Pahami Ucapan ini maka Anda akan terpandang dihadapan Atasan

Meski dengan kondisi dunia profesional yang semakin transparan saat ini, dimana keterbukaan, kejujuran atau integritas menjadi Nilai Utama bagi seseorang, namun demikian Anda tetap perlu melakukan beberapa hal yang cukup subjektif, terkait dengan perasaan dan emosional Atasan khususnya.  Sikap ini adalah sikap atau perilaku Proaktif dalam menghadapi lawan bicara terlebih adalah Atasan Anda sendiri, sehingga komunikasi akan berjalan baik dan tidak ada prasangka buruk satu dan lainnya.  Hadapilah Atasan meski memiliki sikap yang kurang menyenangkan atau cenderung menyebalkan dengan tenang dan empati.  Untuk itu, dikutip dari careerbuilder, berikut beberapa perkataan yang perlu Anda hindari kepada Atasan.

1.  “Alarm Rusak Boss”.

Siapa sih yang tidak pernah terlambat datang kerja, tentu semua orang pernah mengalaminya.  Akan tetapi jika Anda terlalu sering terlambat dan datang dengan berbagai macam alasan yang tidak masuk akal, sejatinya Anda telah mengubur peluang promosi dalam pengembangan karir profesional.  Alasan Alarm Rusak adalah klise, dimana sebenarnya Anda yang perlu memperbaiki Pola Istirahat dan Pola Kerja, sehingga Alarm Rusak bukan menjadi isu keterlambatan.

dont say these2.  Tak Pernah Puas.

Sikap Anda yang apatis dengan perkakas kantor, kegiatan bersama atau lainnya, membuat Atasan menilai Anda sebagai Pribadi yang nyinyir, banyak keinginan namun tidak pernah puas.  Tidak ada orang yang selalu puas dengan kondisi ada keadaannya, namun demikian, Tingkat Profesionalisme Anda akan terukur pada saat mampu memaksimalkan performa dengan keterbatasan sumber daya.

3.  Terserah saja.

Anda tidak selalu termotivasi setiap hari dengan pekerjaan atau dengan Atasan, sehingga adakalanya bersikap malas-malasan, dan cuek dengan hasil akhir.  Ungkapan “terserah deh, mau direview atau mau di evaluasi, saya serahkan kepada nya”, menunjukkan bahwa Anda adalah Pribadi yang tidak tangguh dalam menjalani pekerjaan.

4.  Waktunya naik gaji.

Hindari permintaan kenaikan gaji jika Anda tidak memiliki prestasi dan perfoma yang dapat “dijual”.  Pada dasarnya status kerja Anda bukanlah Memberi dan Menerima, namun Menjual dan Membeli, Anda menjual Nilai dan Prestasi Kerja serta Atasan akan Membelinya dengan Materi dan Pangkat.  Lakukan Efektivitas dan Efisiensi Kerja, buktikan hasil Produktivitas Anda, sehingga tanpa dimintapun, Atasan akan melihat Anda pantas atas hasil tersebut.

5.  Bukan Salah Saya.

Jangan tuding rekan kerja atau kolega Anda jika terjadi kesalahan dalam sebuah program kerja.  Ketika kesalahan laporan yang dibuat ditemukan, maka segera lakukan perbaikan dengan menghubungi orang-orang terkait untuk membenarkannya.  Pengakuan Anda tidak akan menurunkan nilai, sebaliknya akan memberikan kredit positif bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab.

6.  Bukan Tugas Saya.

Atasan terkadang sering memberikan tugas tambahan kepada Anda, karena keyakinan akan kemampuan yang Anda miliki.  Ketika Anda melihat sesuatu hal yang memang Anda tidak kuasai dan pahami, sebaiknya bicara terus terang dan minta saran terbaik dari Atasan.  Tidak perlu berkelit dengan mengatakan “ini bukan tugas saya”.

7.  Saya tidak bisa Lembur.

“Saya perlu waktu dengan Keluarga, sehingga tidak mungkin lembur”.  Pernyataan ini menjadi bumerang bagi Anda dalam perjalanan Karir Profesional.  Urusan pribadi harus sedemikian rupa dipisahkan dari urusan kerja.  Jika memang tidak dapat ditinggalkan, sebaiknya minta ijin dan cuti kepada Atasan, jangan berdalih tidak bisa lembur karena urusan keluarga.

8.  Saya tidak bisa Bekerjasama dengan Anda.

Meski pada akhirnya Anda mungkin memilih untuk mundur, sebaiknya tetap bersikap Profesional, tanpa harus berkata “Saya tidak bisa bekerjasama dengan Anda”.  Tidak tertutup kemungkinan Anda suatu waktu bekerjasama kembali, atau Anda memerlukan Referensi dari Atasan.

Bekerjasama adalah Hal utama dalam Keberhasilan Individu ataupun Tim, dimana masing-masing pihak perlu mengerti dan memahami satu sama lain, akan Perilaku, Sikap ataupun Kemampuan dan Ketrampilan Kerja.  Atasan Anda adalah salah satu pintu Sukses dalam Pengembangan Karir kelak, sehingga seburuk apapun mereka menurut Anda, carilah sisi positif yang dapat dimanfaatkan demi Kemajuan dan Progres Karir Anda sendiri.

ikhtisar.com

Leave a Reply