah kita untuk diri sendiri maupun bersama keluarga. Adanya ketidaknyamanan secara psikis yang kita alami, juga dapat memperburuk hubungan kita, baik dengan anggota keluarga, maupun dengan rekan bekerja kita.

Membawa pekerjaan ke rumah tidak terlalu menguntungkan kita sebagai karyawan, bahkan cenderung berdampak buruk pula terhadap perusahaan. Jika motivasi kerja karyawan menurun akibat banyaknya tugas atau pekerjaan kantor yang harus diselesaikan, namun tidak disertai dengan energi dan kemampuan para karyawannya yang memadai sehingga harus membawa pekerjaan kantornya ke rumah, maka akan membuat kinerja perusahaan juga menjadi tidak efisien. Mungkin beberapa sudut pandang menganggap bahwa loyalitas diartikan sebagai totalitas waktu dan pikiran, namun pada dasarnya setiap orang perlu saklek dalam mengalokasikan waktu dan pikirannya, terkait dengan urusan pribadi dan pekerjaan. Justru dengan Anda tegas dalam mengelola waktu kerja, maka akan lebih mudah Anda untuk recovery dari kelelahan fisik maupun psikis.

Leave a Reply