Hindarilah Cara Komunikasi Buruk yang dapat Menimpa Anda

Hindari Cara Komunikasi Buruk yang dapat Menimpa Anda

Hindari Cara Komunikasi Buruk yang dapat Menimpa Anda

Komunikasi sudah pasti menjadi dasar pengembangan karir dan hubungan sesama. Dengan adanya komunikasi yang baik, Anda akan membangun sebuah relationship yang dapat bertahan lama dan berdaya guna bagi karir kedepannya. Ada beberapa Cara Komunikasi yang perlu Anda waspadai sehingga tidak menjadi buruk dihadapan kolega atau relasi.

  1. Melupakan Nama Seseorang

Nama adalah identitas seseorang yang sangat identik dan sangat unik. Ketika mereka menyebut nama Anda, maka akan terasa aura kedekatan dan ketika mereka lupa sedangkan percakapan tengah berlangsung akan terasa ganjal. Pada akhirnya Anda dapat mundur teratur dan menjauh dari mereka meski tanpa sadar. Melupakan nama seseorang menggambarkan Anda tidak tertarik dengan mereka dan secara tidak langsung mengidentifikasikan bahwa Anda egois atau tidak peduli.

  1. Membuat Candaan yang Tidak Pantas

Bercanda adalah cara terbaik untuk membuka percakapan, terutama bagi orang yang jarang bertemu atau baru kenal. Kiranya dengan suasana yang penuh canda akan mencairkan ketegangan dalam komunikasi. Akan tetapi Anda perlu sikapi candaan yang tidak pada tempatnya, seperti masalah sara, politik, seks atau individu lainnya.

  1. Menjadi Tidak Jelas

Komunikasi harus dilakukan dengan jelas, baik intonasi suara dan maksud dari ucapan Anda. Berpikirlah lebih dalam sebelum mengungkapkan sesuatu, periksalah kembali email dan pesan tulisan Anda sebelum mengirimnya. Menjadi tidak jelas adalah salah satu perilaku yang patut dihindari dalam komunikasi yang baik. Spesifik dan Ringkas adalah teman terbaik Anda dalam komunikasi.

  1. Melempar Isu Politik

Percakapan akan berlangsung smooth jika Anda tidak membahas hal-hal yang sifatnya tendensius, seperti politik agama dan ras. Ungkapan yang menyangkut kepentingan politik atau pemerintahan bukan konsumsi semua orang. Jika Anda memiliki teman dekat, maka tidak salah jika berbicara tentang perpolitikan, akan tetapi segera kesampingkan keinginan Anda bercerita hal tersebut dalam konteks lingkungan profesional, lingkungan umum dan lingkungan baru.

  1. Mengoceh

Karena sangat bersemangat saat bertemu orang, Anda mungkin tanpa sadar sering berbicara banyak atau ngoceh. Mengoceh merupakan gambaran bahwa Anda tipikal orang yang Dominan dan tidak menginginkan percakapan dua arah. Anda bebas mengungkapkan perasaan dan isi pikiran Anda, namun selalu berikan kesempatan kepada orang lain untuk menaggapi atau memberi masukan. Jika tidak, Anda hanya menyajikan sebuah monolog dalam komunikasi tersebut.

  1. Tampak Bodoh

Tidak ada orang yang tahu segalanya, namun jika Anda tampak bodoh dengan tidak paham akan topik yang tengah dibahas, sama dengan Anda telah mengabaikan percakapan yang terjadi. Anda dapat bertanya dengan elegan jika memang belum paham dengan topik pembicaraan atau lebih baik diam tidak turut andil dalam percakapan sehingga tidak berpura-pura tahu.

  1. Menjadi Bukan Diri Sendiri

Tidak banyak orang yang ingin mengungkapkan jati diri mereka dengan apa adanya. Banyak orang yang ingin menjadi orang lain, sehingga mereka meniru gaya, karakter atau perilaku idolanya. Dalam sebuah pertemuan baru, Anda mungkin akan tergoda menambah atau mengurangi kepribadian Anda. Dengan bersikap seperti layaknya orang lain, Anda akan tampak tidak tulus dan memanipulasi diri sendiri. Sebaiknya Anda cukup melakukan penyesuaian kecil jika bertemu orang baru dibandingkan menjadi seseorang yang bukan diri sendiri, seperti Memuji berlebihan, Tertawa Keras, Lebih Vokal dan lainnya.

  1. Emosional Berlebihan

Emosi adalah hal yang lumrah dan cukup baik jika disalurkan pada tempatnya. Emosi adalah bagian dalam kemanusiaan dan itulah yang menjadikan kita manusia. Mengubur emosi Anda tidak baik dalam sebuah percakapan, namun akan lebih buruk jika Anda meluapkan emosi berlebihan dalam sebuah komunikasi, seperti marah, naik pitam, atau mendikte orang lain. Impulsif dalam komunikasi menunjukkan ketidakseimbangan dan kondisi diluar kendali Anda. Emosi berlebihan adalah cara buruk dalam sebuah komunikasi, dan Anda patut menghindarinya.

  1. Terlalu Negatif

Kita semua memiliki pikiran dan perasaan negatif, dan itu baik-baik saja jika sesekali Anda ekspresikan dalam bentuk kritik konstruktif. Namun, menjadi terlalu negatif akan membuat Anda tampak seperti orang yang negatif, yang akan membuat orang lain diam dari berbicara kepada Anda. Cobalah untuk melihat sisi positif dari segala hal, meskipun sulit namun akan selalu ada.

  1. Interupsi

Komunikasi adalah keseimbangan, dan memotong pembicaraan saat mereka berbicara adalah bentuk dari ketidakpedulian Anda. Interupsi membuktikan Anda tidak mendengarkan dan tidak menyimak, dan Anda lebih peduli dengan apa yang akan Anda katakan. Belajarlah untuk bersabar dan mendengarkan orang lain saat mereka berbicara.

Komunikasi adalah bentuk hubungan dua arah yang saling melengkapi. Tanpa adanya keseimbangan dalam percakapan, maka yang terjadi adalah sebuah komunikasi buruk, dan akan mempengaruhi prospek pengembangan diri Anda menjadi seorang yang lebih Profesional dan Dewasa. Komunikasi dengan Cara Buruk patut dihindari sehingga tidak membentuk perilaku dan sikap Anda menjadi seseorang yang sulit berhubungan baik.

Leave a Reply