Hutang Jenjang Karir seorang Karyawan dalam Bekerja

Hutang jenjang karir Anda
Hutang jenjang karir Anda

Setelah Anda memutuskan diri terjun dalam dunia profesional (baca : karyawan), maka komponen ESENSIAL dalam pengelolaan karir jangka panjang, adalah Career Path (Jenjang Karir).  Jenjang karir menjadi sangat KRUSIAL dalam RENCANA pengembangan kinerja Anda sebagai profesional. Karyawan dan supervisor mereka akan saling berdiskusi dan merencanakan kesempatan berkembang dalam pekerjaan.  Hal ini menjadi hutang jenjang karir seorang karyawan.

Inilah mengapa Anda dikatakan punya hutang Jenjang Karir, karena tanpa adanya kejelasan bagaimana membangun karir, akan percuma Anda memutuskan diri jadi KARYAWAN.  Kalau sudah “meminjam” status karyawan,  ya, Anda punya “hutang jenjang karir”.  Kalau Anda tidak mau berkarir, WAKTU dan PIKIRAN Anda menjadi tidak optimal.

Jenjang karir meliputi TUJUAN yang diinginkan, LANGKAH-LANGKAH, PENGALAMAN dan PENGEMBANGAN yang perlu dilakukan.  Semua faktor itu dipakai untuk membuat kemajuan (progress) dan tujuan (goals).  Mengembangkan jenjang karir akan lebih mudah jika perusahaan sudah memfasilitasinya dengan cara :

Bagaimana Anda Mengembangkan Jenjang Karir

Pengembangan karir akan lebih mudah jika Anda melihat dari sisi jenis pekerjaan yang disukai dan sesuai dengan minat atau bakat Anda.  Tujuan yang Anda inginkan dalam karir akan memerlukan pengembangan ketrampilan, pengembangan kesempatan dan pengalaman.  Coaching and Mentoring sangat diperlukan bersama supervisor Anda, dimana pengalaman lebih mereka dapat menjadi masukan positif.  Ada tiga hal yang perlu Anda persiapkan dalam pengembangan jenjang karir efektif yaitu :

1.  Anda harus memutuskan Tujuan Karir dan Jenis Pekerjaan yang diinginkan

Ketika Anda melakukan sesi Coaching and Mentoring dengan superior, akan muncul beberapa opsi pilihan jenjang karir yang tepat bagi Anda.  Pendalaman lebih jauh mengenai jenjang karir yang Anda inginkan merupakan sebuah task atau to do list lainnya diluar pekerjaan.  Anda perlu mengalokasikan waktu untuk merunut lebih dalam mengenai karir yang Anda inginkan.

Selain dengan melakukan mentoring, Anda dapat memilih mengikuti beberapa pelatihan atau seminar mengenai pengembangan karir. Forum dari komunitas-komunitas profesional, atau penelitian online dari pusat-pusat informasi karir bisa diberdayakan.  Penentuan tujuan karir yang jelas akan memudahkan Anda dalam mempersiapkan diri menjalani proses-proses meraih karir impian.

2.  Tuliskan RENCANA Jenjang Karir Anda

Mintalah rekan kerja atau teman dekat Anda untuk membantu memberi MASUKAN dan SARAN mengenai kemampuan dan potensi yang Anda miliki. Hal ini sejalan dengan rencana Anda kedepan mengenai karir yang diinginkan.

Jika organisasi tempat Anda bekerja sudah mempunyai pola penilaian yang baik (Performance Appraisal) dan mempunyai program pengembangan karir (Career Development) yang berjalan simultan, maka Anda akan lebih mudah menuliskan rencana jenjang karir selanjutnya.  Dengan menuliskan rencana karir, dan mendiskusikannya kepada atasan, Human Resource atau yang terkait, akan memberikan sebuah inspirasi bagi Anda menggapai impian.

3.  TANGGUNGJAWAB Anda terhadap rencana Jenjang Karir

Anda mungkin dapat meminta rekan kerja untuk membantu menuliskan rencana karir terbaik, namun sesungguhnya Anda adalah pelaku utama.  Dan Anda menjadi OBYEK terpenting yang menerima penghargaan dari rencana jenjang karir tersebut.  Anda bertanggungjawab mencari mentor, melamar sendiri lowongan kerja internal perusahaan, atau mengembangkan ketrampilan yang diperlukan.  Yang terpenting diingat bahwa Anda adalah penanggungjawab atas karir sendiri, tidak ada seorang pun yang peduli dengan apa yang akan Anda dapatkan ketika melakukannya.

Leave a Reply