Inilah Budaya Perusahaan yang Berakibat pada Karyawan Baik menjadi Buruk

budaya perusahaan yang buruk bagi karyawanMeski karyawan memiliki yang dedikasi dan potensi tinggi, namun jika terdorong pada kondisi budaya perusahaan yang buruk, tentu dapat mengalami perubahan pada perilaku negatif.  Budaya perusahaan yang kurang baik, fatal dampaknya pada performa individu, dan ini dapat dengan mudah terjadi, karena pengaruh lingkungan jauh lebih kuat dibandingkan komitmen seseorang, meski pada diri sendiri.  Anda berjanji akan melakukan “Kebiasaan A” namun karena semua kolega dan relasi Anda mempunyai “Tabiat X”, maka tidak tertutup kemungkinan Anda akan terjerumus pada “Perilaku X”.

Dalam bukunya berjudul Behavioral Ethics in Organizations”, Dr. Muel Kaptein menjelaskan bahwa Kepemimpinan, Nilai Kekaryawanan, dan Interaksi antar Individu, jika tidak ditangani dengan baik maka akan mengubah seseorang yang baik untuk mengambil keputusan yang buruk.

1.  Setiap Orang “Tampak” Sibuk

Tentunya Anda tidak ingin melihat anggota tim tampak santai dan duduk menganggur.  Yang Anda harapkan adalah mereka bekerja dengan tenang, teliti dan pasti, serta tepat mengambil keputusan, sehingga seluruh pekerjaan akan terselesaikan dengan bijaksana.  Demikian pula Anda tidak ingin mereka tergesa-gesa dan panik dalam melakukan pekerjaan, karena berdampak buruk terhadap hasil akhir atau sebaliknya mereka terlalu mengulur waktu karena egois dengan hasil kerja, juga berpengaruh buruk bagi tim Anda.

Ketika setiap anggota tim Anda berikan waktu yang cukup dalam melaksanakan proyeknya, tentu hampir semua akan berhasil menyelesaikan, dan sebaliknya ketika Anda paksa mereka dengan deadline tertentu, maka hampir semuanya pula akan panik dan tergesa-gesa dalam pekerjaan.  Kondisi inilah yang perlu Anda waspadai, sehingga budaya perusahaan tetap mendukung Kebebasan dan Kreativitas individu untuk berkembang, dengan membatasi Time sesuai dengan Planning awal.  Manajemen Strategi adalah sebuah kolaborasi antara Planning and Execution, dan Anda menjadi pemimpin didalamnya.

2.  Tidak ada Panutan Terbaik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Anda adalah pemimpin tim, sehingga wajib hukumnya menjadi Role Model.  Saat Anda memberikan wewenang dan instruksi tugas, maka wajib hukumnya Anda berkomitmen dengan hal tersebut.  Kepemimpinan adalah kemampuan Anda mengelola sumber daya yang ada menjadi sebuah hasil maksimal.  Dalam membangun sebuah panutan, Anda akan dituntut untuk berlaku benar dan baik, walk to talk dan konsisten. Tarik ulur tugas yang diberikan tetap dalam prinsip kerja yang jelas, tidak berubah-ubah.  Perlu diwaspadai pula cara penyampaian Anda dalam memberikan pekerjaan pada anggota tim.  Pilihan kata yang kurang tepat dapat berdampak buruk pada performa tim Anda. 

3.  Budaya Perusahaan Mengambang

Budaya perusahaan yang tidak jelas akan menciptakan banyak kontraproduktif bagi individu-individu yang ada.  Perlu dipertegaskan tujuan akhir dari organisasi, sehingga masing-masing tim mengerti dan paham apa yang harus dikerjakannya.  Pernyataan “Ini Bukan Pekerjaan Saya”, yang menjadi sindrom dalam perusahaan merupakan wujud nyata ketidakpastian budaya perusahaan.  Anda perlu membangun sebuah kepastian dalam organisasi, semisal “YangPenting Pekerjaan Selesai”, “Keterbukaan dan Transparansi dalam Komunikasi”, “Penghargaan dan Apresiasi dalam Pekerjaan”, dan masih banyak lagi.  Budaya perusahaan yang tidak jelas akan memperburuk pertumbuhan individu dan organisasi dalam jangka panjang.

Leave a Reply