Implementasi Ide yang Terkontrol adalah sebuah Siklus PDCA

Beberapa hal sering mengalami Kesalahan dan perlu Perbaikan, dan mungkin Anda telah bekerja keras mewujudkan sesuatu menjadi nyata di kemudian hari.  Namun apakah Anda bisa yakin 100% bahwa apa yang Anda Rencanakan akan Terjadi dan yakin bahwa Solusi Anda akan Bekerja dengan Sempurna?

Bagaimana Anda dapat mendapatkan sesuatu dengan Benar untuk seterusnya, tidak lain adalah dengan Sebuah Proses yang memastikan Anda pada sebuah Rencana, Testing dan Umpan Balik sebelum dilakukannya Implementasi.  Dan cara yang sudah umum dikenal untuk proses ini adalah Siklus Plan-Do-Check-Act.  PDCA adalah sebuah Proses yang sangat Jelas Definisi dan Proses Berulangnya.

Empah Langkah dalam Siklus PDCA selalu melibatkan hal berikut:

  1. Plan :Perencanaan, dengan Melakukan Identifikasi dan Analisa Permasalahan.
  2. Do : Pelaksanaan, dengan Mengembangkan dan Mencoba Potensi Solusi yang Mungkin.
  3. Check : Pengecekan, dengan Mengukur sejauh mana Efektivitas Solusi dan Menganalisa kemungkinan dapat ditingkatkan Perbaikannya dalam berbagai Cara.
  4. Act : Tindak Lanjut, dengan Mengimplementasikan Solusi Perbaikan secara Penuh (Standarisasi).

PDCA adalah Pemberdayaan Metode dalam Problem Solving dan Implementing Solutions.  Metode mencari Akar Masalah yang Tepat akan mempermudah Anda dalam Mencari Solusi.  Bagaimana Anda dapat menerapkan Siklus PDCA yang Baik dan Benar.

1.  Tahapan Pertama : Plan (Perencanaan).

Identifikasi Masalah yang ada dan Mencari Akar Penyebab Masalah.  Pada tahap ini ada beberapa Alat Bantu yang dapat dipergunakan yakni:

  • Diagram Sebab Akibat (Fishbone Diagram).
  • 5Whys.

Dengan cara ini Anda dapat melakukan Pemetaan Proses yang berpengaruh terhadap Akar Permasalahan.

2.  Tahapan Kedua : Do (Pelaksanaan).

Dalam Tahap Kedua ini ada beberapa aktivitas yang terlibat yakni:

  • Membuat Beberapa Solusi yang mungkin.
  • Memilih Solusi Terbaik dari beberapa yang ada.
  • Implementasi Solusi dalam Skala Kecil, Grup Kecil atau Lingkup Terbatas.

Tahapan Pelaksanaan bukan Langkah Perbaikan yang Permanen, namun masih bersifat Terbatas untuk Menguji Keberhasilan Solusi yang dipilih.  Langkah “DO” berarti usaha untuk Mencoba dan Menguji Solusi.

3.  Tahapan Ketiga : Check (Evaluasi).

Langkah Ketiga adalah melakukan Evaluasi dan Pengukuran sejauh mana Efektivitas Solusi yang telah dijalankan pada Tahapan Sebelumnya.  Selanjutnya Anda merangkum dan mempelajari hasil yang agar didapat pencapaian yang lebih baik.  Tergantung Kondisi Perbaikan yang diidentifikasikan sebelumnya, maka Langkah “DO” dan “CHECK” dapat dilakukan beberapa kali agar mendapat Hasil Paling Optimal. Setelah Anda merasa cukup puas dengan hasil evaluasi, maka dapat diteruskan pada Langkah Akhir.

4.  Tahapan Keempat : Act (Tindak Lanjut).

Tahapan ini adalah Implementasi Penuh seluruh Solusi yang telah dilakukan sebelumnya.  Dan pada tahapan ini pula Anda mulai melakukan Identifikasi kembali Masalah yang mungkin terjadi setelah itu.  Sehingga Siklus PDCA tidak pernah berhenti dalam sebuah Tahapan Perbaikan.  Siklus PDCA akan terus berulang mencari yang lebih baik dari setiap Siklus.

Siklus PDCA merupakan sebuah Pendekatan Sederhana nan Efektif dalam Problem Solving (Pemecahan Masalah) dan Managing Change (Mengelola Perubahan ) dan memastikan sebuah pengujian layak dijadikan standarisasi sebelum Full Implementation (Implementasi Penuh).  Siklus PDCA dapat dipergunakan dalam lingkup kerja apa pun seperti New Product Development, Marketing (Pemasaran) bahkan Sosial Budaya dan Politik.

ikhtisar.com

Leave a Reply