Hindari Micromanagement agar tim Anda Unggul dengan Cara Mereka

hindari micromanagement agar tim anda unggulMikro Manajemen seolah menjadi sebuah keharusan bagi seorang manajer manakala dibebani target yang cukup besar. Pengarahan dan Bimbingan kepada anggota tim menjadi alibi mereka atas Ketidakpercayaan kepada tim. Dan ini menjadi sebuah aral bagi performa seseorang, terlebih pada zaman milenium ini, setiap orang merasa memiliki hal untuk bekerja dengan cara mereka, selama masih dalam proses dan prosedur yang benar. Anak-anak generasi Y dan Z cenderung lebih kreatif dan agresif dengan aktivitas mereka dan hal tersebut tidak mungkin dibatasi dengan gaya kepemimpinan konvensional Anda berupa Instruksi dan Perintah. Mikro Manajemen dapat menjadi sebuah sandungan bagi Anda dalam mensinergikan kompetensi dan potensi tim menggapai hasil maksimal. Hindarilah micromanagement untuk membantu tim Anda unggul dengan cara mereka.

Micromanagement mempunyai perhatian yang detil pada setiap proses dan tanggungjawab, namun terkait apakah Anda ingin membuat rekan kerja sukses dengan tugas dan kewajibannya, risiko micromanagement adalah melemahkan daya mereka untuk menggapai hasil, merusak kepercayaan, bahkan dapat mengganggu kinerja. Pada titik akhirnya dapat menjadikan karyawan Anda frustasi dan berhenti.

Tanda-tanda adanya Mikro Manajemen

  1. Resistensi dengan Delegasi Tugas dan Tanggung Jawab
  2. Mengawasi proyek-proyek lain
  3. Memperbaiki rincian kecil dibandingkan gambaran besar
  4. Mengambil alih pekerjaan ketika terjadi kesalahan
  5. Mencegah orang lain mengambil keputusan tanpa konsultasi dengan mereka

Apakah yang salah dengan micromanagement

Jika Anda merasa dengan melakukan micromanagement dan selalu berada di depan orang-orang akan berhasil, maka mengapa tidak lanjutkan cara tersebut?. Pada prakteknya micromanagement tidak akan memberikan hasil optimal bagi performa seseorang dan tim keseluruhan. Micromangement akan membuat karyawan Anda tertekan dan merasa apa yang mereka lakukan akan tetap salah pada akhirnya. Micromanagement menjadikan Anda seorang yang merasa superior dan menganggap tim akan gagal jika tanpa intervensi dan instruksi Anda.

Seorang manajer yang baik akan memberikan pemberdayaan kepada karyawan mereka untuk membuat keputusan, mengambil wewenang dan tanggung jawab dan berani menghadapi risiko yang muncul atas keputusan mereka. Delegasi yang Anda berikan akan memberikan kesempatan tumbuh dan berkembang kepada karyawan dan Anda dapat lebih fokus pada gambaran besar dari strategi perusahaan. Sebaliknya dengan micromanagement akan banyak menguras waktu dan energi Anda sebagai supervisor untuk terus memberikan bimbingan dan arahan kepada tim.

Menghindari Micromanagement

Sekarang Anda dapat mengindentifikasikan bahwa micromanagement tidaklah efektif dalam pengembangan tim, selain bersifat personal dan individual, micromanagement akan membuang banyak waktu dan energi Anda. Cara terbaik untuk menghindari manajemen mikro adalah dengan berbicara kepada tim Anda, dan meyakinkan mereka bahwa Anda perlu perubahan. Carilah umpan balik yang positif dari tim Anda dan terakhir Anda perlu meminta maaf kepada mereka dan berubahlah.

Langkah pertama Anda dapat mulai kepada anggota tim yang potensial, dan belajar memberikan delegasi kepada mereka.

Berikut ini adalah cara Anda memperbaiki situasi micromanagement yang terlanjur terjadi

  1. Bantulah atasan Anda untuk mendelegasikan tugas kepada Anda dan mendorongnya memberikan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan untuk itu, dan selanjutnya Anda atur waktu yang tepat melakukan review atau evaluasi berkala dengan mereka.
  2. Mulailah ikut serta dengan proyek lain secara sukarela dimana Anda yakin dengan kemampuan dan kapasitas dalam melakukannya. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan atasan Anda dan memperbaiki kemampuan delegasi mereka.
  3. Pastikan Anda akan memberikan progress report secara berkala kepada atasan, sehingga tidak membuat mereka mencari-cari informasi manakala diperlukan.
  4. Konsentrasi membantu atasan Anda untuk mengubah kebiasaan micromanagement pada suatu waktu, meski sebagai manusia biasa setiap orang tetap akan melakukan kesalahan.

Micromanagement akan membatasi kemampuan orang untuk tumbuh dan berkembang, dan juga membatasi apa yang tim dapat capai, karena semuanya harus melalui sang micromamanager.

Jika bos enggan untuk mendelegasikan tugas, dan fokus pada hal-hal detil serta lupa akan gambaran besar dan menghambat stafnya mengambil inisiatif, inilah tanda bahwa dia tengah meluncur ke arah micromanagement.

Langkah pertama dalam menghindari perangkap micromanagement adalah kenali tanda-tandanya dengan berbicara kepada staf atau atasan. Jika Anda orang yang terkena micromanagement, segeralah membantu atasan Anda untuk melihat bahwasanya ada cara yang lebih baik dalam bekerja. Dan jika Anda adalah seorang micromanager, maka bekerja keraslah pada keterampilan delegasi dan belajar mempercayai staf Anda untuk mengembangkan diri dan memberikan hasil kerja.

Leave a Reply