Hal-hal yang perlu dicermati untuk mempertahankan Bisnis Anda

start up businessJumlah pengusaha atau wiraswasta sesungguhnya di negara ini telah mencapai angka yang cukup fantastis, ratusan ribu lebih yang resmi terdaftar dan jutaan lainnya yang bergerak dalam sektor informal.  Angka yang sangat signifikan untuk menggerakkan ekonomi, baik dilevel bawah atau menengah.  Namun demikian data dan fakta mengatakan, hanya setengah kurang dari bisnis yang bertahan setelah 5 tahun mereka berjalan, selebihnya stagnan atau bahkan tutup.  Bisnis dapat dikatakan tumbuh ketika tidak hanya mencetak laba, namun berkembang dan bertumbuh secara berkelanjutan.  Bisnis dikatakan berhasil jika pertumbuhan bisnis Anda melebihi angka inflasi yang selalu terjadi setiap tahun, dan melebihi angka peningkatan biaya operasional yang pastinya juga selalu naik setiap tahun. Berikut beberapa kendala yang menjadi penyebab sebuah bisnis akan redup perlahan.

1.  Memulai dari Kecil namun Tetap Kecil

Banyak bisnis kecil yang dimulai dari rumah sebagai aktualisasi hobi atau minat.  Mereka melakukannya sebagai usaha sampingan untuk memenuhi hasrat hidup lainnya.  Bisnis sampingan ini dimulai agar terpenuhinya work life balance, dan sebagian besar jenis bisnis ini akan bertahan dalam skala kecil dan tidak berpikir untuk tumbuh berkembang.  Sedemikian ketika profesi mereka semakin berkembang dan akhirnya waktu tidak memungkinkan mengelola bisnis sampingan, maka pada akhirnya bisnis tersebut akan tutup.  Sebuah bisnis akan tetap kecil jika tidak ada keinginan berkembang dan melakukan pengembangan.

2.  Pasar yang Terbatas

Membangun sebuah bisnis tentu perlu adanya study pasar yang tepat sehingga segmen yang diincar sesuai dengan kompetensi dan kapasitas Anda.  Bisnis yang baik selalu dibangun dengan dasar hasrat atau passion, sehingga motivasi dapat dipertahankan untuk tetap mengembangkannya.  Akan tetapi tidak semua passion Anda mempunyai pasar yang menguntungkan, sehingga Anda akan terjebak dalam ketidakpastian.  Pasar memang dapat diciptakan, namun dengan kondisi dinamika yang cepat ini, alangkah bijaksana jika Anda lebih dahulu mencari pasar yang memang ada demand, sehingga produk dan jasa yang Anda tawarkan lebih menyasar pada golongan yang tepat.  Pastikan investasi waktu dan uang Anda sesuai dengan pasar yang ada.

3.  Tidak sadar apa yang tidak diketahui

Keberhasilan dalam sebuah bisnis juga ditentukan sejauh mana Anda mengenal dan memahami kompetensi dan keahlian yang ada.  Semakin Anda sadar mengenai value proposition yang dimiliki akan semakin mudah Anda mendapat pembeli dan pelanggan.  Jika Anda ingin bermain dalam bisnis distribusi, sementara ketrampilan dan keahlian Anda adalah analis ekonomi, maka perlu kiranya mempelajari tentang distribusi atau mempekerjakan seorang ahli dalam bidang tersebut.  Anda perlu sadar mengenai hal-hal yang tidak diketahui sehingga pergerakan bisnis Anda akan selaras pada tujuan akhir.

4.  Takut berkembang

Ketika bisnis Anda berkembang dan terlihat bahwa revenue atau profit semakin menggelembung, sementara biaya operasional dapat ditahan pada takaran yang sama, maka konsekuensinya adalah ekspansi.  Anda tidak perlu takut ketika modal awal sudah habis dan telah berputar simultan secara optimal dengan menghasilkan tingkat revenue positif, dan kondisi pasar menantang Anda untuk berkembang, kemudian meminta tambahan investasi lanjutan.  Usaha rumahan adalah jenis bisnis yang tidak menginginkan pertambahan modal untuk pengembangan lanjutan.  Sehingga banyak usaha rumahan yang hanya bertahan namun tidak berkembang.  Waktu Anda jauh lebih berharga daripada usaha yang tetap Anda pertahankan dalam skala kecil.

5.  Tidak fokus pada pencetakan laba

Sebuah bisnis dibuat dengan tujuan akhir mencetak keuntungan.  Ini adalah hukum dasar dari dibuatnya sebuah bisnis.  Meski dalam implementasinya banyak cara memanfaatkan keuntungan tersebut, tidak semata dibagikan dalam bentuk SHU, namun juga dapat di reinvest dalam bentuk belanja modal.  Revenue adalah angka penjualan yang dicapai, Cost adalah biaya yang dikeluarkan, sehingga Profit menjadi selisih dari Revenue dan Cost.  Sebagai seorang usahawan yang startegis Anda perlu melihat sejauh mana ratio antara revenue dan cost.  Jika Anda mempertahankan sebuah bisnis semata karena hasrat, tanpa mendatangkan keuntungan, maka pertimbangkan kembali waktu Anda yang jauh lebih berharga.

Leave a Reply