Hal-hal yang menjadi Pelajaran Kepemimpinan pada Tahun 2015

Hal-hal yang menjadi Pelajaran Kepemimpinan pada Tahun 2015
Hal-hal yang menjadi Pelajaran Kepemimpinan pada Tahun 2015

Beberapa saran mengenai kepemimpinan sudah cukup jelas, dan banyak literasi yang membahasnya.  Mulai dari sikap dan perilaku, hingga konsep berpikir strategis.  Dan terkadang banyak pelajaran dibangku sekolah adalah sebuah pembelajaran penting yang harus Anda telaah lebih dalam dan ditindaklanjuti mengikuti perkembangan jaman.  Pelajaran pada saat taman kanak-kanak, atau sekolah dasar bahkan, bisa menjadi sebuah panduan dan petunjuk yang tidak didapat dari text book atau pendidikan tinggi lainnya.  Hal-hal yang menjadi pelajaran bagi kepemimpinan Anda pada tahun 2015 ini bisa menjadi refleksi kesuksesan sekarang dan masa datang.

Bagaimana Anda dapat menyikapi tahun 2016 yang akan datang berdasar pengalaman di tahun 2015 ini?  Berikut kutipan dari inc.com yang akan meningkatkan level kepemimpinan Anda dalam perusahaan.

1.  Investasikan Kesehatan Karyawan Anda sebagai Jalur Utama

Carey Smith, pendiri dan CEO, Big Ass Solutions di Lexington, Kentucky, menegaskan bahwa ROI perusahaan Anda akan menjadi sebuah pencapaian gemilang manakala Anda berinvestasi pada kesehatan karyawan dan keluarga mereka.  Tidak hanya berupa kemudahan klaim kesehatan, namun juga sarana dan prasarana penunjang bagi hidupa sehat.  Ruang makan yang higienis, makanan atau vitamin suplemen dan lainnya.

2.  Batasi Meeting atau Pertemuan

Salah satu kebanggaan seorang pendiri perusahaan adalah melihat budaya perusahaan yang dibangunnya akan menjadi nilai-nilai bagi setiap individu.  Dan Anda akan senang kepada orang-orang yang sekuat tenaga membangunnya, serta tidak terjebak dengan perangkap manajemen seperti meeting, rapat atau pertemuan rutin.  Keseringan adanya meeting akan membuat orang-orang menjaga informasi hanya demi kepentingan sekelompok orang atau mempertahankan kekuasaan mereka.

Meeting dan pertemuan perlu dilakukan sebatas pengambilan keputusan, sedangkan berbagi informasi dapat dilakukan dengan cara lain yang lebih efektif. Hal inilah yang dilakukan oleh Founder dan CEO Slack.com, Stewart Butterfield.

3.  Pikiran Anda Bekerja kepada Pelanggan Ideal

Karena terburu-buru mengejar omset atau sales, mencari pelanggan baru, menambah jumlah klien, akan menjerumuskan sikap ideal Anda dan hanya peduli dengan penjualan. Pengusaha Maria Haggerty memberikan pelajaran dari pelanggannya, mengapa Anda perlu fokus terhadap visi pada pelanggan ideal, meskipun ada tekanan fiskal atau keuangan untuk menyenangkan semua orang.

Pengalaman Haggerty menjelaskan bahwa perusahaan dengan berfokus pada konsumen ideal akan menselaraskan karyawannya terhadap tujuan yang berarti.  Bagaimana Anda dapat memperoleh keuntungan jangka panjang jika tidak komit dengan pelanggan ideal?.

4.  Jika Anda tidak tahu “Mengapa” perusahaan berdiri, Anda dalam Masalah

Sebagian besar pengusaha adalah fan dari Simon Sinek, penulis buku Start with Why.  Dan Simon menegaskan bahwa Anda tidak dapat mengubah “Why” dari berdirinya perusahaan. Karena hal itu hanya mungkin terjadi jika memang sudah hancur sejak awal.  Kalaupun terjadi perubahan “Why” dari sebuah bisnis, maka sebenarnya telah terjadi banyak tragedi atau masalah besar dari perusahaan tersebut.  Ada beberapa perusahaan yang melakukannya, seperti Gap dan Wallmart, yang merevisi “Why” mereka.

5.  Jika Anda tidak tahu peranan “Pemimpin”, Anda dalam Masalah Lebih Besar

4 Dimensi seorang pebisnis menurut keyakinan Michael E. Gerber, yakni (1) The Dreamer, (2) The Thinker, (3) The Storyteller dan (4) The Leader.  Michael mendefiniskan bahwa The Leader adalah orang yang mampu menterjemahkan dan mengkomunikasikan Misi Organisasi, dan bertanggung jawab penuh untuk mewujudkannya.  Sebagai pemimpin Anda akan ditanya, apakah realita yang sudah Anda buat? Apakah realita tersebut Mimpi yang menjadi Nyata atau sudah terdistorsi?  Apakah Anda pemilik realita tersebut atau merebut sebuah realita?

6.  Pahami keinginan Karyawan terbaik Anda

Sebagai pemimpin Anda tidak perlu marah atau kecewa manakala karyawan terbaik Anda keluar dan mencari peruntungan lainnya.  Anda terlalu memaksakan sebuah pencapaian yang Anda inginkan dan mengabaikan apa yang diinginkan karyawan Anda.  Sekali mereka merasa menjadi sapi perahan, terlebih dengan kompetensi dan prestasi mereka yang gemilang, Anda akan siap-siap kehilangan dalam waktu yang tidak terprediksikan.

7.  Jelaskan Ekspektasi Anda jika ingin Kinerja Hebat

Kebijaksanaan akan membantu seorang pemimpin menggapai keinginannya.  Pengalaman James Green yang pernah bekerja bersama Steve Job, melihat dengan memperhatikan cara kerja, dan mampu menyimpulkan bahwa pentingnya kejelasan dan tranparansi bagi setiap anggota tim.  Ekspektasi yang jelas dan komunikasi yang lugas adalah cara membuat kinerja dan prestasi karyawan Anda gemilang.

Pelajaran kepemimpinan tahun 2015 ini merupakan sebuah kilas balik bagi pengembangan organisasi bisnis Anda, sehingga mampu bertumbuh untuk jangka panjang dan berkembang dalam beberapa generasi berikutnya.

Leave a Reply