Hindarilah Perilaku ini untuk Mempertahankan Pelanggan Anda

customer focusedPernahkah Anda merasa tidak diacuhkan oleh pelanggan?.  Meski sudah mengirimkan surat, email, kartu nama, namun antusias mereka tidak sesuai dengan pengharapan Anda.  Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari sehingga pelanggan potensial Anda dapat dijaga dan dipertahankan.

1.  Jual Nama Orang Lain

Meski Anda ingin memberikan impresi yang berkesan dalam percakapan, tidak perlu kiranya Anda menjual nama orang lain untuk itu.  Jika memang Anda seorang yang handal pada bidangnya, maka cukuplah Anda menjual kapasitas dan kemampuan diri sendiri. 

2.  Berlebihan memberi Janji

Dalam menarik konsumen dan mempertahankan pelanggan, Anda mungkin akan memberikan harapan dan janji kepada mereka.  Namun akan menjadi sebuah blunder jika janji Anda tidak dapat ditepati dan batas waktu Anda molor. 

3.  Mendominasi Diri Sendiri sebagai bahan Pembicaraan

Berbicara mengenai diri sendiri sangat menyenangkan, terlebih jika cerita tersebut adalah sebuah prestasi.  Meski Anda berkeinginan meyakinkan calon pembeli atau pelanggan, namun gunakan konsep 60/40 dalam sebuah percakapan.  60% waktu Anda untuk mendengarkan mereka dan 40% sisanya untuk Anda berbicara. 

4.  Tidak Menunjukkan Kredibilitas

Tunjukkan diri Anda dan segala kemampuan yang dimiliki adalah sebuah nilai proposisi yang layak bagi pelanggan.  Meski seorang anak kecil menggunakan setelan jas, namun jika dia tengah menenteng kudapan snack, tentu tidak tampak sebagai seorang yang kredibel.  Bagaimana pelanggan akan yakin dengan Anda jika penampilan Anda masih meragukan. 

5.  Berbohong

Meski Anda bertujuan baik, namun sebuah kedustaan akan terungkap cepat atau lambat.  Dan bersiaplah pelanggan akan meninggalkan Anda jika mereka tahu kelak.  Ego, Arogansi dan Ketidaknyamanan tidak perlu ditutupi dengan sebuah modifikasi kata-kata.  Bagaimanapun jujur itu adalah pahit namun sehat bagi Anda dalam jangka panjang. 

6.  Tidak Menghargai Waktu Orang

Waktu adalah aset yang tidak akan kembali, sehingga banyak orang berani membayar mahal waktu yang dibeli.  Jika Anda ingin mempertahankan kredibilitas, dan kapasitas Anda sebagai seorang profesional maka hargailah pula waktu pelanggan Anda.  Datanglah tepat waktu, dan jika perlu Anda justru menanti kedatangan pelanggan bukan ditunggu. 

7.  Memaksakan Penjualan

Hubungan pelanggan dan penjual adalah sebuah aksi reaksi.  Dalam jangka panjang pelanggan yang setiap pada produk dan jasa Anda, otomatis akan datang sendiri tanpa diminta, apalagi “dipaksa”.  Hubungan komunikasi dengan pelanggan tidak perlu memaksakan hasil berupa penjualan.

Leave a Reply