Hal Yang Harus Ditinggalkan Agar Anda Lebih Produktif dalam Bekerja

Hal Yang Harus Ditinggalkan Agar Lebih Produktif

Hal Yang Harus Ditinggalkan Agar Lebih Produktif

Bekerja memang menjadi suatu rutinitas dalam hidup. Hal ini dilakukan supaya kebutuhan hidup pun terpenuhi. Agar berjalan dengan baik, pekerjaan harus dilakukan dengan waktu yang produktif. Memproduktifkan waktu akan membantu Anda untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu pun tidak ada yang terbuang secara sia-sia. Dengan memperhatikan beberapa hal yang perlu ditinggalkan, Anda akan lebih produktif dalam bekerja.

Untuk mendapatkan diri terbenam dalam waktu yang produktif memang tidak mudah. Banyak godaan seperti mengobrol dengan rekan kerja, sosial media, ataupun game. Anda harus bisa menjaga fokus Anda supaya waktu tetap menjadi produktif. Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda tinggalkan supaya lebih produktif dalam bekerja.

1.  Lembur

Orang selalu menginginkan pekerjaannya untuk cepat selesai. Oleh karena itu, banyak orang yang mengambil waktu lembur guna menyelesaikannya. Tetapi perlu diketahui bahwa dengan mengambil lembur hanya akan membuat diri menjadi menerima beban berlebih.

Hal ini tentu bisa berakibat pada kesehatan menurun dan performa keesokan harinya pun tidak baik. Sebaiknya tetap imbangi dengan istirahat dan bersantai sejenak. Itu dilakukan untuk menyegarkan diri Anda kembali. Sebab bekerja dengan lembur akan memberikan efek pada keproduktivitasan waktu.

2.  Menolak Pertolongan

Sering kali karena gengsi dibantu dengan orang lain membuat Anda menolaknya. Hal ini sering dilakukan juga karena ada rasa tidak enak atau sungkan. Namun perlu Anda ingat bahwa sesuatu yang dilakukan bersama akan jauh lebih ringan. Tidak semua orang pula tidak mau untuk direpotkan.

Jika seseorang menawarkan pertolongan, terimalah dan jangan malu. Bukan hanya Anda yang merasa senang karena ditolong, mereka juga senang menolong orang. Dengan mendapatkan pertolongan waktu Anda menjadi lebih produktif. Tenang saja, menerima bantuan orang lain bukanlah salah satu sifat buruk.

3.  Selalu berkata “Ya”

Bukan hanya menolak pertolongan, rasa sungkan sering kali membuat kira susah untuk menolak ajakan orang lain. Rasa tidak enak ini membuat kita selalu menjawab “ya” terhadap semua ajakan. Padahal tidak bisa dipungkiri bahwa pekerjaan menumpuk sebenarnya sedang menunggu Anda.

Cobalah untuk menolak sebab masih ada pekerjaan yang harus lakukan. Katakanlah ya jika memang Anda mampu melakukan ajakan tanpa ada pekerjaan yang menumpul. Tidak perlu sungkan, sebab ini akan membantu Anda dalam memproduktifkan waktu.

4.  Perfeksionis

Menjadi yang terbaik pasti diinginkan semua orang. Tak jarang ini membuat kita menjadi perfeksionis. Anda boleh menjadi seperti itu di saat waktu yang tepat. Bila waktu tidak mencukupi maka stoplah untuk menjadi perfeksionis. Imbangi sikap tersebut dengan bijaksana melihat kondisi lingkungan sebenarnya. Dalam beberapa hal sikap perfeksionis dapat dimengerti, namun demikian setiap tindakan ada batas toleransi risiko yang ditolelir, sehingga tidak menjadi halangan jika performa belum mencapai kesempurnaan.

Itulah beberapa hal yang harus Anda buang sebagai kebiasaan. Mulailah kembali untuk memproduktifkan waktu Anda. Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu yang dimiliki hanya 24 jam dalam sehari. Oleh karena itu, manfaatkan waktu dengan baik dan jadikan produktif. Bekerja produktif tidak berarti Anda akan menambah alokasi waktu, namun Anda perlu cerdas dalam menggunakan waktu yang terbatas.

Leave a Reply