Manfaat Anda membina Hubungan baik dengan Atasan bagi Career Development

membina hubungan dengan atasanSiapakah yang tidak ingin mendapatkan promosi jabatan atau kenaikan pangkat secara progressif dalam pekerjaannya?  Tentu siapapun yang telah berkarir sebagai profesional sangat berharap dengan adanya hal tersebut.  Diluar faktor Skill and Knowledge maka Anda perlu kembangkan soft skill yakni membina hubungan baik dengan atasan.  Hubungan baik dengan atasan dapat berdampak apakah Anda akan melihat pekerjaan sebagai sebuah berkah atau beban berkepanjangan.  Sehebat apapun Anda dalam sebuah pekerjaan, jika hubungan dengan atasan kurang baik, maka semuanya hanya akan menjadi beban dan rutinitas harian, sebelum datangnya tawaran pekerjaan baru.  Perlu Anda camkan bahwa Bagaimana pun Anda tetap perlu menjadikan Atasan sebagai acuan dalam membangun dan mengembangkan karir profesional.  Mereka adalah tangga bagi Anda untuk mendaki struktur organisasi lebih tinggi, dan tentu dengan kenaikan pangkat dan jabatan.  Kenaikan di organisasi internal perusahaan saat ini ataupun karir di tempat lain. 

Ketika Anda telah menjadikan atasan sebagai kekhawatiran dalam pekerjaan, maka segeralah mempelajari bagaimana membina hubungan baik tersebut dapat tercipta.  Belajarlah untuk mengelola ke atas, dan Anda akan memiliki kesempatan lebih besar pekerjaan dan ketenangan pikiran, tidak peduli seberapa banyak tugas dan beban kerja Anda.  Bagaimana caranya Anda membangun sebuah hubungan manis kepada atasan?  Inilah ringkasannya. 

1.  Menerima Kenyataan.

Anda pernah mendengar istilah, Atasan dapat memilih anak buah namun tidak berlaku sebaliknya.  Namun demikian pada kenyataannya Anda pun dapat memilih Atasan yang diinginkan, dengan syarat Anda mampu men-deliver keinginan setiap Atasan Anda, maka nilai jual Anda akan meningkat bagi siapapun yang Anda inginkan.  Namun jika kondisinya terbalik, maka hadapi kenyataan bahwa Anda akan mendapatkan boss yang berbeda-beda, dan tidak perlu menentangnya karena hanya akan memperburuk kenyataan.  Akuilah bahwa Anda menjadi seorang bawahan dan mereka menjadi Atasan Anda, sehingga akan lebih mudah untuk menjernihkan pikiran, dan memungkinkan untuk Anda menemukan cara positif untuk menghadapi situasi ini. 

2.  Introspeksi Diri.

Coba Anda melihat cermin dan merefleksikan motif Anda sendiri dan motivasi kerja saat ini. Apakah Anda telah bersikap adil kepada atasan, atau Anda merasa bahwa posisi tersebut harusnya untuk Anda? Anda justru menambah ketegangan dalam hubungan kepada Atasan. Coba perhatikan secara objektif sehingga akan ditemukan jalan bahwa Anda bisa bersama dan bekerjasama dengan atasan. 

3.  Orang tidak akan berubah.

Ingatlah bahwa Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk mengubah sikap mereka hanya untuk membuat Anda merasa lebih baik . Satu-satunya orang yang dapat mengendalikan adalah diri Anda sendiri . Dengan mengubah cara Anda merespons dan bereaksi, Anda mungkin hanya memiliki hubungan yang lebih baik dengan atasan Anda daripada Anda pernah berpikir mungkin.  Ingatlah pelajaran Perilaku Efektif Stephen Covey, memahami dahulu baru kemudian dipahami. 

4.  Jaga Emosi Anda.

Anda tidak perlu menjadi teman bagi manajer Anda, namun tetap harus menjaga hubungan profesional, hubungan saling menghormati. Ini berarti juga bahwa Anda tidak menggerutu kepada siapa pun mengenai mereka, dan Anda harus siap dengan konsekuensi jika mereka mendengarnya, dan itu pasti akan terdengar mereka.  Cobalah berdiskusi dengan teman terpercaya tentang apa strategi terbaik dengan untuk bekerjasama dengan atasan Anda . 

Atasan adalah alat untuk mempermudah Anda menjadi apa yang diinginkan dan posisi mana yang diharapkan.  Baik atau Buruknya Atasan, tidak serta merta menjadikan Anda sewenang-wenang dengan tugas dan tanggungjawab.  Mereka adalah kemudahan yang dapat Anda manfaatkan dalam membangun Karir dalam Profesi.

Leave a Reply