Evaluasi Kinerja sebagai Dasar Pengembangan Organisasi

Evaluasi Kinerja adalah salah satu fungsi utama dalam Sistem Manajemen, khusus Talent Management.  Evaluasi ini berkaitan dengan Performa Individu dan Manajemen (Tim) untuk menuju Pengembangan Karir dan Pertumbuhan Organisasi.  Evaluasi Kinerja terkait dengan Productivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale, Environment.  Evaluasi Kinerja bertujuan untuk peningkatan Pembelajaran dan Pertumbuhan Organisasi yang sangat bergantung pada Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Handal.  Dan ada tiga aspek penting dalam tumbuh kembang perusahaan yakni:

  • Kompetensi Manajemen dan Karyawan
  • Infrastruktur Teknologi
  • Budaya Perusahaan 

Visi Misi Perusahaan akan menurunkan Nilai-nilai yang menjadi Navigasi dalam Perkembangan Organisasi.  Visi Perusahaan mempertegas arahan Penilaian Kinerja yang terjadi disetiap Lini Organisasi seperti :

  • Kondisi Pasar dan Financial
  • Pelanggan
  • Produk dan Jasa Pelayanan
  • Proses Bisnis Internal
  • Sumber Daya Manusia
  • Kepemimpinan
  • Dan lainnya 

Evaluasi Kinerja menjadi Tanggung Jawab Top Manajemen dalam Pengendalian dan Implementasinya, karena setiap Program-program Peningkatan Kinerja telah menjadi KPI Utama para Manajemen Puncak.  Identifikasi Kemampuan dan Kompetensi setiap Karyawan perlu dituangkan dalam sebuah Matriks Analisis sehingga mudah dibaca arah pengembangan masing-masing individu terkait.

Tujuan Evaluasi Kinerja meliputi beberapa elemen berikut:

1.  Pengembangan Karir.

Penilaian Kinerja memberikan arahan yang jelas bagi individu dalam merancang potensi karir, dengan cara diskusi atau counseling.  Individu akan mudah menemukan jenis pelatihan yang terkait dengan pengembangan karir berikutnya.

2.  Umpan Balik.

Evaluasi Kinerja adalah komunikasi dua arah sehingga masing-masing dapat saling memberikan penilaian, baik Bawahan atau Atasan.  Umpan Balik akan memperkuat Struktur atau Format bagaimana individu dilihat kinerja mereka dan menyediakan kesempatan untuk membahas resolusi kelemahan kinerja.

3.  Administrasi Penilaian Kinerja.

Kenaikan Gaji, Pangkat dan Jabatan, Retensi Karyawan dan lainnya adalah bagian administrasi hasil dari Evaluasi Kinerja Karyawan.  Selain berfungsi dalam Penghargaan Karyawan juga berguna dalam Identifikasi Kinerja yang Buruk bahkan sampai Pemutusan Hubungan Kerja.

4.  Sejarah Kinerja.

Ingatan Manusia yang terbatas tidak dapat dijadikan dasar-dasar Punish and Reward dalam Pekerjaan.  Identifikasi Kinerja Masa Lalu dan Saat ini perlu ditinjau dengan Jelas dan Terbuka.

5.  Sasaran Organisasi.

Evaluasi Kinerja akan memberikan arahan tegas dalam Sasaran Organisasi terkait Ekspektasi Individu, Kinerja Karyawan yang terkait Proses Pengembangan Organisasi, dan Prospek atau Potensi Masa Depan.

6.  Standar Pekerjaan.

Evaluasi Kinerja menjadi faktor yang memperlihatkan Standar Kerja telah dilakukan sesuai Prosedur dan Kerangka yang ada.  Artikulasi dan Definisi Kerja akan makin jelas dengan adanya Evaluasi Kinerja.

7.  Dokumentasi Penilaian Kinerja.

Dokumentasi yang diperlukan untuk proses-proses Keputusan Sumber Daya Manusia atau Pemenuhan Persyaratan Hukum.

ikhtisar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>